Showing posts with label Bola. Show all posts
Showing posts with label Bola. Show all posts

Arema Incar Playmaker Berkarakter Seperti Konate Atau Roman


Fokusmalang.com - Salah satu posisi pemain asing yang tengah diburu Arema FC adalah gelandang serang alias playmaker. Rupanya Singo Edan mendambakan mendapatkan pemain dengan karakter seperti mantan pemain mereka, Makan Konate ataupun juga Roman Chemelo. 

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro. Menurut pria asli Malang tersebut karakter kedua pemain tersebut, yang cenderung lincah, punya umpan terobosan apik, serta jago mencetak gol sudah pas dengan gaya bermain Arema yang cenderung cepat dan keras. 

"Kalau bicara pemain asing, sampai sekarang kita berharap bisa mendapatkan pemain dengan gaya bermain yang kayak Konate (Makan) atau juga Roman (Chemelo). Mereka berdua ini lah tipikal playmaker yang paling pas buat Arema. Selain bisa membuka ruang, mereka juga lincah dan bisa memecah kebuntuan ketika dibutuhkan," beber Kuncoro kepada Fokusmalang

Kuncoro menilai bahwa playmaker dengan karakter flamboyan yang cenderung lambat, kurang cocok dengan gaya bermain Singo Edan saat ini. Hal tersebut, karena, Arema sekarang banyak diisi pemain muda yang gemar bermain mengandalkan kecepatan. 

"Kalau bisa jangan yang flamboyan, dan cenderung lebih suka memainkan dan menahan bola. Kurang pas dengan gaya bermain Arema," lanjut Kuncoro. 

Selain stopper, Kuncoro memang menyampaikan bahwa gelandang serang dan striker adalah prioritas pemain asing yang diincar Arema untuk musim 2021. Hingga saat ini menurutnya, pihak Singo Edan masih terus mendiskusikan, termasuk juga berkomunikasi dengan calon pelatih anyar Edudardo Almeida.

"Stopper sudah jelas ya (buruan Arema). tinggal berikutnya, kita mau playmaker atau striker (asing). Kalau memang sudah ada kiper asing, ya dalam pandangan saya kita harus pakai gelandang atau playmaker. Karena untuk posisi depan, sebenarnya kita sudah cukup. Namun semua keputusan tentu juga kita komunikasi dengan Eduardo,"pungkas Kuncoro. 

Soal posisi stopper, Arema kabarnya sudah menjalin kesepakatan dengan mantan bek nya asal Brasil Arthur Cunha da Rocha. Mantan pemain Mitra Kukar tersebut, diharapkan bisa gabung dengan latihan perdana Arema pasca libur Lebaran pada 20 Mei 2021 mendatang. 

Jika Kembali Ke Arema FC, Ternyata Begini Rencana Besar Milan Petrovic

 

Fokusmalang.com - Mantan pelatih Arema FC Milan Petrovic menaruh  harapan besar, agar dirinya bisa kembali menangani klub berlogo khas singa tersebut pada musim 2021. Bahkan pelatih asal Slovakia tersebut memiliki rencana detail dan jangka panjan di Arema.

Dalam perbincangan dengan Fokusmalang.com, melalui pesan instan. Milan Petrovic membenarkan bahwa dirinya memang tengah menjalin komunikasi dengan manajemen Arema FC. Termasuk Milan juga menyampaikan bahwa ia sangat tertarik kembali ke Arema. Hal tersebut langsung disampaikan kepada General Manager Arema FC Ruddy Widodo.

“Saya dengan Pak Ruddy sudah beberapa kali menjalin kontak. Saya sampaikan langsung kepada dia, bahwa saya berkeinginan untuk kembali ke Arema di musim 2021 ini. Namun tentu saja, semua keputusan ada di manajemen,” kata Milan.

Mantan pelatih Perseru Badak FC tersebut juga menyatakan, jika ia memang diberi kesempatan untuk kembali ke Arema dia sudah memiliki rencana jangka panjang untuk bisa membangun Arema sebagai tim kuat dalam dua tiga tahun ke depan.

“Saat ini di Arema sudah ada beberapa pemain senior berkualitas Timnas. Seperti Dendi Santoso, Al Farizi, Hanif dan Dedik. Saya juga tahu, bahwa di Akademi serta daerah sekitar Malang ada begitu banyak potensi pemain muda yang melimpah. Saya akan memadukan mereka, sebagai satu tim yang solid untuk musim ini,” lanjutnya.

Menurut Milan dengan rancangan rencana tersebut, Arema akan menjadi tim yang kuat di Indonesia dalam waktu dua tiga tahun lagi.

“Kita tidak berbicara jangka pendek. Dengan pemain muda, tentu adalah jangka panjang. Maka,jika saya diberi kesempatan, Arema akan bisa jadi tim kuat di Indonesia dalam waktu dua tiga tahun lagi. Karena Arema sudah punya kerangka tim yang bagus. Saya ingin jadi bagian sejarah baru Arema! ” kata Milan.

Soal kepastian dan peluang dirinya bergabung kembali ke Arema, Milan belum bisa memastikan. Ia hanya meminta semua pihak bersabar dan menunggu.

“Kita lihat saja bagaimana nantinya. Semoga ada yang terbaik bagi kita semua,” pungkas Milan.

Milan Petrovic bergabung dengan Arema pada awal musim 2018, sebagai bagian dari kepelatihan Arema, yang saat itu dipimpin oleh Joko Susilo. Namun hasil buruk Arema, membuat Joko Susilo harus mundur dari kursi kepelatihan, dan digantikan oleh Milan.

Bersama Milan, Arema yang saat itu terpuruk di papan bawah pelan tapi pasti mulai bangkit. Tambahan beberapa pemain baru di putaran kedua (Hamka Hamzah, Makan Konate dan Alfin Tuasalamony) membuat kekuatan Singo Edan makin solid. Pada Liga 1 2018, Arema akhirnya finish di peringkat ke-5.

Meskipun berhasil mengerek Singo Edan, namun manajemen memustkan tidak memperpanjang kontrak Milan untuk musim berikutnya. Ia digantikan Milomir Seslija. Milan sendiri akhirnya menukangi klub Perseru Badak Lampung di musim 2019.

Kembali Pimpin PSSI Askot Malang, Haris Thofly Segera Geber Konsolidasi Demi Prestasi

 

Istimewa 

Fokusmalang.com - Secara aklamasi Haris Thofly kembali memimpin PSSI Askot Malang, pada Kongres di Malang pada Rabu (10/03/21) pagi. Sejumlah program dan rencana pun siap digeber akademisi dari Universitas Muhammdiyah Malang tersebut.

Kepada Fokusmalang.com, hal pertama yang akan dilakukan Haris Thofly dalam waktu dekat, adalah melakukan konsolidasi di internal PSSI Askot Malang, khususnya dengan klub – klub anggota. Konsolidasi dilakukan sebagai langkah awal untuk menyusun kabinet yang akan membantunya menahkodai PSSI Askot Malang periode 2021-2025.

Ada beberapa hal yang diinginkan oleh pria yang juga Manajer Tim Futsal PON Jatim tersebut dalam kerangka kepengurusan PSSI Askot Malang ke depan. Pertama, Haris mengingin pengurus yang mau total fokus dan loyal dan ikhlas untuk memberikan sumbangan tenaga dan pikiran kepada pembinaan sepakbola di lingkungan PSSI Askot Malang.

Kemudian yang kedua Haris juga akan mengisi kabinetnya dengan sosok-sosok profesional dalam sepakbola, serta juga mereka yang ahli dan akrab dalam bidang teknologi informasi, serta juga sport science.

“Pertama adalah konsolidasi internal, demi bisa mendapat gambaran untuk kabinet di PSSI Askot Malang. Saya berharap bisa diisi sosok –sosok yang ikhlas dalam menjalankan roda organisasi dan pembinaan ke depannya,”

“Kemudian saya juga akan memberikan kesempatan kepada sosok-sosok profesional sepakbola Kota Malang untuk bisa berada dalam kabinet. Serta tidak lupa juga mereka yang sudah sangat paham dengan dunia IT dan sport science, karena ini sudah menjadi kewajiban dalam mengikuti perkembangan zaman sekarang ini,” beber Haris Thofly.

Setelah kabinet terbentuk, Haris juga akan langsung tancap gas untuk bisa berkonsolidasi dengan para pemangku kebijakan di Kota Malang. Seperti Walikota Malang, KONI dan juga Disporapar. Hal ini diperlukan dirinya, demi bisa membuat program jangka panjang yang tertata dengan skala prioritas yang jelas.

“Dalam Askot PSSI Malang 2021-2025 harus ada skala prioritas dalam program. Apakah mau fokus pembinaan, industri bola, Persema dan banyak hal lain. Untuk itulah kami perlu sowan dan berdiskusi dengan banyak pihak, seperti KONI, Disporapar, dan Pak Wali (Walikota Sutiaji). Kami akan mendengarkan usulan mereka juga untuk merancang program ke depan,” lanjutnya.

Dengan langkah – langkah tersebut, Haris berharap agas PSSI Askot Malang bisa memberikan kebangaan dan prestasi terbaik bagi warga di Kota Malang, serta terus membuat Malang jadi salah satu barometer pembinaan di level nasional.

“Kami akan langsung bekerja keras. Konsolidasi dan komunikasi, demi menemukan formulasi pembinaan, pengembangan dan peningkatkan prestasi terbaik bagi Kota Malang,” tutup Haris.

 

El Kepet Sebut Dua Sosok Ini Akan Gantikan Hendro Siswanto di Arema

Fokusmalang.com - Hengkangnya kapten Arema FC Hendro Siswanto dari klub asal Malang tersebut, memang memicu kehebodan di kalangan pendukung. Namun begitu salah satu Aremania Senior El Kepet menyebut bahwa kepindahan pemain berposisi gelandang tersebut tidak perlu dikhawatirkan. 

Menurut Sam Kepet, Hendro memang merupakan pemain yang cukup senior. Hal tersebut terlihat dari 9 tahun karir pemain asal Tuban tersebut meman dihabiskan berkostum Singo Edan. Perannya juga cukup sentral sebagai gelandang pengangkut air. 

Hanya saja Sam Kepet melihat bahwa manajemen Arema pasti sudah benar - benar berhitung, sehingga mau melepas pemain berlabel Timnas tersebut ke Borneo FC. Mantan dirigen Aremania ini menilai bahwa saat ini manajemen Arema mungkin sudah memiliki sosok pengganti Hendro, baik dari internal tim maupun eksternal. 

"Terimakasih Hendro sudah bahu membahu bersama Arema selama ini. Pemain keluar masuk dalam klub sepakbola profesional adalah hal wajar. Tidak perlu terus larut dalam kesedihan. Saya yakin manajemen (Arema) sudah punya sosok pengganti," ucap Kepet. 

Dalam pandangan Kepet, saat ini di Arema sendiri, sebenarnya sudah ada beberapa sosok pemain muda yang siap mnggantikan Hendro karena punya kemampuan dan karakter yang nyaris sama. Mereka adalah Jayus Haryono dan juga Hanif Sjahbandi. 

"Kalau saya sih tenang, karena di Arema masih ada stok pemain muda yang bisa gantikan Hendro. Mereka ada Jayus Haryono dan Hanif Sjahbandi. Bahkan Hanif sendiri juga berlabel Timnas. Sehingga memang kemampuan nya tidak perlu diragukan. Kalau Jayus tinggal jam terbang terus ditingkatkan," beber pria yang kini juga menekuni karir sebagai content creator tersebut. 

Soal pengganti Hendro dari luar, Kepet mengakui lebih percaya kepada manajemen dan pelatih Arema baru nanti. Hanya saja kalau dia menyarankan, Arema sudah tidak lagi perlu mencari pemain baru, karena memang sudah ada Jayus dan Hanif. 

Hendro Siswanto, pemain yang 9 tahun terakhir mengarungi karir bersama Arema, menjelang musim kompetisi 2021 memutuskan hengkang ke Borneo FC. Alasan pemain berusia 30 tahun tersebut menerima tawaran Borneo adalah karena Arema tidak bisa memberikan jaminan karir bagi dirinya dalam mengarungi musim 2021. 

"Arema belum berani memberikan kejelasan, hanya lisan saja. Nah ini mumpung ada klub yang membutuhkan saya, dan bisa menghargai saya dengan baik. Berani mengajukan kontrak, meskipun belum ada kejelasan kompetisi. Sudah tanda tangan kontrak dulu dan beres. Baru menunggu kepastian kompetisi," ujar Hendro Siswanto, seperti dilansir dari Kompas.com. 

PSSI Resmi Batalkan Liga 1 dan 2 Musim 2020-2021


sumber gambar; pssi.org

Asa klub-klub sepakbola profesional di Indonesia untuk kembali merasakan atmosfer kompetisi Liga 2020-2021 pupus sudah, setelah PSSI resmi membatalkan penyelenggaraan kompetisi di dua kasta (Liga 1 dan Liga 2) yang sempat berjalan beberapa waktu, sebelum ditunda hampir sembilan bulan terakhir, akibat pandemi global Covid-19.

Pembatalan status kompetisi tersebut, disampaikan PSSI melalui website resmi mereka pssi.org pada Rabu 20 Januari 2021. Keputusan diambil dalam rapat Exco yang dihelat di hari yang sama.

Hasil utama rapat tersebut adalah, pembatalan status kompetisi musim 2020-2021 karena kondisi force majeur, berkaitan dengan pandemi global.

Selain itu rapat di Jakarta tersebut, juga menhasilkan keputusan, bahwa kompetisi musim 2020-2021 tidak menghasilkan juara dan degradasi.

Kemudian hasil rapat berikutnya adalah, peserta di kompetisi Liga 1 dan 2 musim 2021 adalah klub kontestan dari musim sebelumnya.

Terakhir, rapat Exco juga memutuskan kontrak pemain diatur oleh klub dengan merujuk pada aturan keadaan force majeur yang sudah tertera dalam kontrak masing – masing klub.

Ketua PSSI Mochamad Iriawan menyampaikan, bahwa keputusan Exco PSSI ini merupakan suara dari berbagai klub Liga 1 dan 2. Sebelumnya pertemuan antar pimpinan klub sudah digelar pada 15 Januari 2021.

''Berdasarkan masukan dan kemudian Exco PSSI membahasanya, akhirnya diputuskan soal kejelasan Liga 1 dan 2 itu. Exco PSSI memutuskan kompetisi Liga 1 dan 2 musim 2020 dibatalkan,'' kata Iriawan.

Sementara, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita, menyampaikan, sebelum keputusan Exco PSSI, dirinya sudah berkomunikasi intens dengan semua klub Liga 1 dan 2 secara daring.

''PT LIB sudah mempresentasikan alasan kenapa liga tidak diizinkan, termasuk surat permohonan izin dan berbagai upaya yang sudah dilakukan termasuk melakukan kunjungan kepada petinggi/pejabat terkait,'' imbuhnya.

Sedangkan Direktur Operasional PT LIB Sudjarno menuturkan, pada pertemuan daring tersebut, klub Liga 1 dan 2 rata-rata menginginkan kompetisi musim 2020 dibatalkan. 

''Kesimpulannya klub-klub Liga 1 ingin menatap musim baru. Mereka menginginkan musim 2020 dibatalkan dan musim 2021 dimulai. Demikian pula dengan mayoritas klub Liga 2 sepakat agar kompetisi musim 2020 dibatalkan,'' ujar Sudjarno.

Klub-klub Liga 1 dan 2 juga menyarankan agar PT LIB sudah mengantongi izin dulu dari Mabes Polri, sehingga klub akan lebih mudah untuk mempersiapkan musim kompetisi 2021.

 

Nelly Apresiasi Prestasi PSSI di Porprov 2019


Pesta olahraga terbesar se-Jatim, Porprov 2019 sudah berakhir. Secara umum, Kota Malang memang mengalami degradasi prestasi, dengan merosot ke peringkat ke-4. 
Namun begitu, prestasi tim-tim PSSI Askot Malang ternyata cukup mendapat perhatian.

Dalam Porprov 2019, PSSI berjuang dalam tiga tim, yang kesemuanya lolos melalui babak pra. Yaitu sepakbola, futsal putra dan futsal putri. 

Ternyata tiga tim tersebut mampu menunjukkan performa yang menjanjikan. Tim sepakbola jadi semifinalis dan menduduki peringkat 4. Futsal putra meraih medali perak, serta futsal putri mendapatkan perunggu. 

Hasil ini mendapat apresiasi dari Humas KONI Kota Malang, Laily Fitriyah Liza Min Nelly. Menurutya, prestasi ini merupakan lompatan besar bagi PSSI dibandingkan Porprov V Banyuwangi. 

"Selamat buat PSSI Askot Malang. Mungkin secara target belum memenuhi. Tapi menempatkan tiga tim sebagai semifinalis, tentu adalah hal yang patut diapresiasi," kata wanita yang akrab disapa Nelly ini. 

"Apalagi saya ingat di 2015, sepakbola kita gagal melangkah ke fase gugur. Sehingga kalau sekarang kita bisa peringkat empat ini lompatan besar," lanjutnya. 

Nelly berharap PSSI bisa benar-benar menjaga performa semua atletnya. Sehingga bisa digenjot di Porprov berikutnya pada 2021 mendatang. 

"Porprov berikutnya ada di 2021. Bola, futsal ini olahraga yang populer di Kota Malang. Kalau melihat prestasi sekarang, ini wajib kita jaga. Sehingga bisa ditingkatkan nanti di Jember," pungkas Nelly. 

Sepakbola Kota Malang kalah dari juara Porprov 2019 Tuban 2-0 di babak semifinal, sebelum akhirnya ditekuk tuan rumah lainnya Lamongan di perebutan tempat ketiga 2-1. Sementara futsal pria harus mengakui keunggulan Surabaya di babak final dengan skor 4-1. Sedangkan tim futsal wanita meraih medali perunggu, setelah mengalahkan tim daerah tetangga 4-2.

Soal Pengunduran Jadwal Lawan Persib, Arema Tegas Menolak


FOKUSMALANG.COM- Keputusan PSSI dan PT LIB untuk menunda laga pekan ke-4 Shopee Liga 1 dari 14-16 Juni menjadi 27-28 Agustus 2019, langsung menuai penolakan dari kubu Arema FC. 

Arema FC sendiri sejatinya akan menjamu Persib Bandung pada laga pekan ke-4 di Jumat 14 Juni 2019. Namun karena berbenturan dengan jadwal pertandingan Timnas di 15 Juni mala laga tersebut plus delapan laga lain di pekan yang sama harus mengalami pengunduran jadwal hingga 27-28 Agustus 2019.

Rupannya manajemen  Arema FC keberatan dengan perubahan dari PSSI dan PT LIB tersebut. Singo Edan merasa bahwa jadwal mereka di Bulan Agustus sudah sangat padat.

"Kami langsung mengirimkan surat penolakan atas perubahan tersebut. Karena Arema sudah bermain enam kali pada Agustus," ucap Media Officer Sudarmaji, Jumat (31/05).

Sudarmaji menambahkan soal bagaimana solusi yang diinginkan pihaknya, manajemen masih akan berkoordinasi dengan tim pelatih usai tim kembali dari masa libur lebaran.

"Tentu harapaannya jadwal bisa tetap di Juni. Namun bagaiamana solusi terbaiknya, nanti kami akan rapatkan dulu dengan pelatih," lanjut pria asal Banyuwangi ini.

Soal tiket laga 14 Juni yang terlanjur terdistribusi, Sudarmaji mengatakan belum bisa menggelar refund dalam waktu dekat. Karena Kantor Arema sudah mulai libur per 1 Juni hingga tanggal 10 Juni mendatang. 

"Kami memohon maaf kepada yang sudah terlanjur memesan tiket karena bersamaan mulai besok sampai tanggal 10 Kantor Arema FC libur idul fitri maka kita belum ambil kebijakan refund. Kami sarankan semua bersabar dan tetaplah simpan bukti pemesanan sampai menunggu keputusan berikutnya," pungkas Sudarmaji.



Belum Nyetel Sampai Laga Kedua, Begini Keinginan Comvalius Dari Arema FC



FOKUSMALANG.COM - Sylvano Comvalius, striker Arema FC jadi sosok paling disorot saat ini. Hal tersebut tidak lepas dari penilaian publik yang menganggap penyerang asal Belanda tersebut masih minim kontribusi. 

Tercatat, Arema FC hingga pekan kedua Shopee Liga 1 2019, menderita dua kekalahan di laga away, yaitu 3-1 dari PSS Sleman dan 2-0 atas Borneo FC. Comvalius sendiri baru mencetak satu gol sejauh ini, ke gawang PSS Sleman. 

Sekarang, jelang laga pekan ketiga di Kanjuruhan, Senin (27/05) melawan Persela Lamongan, nama Comvalius jadi sorotan publik. Kedatanganya di skuat Arema banyak dianggap merusak gaya dan irama permainan Singo Edan. Sehingga jauh dari bagaimana mereka bermain ketika memenangkan Piala Presiden 2019. 

Lalu, bagaimana tanggapan mantan bomber Bali United tersebut atas tudingan dan desakan publik atas penampilannya yang belum bisa tune in dengan Singo Edan? 

Seperti dilansir dari akun YouTube resmi Arema FC, Comvalius mengakui bahwa pekan -pekan pertama ini memang begitu berat. Bukan hal mudah menurutnya untuk bisa bangkit dari dua kekalahan. Namun ia yakin, dengan skuat Arema yang saat ini, Singo Edan bisa kembali berdiri dan meraih kemenangan di pekan ketiga, sekaligus laga terakhir Arema, sebelum libur lebaran. 

"Saya tahu ini adalah momen - momen yang berat. Bukan hanya bagi kami pemain, namun tentu juga untuk suporter. Saya berharap Aremania bisa terus menunjukkan dukungannya, karena itulah yang terpenting bagi kami," ucap Comvalius.

"Tidak akan mudah untuk bangkit dari dua kekalahan. Namun dengan kebersamaan yang kuat dan pemain berkualitas, saya yakin Arema akan mampu memetik tiga poin di laga ketiga nanti," lanjutnya.

Bahkan demi bisa meraih kemenangan, pemain tersubur sepanjang masa Liga Indonesia ini mengakui, bahwa ia rela untuk menjadi cadangan, atau bahkan sama sekali tidak dimainkan. 

"Saya tidak akan masalah jika dimainkan sejak menit awal, jadi cadangan, atau bahkan sama sekali tida masuk dalam skuat. Karena yang terpenting saat ini adalah Arema bisa meraih kemenangan," katanya. 

Soal dirinya yang sampai saat ini terlihat masih belum padu dengan Arema. Hal tersebut tidak dibantah oleh pemain berusia 31-tahun tersebut. Comvalius membeberkan ia masih perlu waktu untuk bisa menyatu dengan tim. Begitu juga dengan pemain lain, agar bisa memahami karakternya. 

"Berikan kami waktu sedikit lagi. Karena saya bukan seperti kebanyakan striker di Indonesia yang mengandalkan kecepatan dan terus berlari sepanjang pertandingan. Publik harus paham hal ini," 

"Saya adalah pemain bertipe target man. Saya perlu banyak dukungan dan suport dari pemain lain untuk bisa mencetak gol. Seperti yang terjadi dalam laga melawan Borneo, sama sekali tidak ada umpan silang, dan itu menyulitkan,"

"Tugas saya adalah berdiri di depan, dan mencetak gol, namun hal tersebut akan susah terjadi, jika saya sama sekali tidak mendapatkan dukungan. Semoga saja semua akan lebih baik dalam waktu dekat. Saya yakin itu," pungkas Comvalius. 




Pavel Smolyachenko Dipertanyakan Aremania, Emangnya Kenapa?

foto: Bola.com

FOKUSMALANG.COM - Catatan dua kekalahan Arema FC di laga awal Shopee Liga 1 2019, membuat Aremania kini dilanda kegalauan, jelang laga pekan ketiga di Stadion Kanjuruhan, Senin (27/05) kontra Persela Lamongan.

Disamping mempertanyakan kinerja pemain baru Sylvano Comvalius, pendukung setia Singo Edan kini juga dirundung pertanyaan soal keberadaan gelandang berpaspor Asia Pavel Smolyachenko. Lantaran pemain asal Uzbekistan tersebut hingga pekan kedua sama sekali belum merasakan merumput bersama Arema.

Aremania mulai mempertanyakan untuk apa manajemen Singo Edan mengontrak Pavel di awal musim, jika sampai sekarang pemain berusia 27-tahun tersebut jarang mendapatkan kesempatan bermain. Sebelum memasuki Shopee Liga 1, Pavel juga sulit mendapatkan tempat di ajang Piala Presiden 2019 yang sukses dijuarai oleh Milo Seslija dan pasukannya.

Padahal, beberapa Aremania, justru menyebut Pavel adalah pemain berkualitas, khususnya di lini tengah, dengan umpan - umpan terarah jarak jauhnya.

"Aneh ya pelatih, punya Pavel yang pemain impor, tapi ga pernah dimainkan. Padahal bagus juga pernah lihat. Dia punya umpan yang akurat," kata Toni Riono, Aremania asal Blimbing Malang.

Bukan hanya Toni. Aremania yang menjadi warganet juga memiliki pemikiran yang sama. Mereka mengungkapkan gagasan dan kegalauannya tersebut atas Pavel, melalui beberapa akun media sosial resmi yang dikelola Arema FC. Seperti Instagram, YouTube dan Facebook. 



Selama ini, Pavel sendiri memang seperti kalah saing dengan dua gelandang lokal Arema, Jayus Hariono dan Hendro Siswanto. Kedatangan Hanif Sjahbandi yang baru merampungkan TC bersama Timnas U-23, juga semakin menyisihkan nama mantan gelandang klub Malaysia tersebut.

Hanya saja, kinerja gelandang - gelandang lokal tersebut, dalam dua laga awal Shopee Liga 1 juga belum padu, dan masih tampak bekerja sendiri - sendiri. Apakah laga home melawan Persela di Kanjuruhan, Senin (27/05) akan menjadi debut bagi seorang Pavel? 

Dikonfirmasi terpisah, pelatih Milomir Seslija tidak mengamini. Ia hanya memberikan kode, akan memainkan pemain terbaik demi bisa membuat senang Aremania dengan kemenangan di kandang. 

3 Faktor Yang Bikin Arema 'Tak Berdaya' Dalam Dua Pekan Perdana Shopee Liga 1 2019



FOKUSMALANG.COM - Arema FC tampil mengecewakan dalam dua pekan pertama Shoope Liga 1. Setelah di laga pembukaan bertekuk lutut dari tuan rumah PSS Sleman 3-1, pada partai away keduanya, Singo Edan kembali takluk dari Borneo FC dengan skor menyakinkan 2-0. Lalu apa ya yang membuat Arema FC tampil buruk seusai menjadi juara di ajang pra musim Piala Presiden 2019? 

Simak ulasan khas berikut ini:

1. Lini belakang kurang greget




Jika di Piala Presiden 2019, duet Hamka Hamzah - Arthur Cunha da Rocha tampil prima dan solid, hingga memunculkan Kapten Hamka menjadi pemain terbaik, maka di dua laga awal Shopee Liga 1 kejadiannya menjadi berbalik. 

Kedua bek tersebut tampak seperti punya kendala dalam konsentrasi dan koordinasi, khususnya di babak kedua. Seperti kala melawan PSS Sleman, selain faktor karena adanya kericuhan yang membuat pemain sulit berkonsentrasi, harus diakui bahwa tiga gol yang bersarang ke gawang Kurniawan Kartika Ajie, khususnya di babak kedua, terlihat dari lepasnya para pemain depan lawan dari penjagaan Hamka dan Arthur. 

Hal yang sama juga tampak terjadi pada laga kedua di Samarinda. Dimana dua gol Borneo FC juga bisa dibilang terjadi karena buruknya koordinasi lini bertahan Arema FC. Gol pertama, karena Hamka yang salah sapu, hingga akhirnya bola berbelok ke gawang Kartika Aji.

Begitu pula dengan gol Lerby Eliandri. Dimana para pemain belakang Arema, khususnya dua bek tengah terlambat untuk menutup pergerakan Terens Puhiri dan Lebry Eliandry sang pencetak gol. 


2. Makan Konate yang terlalu ke belakang




Dalam dua laga terakhir, tampak perubahan signifikan dalam gaya bermain dan juga posisi gelandang andalan Makan Konate. Jika di Piala Presiden Makan lebih banyak beroperasi di sepertiga depan wilayah lawan dengan bebas. Hal ini yang membuat Konate memiliki banyak peluang mencetak gol.

Namun di dua  pertandingan Shopee Liga 1 2019, Makan kini justru lebih banyak beroperasi lebih dalam sebagai playmaker murni. Hal tersebut membuat kini Makan justru jarang terllihat di lini belakang seperti sebelumnya. 

Dalam dua laga tersebut gelandang serang asal Mali tersebut, tampak lebih banyak bertindak sebagai plyamaker dan penyuplai bola untuk Sylvano Comvalius yang dipasang sebagai striker utama. Hal ini membuat Makan minim kesempatan untuk punya kebebasan dalam mencetak gol seperti di Piala Presiden 2019.



3. Comvalius sentris



Harus diakui, masuknya Comvalius dalam skuad Arema membawa perubahan signfikan dari gaya dan formasi Arema FC. Jika sebelum Sylvano masuk, Arema lebih banyak bermaind dengan false nine dengan Makan Konate, serta tiga pemain depan yang aktif di lini depan dengan bergantian meneror gawang lawan. Namun kini berubah. 

Semua pemain kini saling bergantian dan bersama - sama memberikan suport kepada Comvalius, sebagai 'pelayan', demi bisa striker asal Belanda tersebut bisa mendapat peluang terbaik dan mencetak gol. 

Sehingga penyerang - penyerang seperi Riky Kayame, Dendi Santoso dan Dedik Setiawan, lebih banyak beroperasi di sekitaran kotak penalti, bukan di dalamnya, demi membuka ruang dan peluang bagi Comvalius. 

Sayangnya, Comvalius sendiri masih dalam proses adaptasi, sehingga ia dalam dua laga juga tampak seperti sulit untuk bermain dalam satu kesatuan dengan Arema FC. Antara mantan pemain Bali United tersebut dengan rekan setimnya di Singo Edan belum mendapatkan chemistry terbaik. Tentu saja hal ini memerlukan waktu dan proses. 

Mines Dendi dan Alfin, Inikah Pemain Yang Disiapkan Arema FC Kontra Borneo FC

bolasport.com

FOKUSMALANG.COM - Misi Arema FC untuk bangkit di kandang Borneo FC pada pekan kedua Shopee Liga 1 2019, Rabu (22/05) tidak akan mudah, mengingat Singo Edan kehilangan dua pemain andalan di sisi kanan, yaitu Alfin Tuassalamony dan Dendi Santoso.

Kedua pemain tersebut dipastikan absen dalam laga kontra Pesut Etam, setelah mereka tidak dibawa ke Samarinda karena masih dalam masa pemulihan cedera. Baik Alfin maupun Dendi mendapatkan cedera memar di bagian kaki ketika Arema dikalahkan PSS Sleman dalam laga perdana di Maguwoharjo 15 Mei yang lalu.

Kehilangan kedua pemain ini bisa dibilang jadi kehilangan besar bagi Milomir Seslija, mengingat keduanya selama ini selalu menjadi andalan di sisi kanan Arema, khususnya ketika menggalang serangan. 

Beberapa nama tampaknya akan disiapkan oleh Milomir Seslija untuk menggantikan Alfin di sisi bek kanan, maupun Dendi, yang selama ini aktif bermain sebagai penyerang sayap Arema FC. Mereka adalah. Ricky Akbar Ohorella atau Agil Munawar yang siap mengisi pos Alfin Tuasalamony. Serta Rivaldy Bauwo, M Rafly atau bahkan Dedik Santoso yang bisa jadi disiapkan Milo untuk menggantikan pos Dendi Santoso.

Formasi alternatif 


Namun bisa jadi, tanpa Dendi khususnya, Milo akan merubah formasi andalannya selama ini, 4-3-3, menjadi 4-4-2, dengan menempatkan duet penyerang di lini depan. Tentu saja hampir bisa dipastikan Sylvano Comvalius yang tampil prima di laga pertama, akan diduetkan dengan local heroes Dedik Setiawan. 

Sementara di lini tengah, Arema jelas memiliki begitu banyak alternatif. Jika Milo ingin pemain tengah tampil fight dan menekan, maka pilihan menempatkan Hendro Siswanto, Hanif Sjahbandi, Pavel Smolyachenko/ Jayus Hariono, dan Makan Konate bisa jadi opsi. 

Tapi jika Milo menginginkan sektor tengah yang lebih stabil baik bertahan maupun mendukung serangan lini depan, maka boleh jadi Hendro Siswanto dan Jayus Hariono akan ditempatkan di sektor tengah, ditopang duo sayap yang akan ditempati oleh Makan Konate dan Ricky Kayame.

Tampaknya apapun yang menjadi alternatif formasi dan strategi Milo Seslija untuk Arema, faktor paling penting dari Singo Edan untuk bisa memenangi laga di kandang Borneo FC kali ini adalah mental. Karena kekalahan Arema dari PSS Sleman sebelumnya, lebih banyak diakibatkan kelengahan karena mental dan konsentrasi yang terganggu akibat terjadinya gesekan antar suporter yang sempat membuat laga terhenti.

Tak Terima, Kubu Arema FC Pastikan Banding Atas Sanksi Komdis PSSI



FOKUSMALANG.COM - CEO Arema FC Ir Agoes Soerjanto berang menerima keputusan Komdis yang menghukum Arema FC denda 75 juta.

Alasannya, harusnya justru Panpel Tuan Rumah yang mendapat sanksi lebih berat karena melanggar pasal utama tentang regulasi Liga 1 2019 yakni tidak mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada tim dan fans tamu.

"Jangankan tim tamu. Saat laga pembuka juga terdapat undangan penting seperti kepala daerah setempat, pimpinan daerah lainnya serta petinggi PSSI dan LIB, apalagi ini laga pembuka Panpel tentunya sdh hrs mempersiapkan jauh lebih baik dari laga biasa. Faktanya justru timbul ricuh karena ketidaksiapan panpel. Jika tidak siap sejak awal ajukan penundaan," ujarnya.

Selain itu, aremania disetujui kuotanya 2 ribu untuk datang memberikan dukubgan kepada Tim Tamu. 

"Bayangkan Aremania seminggu sebelum berangkat ke Sleman sdh kordinasi dgn manajemen, juga panpel terkait keberangkatan keamanan dan soal tiket. Meskipun Ramadhan mereka bergembira menyambut bergulirnya Liga 1 dan datang dengan satu tujuan memeriahkan pembukaan dan mndukung timnya," imbuhnya.

Namun, faktanya tiba di Sleman yang awalnya disambut baik jelang laga malah Aremania justru mendapat sambutan yg provokatif.. Panpel tdk mampu mngantisipasi gangguan keamanan mulai dari area parkir, lorong pintu masuk sampai tribun biru dimana Aremania ditempatkan.

Terlepas klaim itu ulah provokator, berbagai fakta dan laporan beberapa media,panpel benar benar tidak sanggup menguasai keadaan, bahkan malah banyak jatuh korban dari Aremania yang semestinya sebagai tamu wajib dilindungi dan mendapatkan perlindungan.

Apalagi, ajakan Walikota Sleman agar fans tuan rumah menghentikan tindakan kekerasan kepada fans tim tamu tidak diindahkan. Malah diperkeruh pernyataan salah satu.LOC atau Panpel yg terekam secara live di TV dan dilihat oleh seluruh warga Indonesia yang seakan memprovokasi Aremania. Membuktikan bahwa panpel tuan rumah tidak mampu menghandle suasana agar lebih kondusif. Bahkan suasana makin menyudutkan Aremania dan membuat jatuh korban dan berpengaruh terhadap psikis pemain tamu dan Aremania. Sebab laga berhenti sampai 30 menit.

CEO Arema FC menambahkan hasil laporan dari polisi setempat serta Aremania ratusan Aremania mengalami luka luka dan lebih dari 50 an kendaraan bus, minibus,mobil dan motor sengaja dirusak. Ini ganti ruginya lantas menjadi tanggung jawab siapa. 

"Bahkan Aremania diluar stadion mulai laga berlangsung sampai pulang dilempari mercon, flare, kembang api bahkan ada molotov, batu dan benda benda tajam. Bagaimana tidak berdampak secara psikis kepada pemian dan suporter saat itu. Bahkan sekarang masih ada yg mengalami trauma," paparnya.



Ditambahkan, bahwa sebelum Liga digelar, tentunya unsur Panpel telah menrima pelatihan dan workshop dari LIB tentang penyelenggaraan pertandingan termasuk ada materi penyusunan rencana pengamanan. Menurut kami panpel tim tuan rumah wajib utk diupgrading kembali karena tidak mampu menjalankan materi dan arahan yg telah disampaikan saat workshop.

Kata Agus, keputusan Komdis ini sangat jauh dari harapan publik,karena kurang tegas keputusannya dan berdampak pada kualitas penyelenggaraan pertandingan. 

"Saya khawatir jika tidak ada perlindungan terhadap tim dan suporter tamu. Semua akan abai. Dan berdampak pada perilaku negatif suporter masing masing klub yang akan mengambil keputusan hukum sendiri. Dan ini tidak baik," tegasnya.

Pihak Arema FC juga mempertanyakan alasan kenapa diberi sanksi 75 juta jika alasannya karena Aremania membalas perlakuan oknum yg melakukan kekwrasan berupa pelemparan. 

"Mereka sebagai tamu merasa ingin menahan diri. Bayangkan kalau mereka hanya diam. Akan banyak korban berjatuhan. Bayangkan kalau merekaa tdk berusaha melindungi kendaraannya yang diserang. Harusnya obyektif komdis mengambil keputusan. Jika mereka membalas karena ingin mempertahankan diri dihukum. Saya khawatir Kedepan akan berdampak pada perilaku suporter," paparnya.

Dengan pertimbangan diatas dan akan disampaikan bukti bukti bahwa panpel tuan rumah tidak siap. Maka Arema FC bersiap untuk mengajukan banding untuk mendapatkan perlakuan yang adil dan obyektif. Serta semata mata,kata Agoes, untuk menegakkan regulasi dan hukum sepakbola setegak tegaknya agar sepakbola Indonesia bermartabat dan berkualitas.

Bergerak Cepat, PSSI Jatuhkan Sanksi Begini Untuk PSS Sleman, Ternyata Arema Kena Juga



FOKUSMALANG.COM - Gesekan antar suporter yang terjadi dalam laga pembuka Liga 1 2019, antara PSS Sleman vs Arema FC pada pekan lalu, berujung sanksi dari Komdis PSSI. Disamping PSS Sleman yang terkena hukuman berlapis, ternyata pihak Arema FC juga disanksi oleh Komdis. 

Seperti dilansir dari situs resmi PSSI, pssi.org, Minggu (19/05), Komdis PSSI sudah bersidang, dan menjatuhkan tiga sanksi, atas peristiwa memilukan yang terjadi di Stadion Maguwoharjo Sleman tersebut. Dua untuk PSS Sleman dan satu untuk Arema FC.

Pertama, Komdis PSSI menghukum Panpel PSS Sleman dengan hukuman penutupan sebagian tribun selatan sebanyak 4 laga dan denda Rp 50 juta. Sanksi ini diberikan, karena pihak Panpel PSS dinilai gagal memberikan rasa aman kepada semua pihak, termasuk penonton.

Kemudian yang kedua, Komdis juga menghukum klub PSS Sleman dengan denda Rp 150 juta. Akibat dari suporter PSS yang menyalakan flare, kembang api, petasan, dan terlibat baku lempar dengan suporter Arema FC, sehingga mengakibatkan laga terhenti selama hampir satu jam. 

Sedangkan Arema FC juga tak luput dari hukuman. Singo Edan dianggap bersalah, karena suporternya terlibat saling lempar dengan suporter tuan rumah dan membuat laga sempat berhenti. Atas kesalahan ini, Komdis menjatuhkan denda sebesar Rp 75 juta kepada Arema FC.





Berikut Ini Hasil lengkap Sidang Komite Disiplin, 19 Mei 2019:


1. Panitia Pelaksana Pertandingan PSS Sleman
- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
- Pertandingan: PSS Sleman vs Arema FC
- Tanggal kejadian: 15 Mei 2019
- Jenis pelanggaran: Panpel PSS Sleman gagal memberikan rasa aman dan nyaman terhadap pemain, ofisial, perangkat pertandingan dan penonton.
- Hukuman: Sanksi penutupan sebagian stadion pada tribun selatan sebanyak 4 kali dan denda Rp. 50.000.000,-



2. PSS Sleman
- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
- Pertandingan: PSS Sleman vs Arema FC
- Tanggal kejadian: 15 Mei 2019
- Jenis pelanggaran: supporter PSS Sleman menyalakan flare, kembang api, petasan, terlibat saling lempar dengan supporter Arema FC sehingga pertandingan terhenti selama 55 menit.
- Hukuman: denda Rp. 150.000.000,-



3. Arema FC
- Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
- Pertandingan: PSS Sleman vs Arema FC
- Tanggal kejadian: 15 Mei 2019
- Jenis pelanggaran: supporter Arema FC terlibat saling lempar dengan supporter PSS Sleman sehingga pertandingan terhenti selama 55 menit.
- Hukuman: denda Rp. 75.000.000,-


Pasca Peristiwa Sleman, Segini Kerugian Aremania



peristiwa Sleman, tgl 17 lalu Manajemen Arema FC melakukan kordinasi dgn aremania. 

Dalam kordinasi itu sd sedikitnya didata ada sekitar 40 kendaraan rusak diantaranya 5 bus dan sisanya roda empat. Rata rata rusaknya kaca pecah dan bodi ringsek. Pendataan akan terus dilakukan terakhir tgl 22 mei. Aremania memberikan saran agar dilakukan kegiatan pengumpulan donasi. Langkah awal donasi yakni diberikan dari manajemen sebesar 20 juta. 

Beberapa langkah yg dilakukan lainnya untuk pengumpulan donasi yakni aremania akan membuka rekening bersama rencananya baru Senin ini utk menampung Aremania luar kota yg ingin menyumbang. 

Lainnya hari ini akan mengajak aremania mmberikan support moril kepada tim agar kembali semangat di latihan di Stadion Gajayana serta mengajak aremania berdonasi. 




Rencana lain  Rabu akan dilakukan Nobar di salah satu gedung di Poltek dgn meniketkan 10 ribu dan hasilnya semuanya didonasikan. Aremania sepakat tdk akan mencari donasi di jalanan krn ini bukan peristiwa bencana alam jika ada akan diingatkan secara preventif. 

"Aremania sepakat bahwa donasi ini sifatnya santuan kepada mereka yg kendaraannya menjadi korban bukan menanggung seluruh biayanya. Selain itu aremania juga akan berkirim surat ke panpel pss sleman dan kepolisian setempat agar respect dan bertanggung jawab atas dampak peristiwa itu dimana panpel tdk mampu memberikan rasa aman dan nyaman kpd tim dan fans tim tamu," kata Media Officer Arema FC Sudarmaji.

Aremania juga tegaskan bahwa Aremania kedepan fokus untuk mengelamatkan kompetisi dan memberikan dukungan terus terselenggaranya kompetisi dengan tetap meminta ada penegakan regulasi dan penegakan hukum atas ulah provokasi yg memicu peristiwa tersebut.

Fokus PSSI, Iwan Budianto Resmi Lepas Jabatan di Arema FC


  • FOKUSMALANG.COM - Arema FC, membuka lembaran tahun 2019 dengan kejutan. Dimana CEO Iwan Budianto (IB) akhirnya memilih menaruh jabatannya, demi bisa fokus sebagai Wakil Ketua Umum PSSI. 
    Hal tersebut disampaikan melalui sebuah pernyataan pers yang dikirimkan manajemen Arema FC ke para pewarta olahraga, termasuk fokusmalang.com, Senin (21/01). 
  • IB secara gamblang disebutkan sudah tidak lagi memangku jabatan sebagai CEO Arema FC, pasca dirinya kembali diangkat sebagai wakil ketua umum PSSI.
  • IB merasa perlu untuk tidak rangkap jabatan, sebagai bagian dari komitmen nya sebagai bagian dari PSSI, serta menjaga integritas induk organisasi sepakbola tersebut, yang akhir -akhir ini terus menjadi sorotan publik. 
  • Terkait dengan nasib Arema FC, IB memastikan bahwa tidak akan ada yang berubah dari klub berlogo khas singa tersebut. Karena selama ini Arema sudah ditangani oleh orang - orang profesional, yang memiliki kompetensi di bidangnya masing - masing. 
  • Selain itu, Arema juga sudah memiliki program kerja yang jelas dan terukur, yang selama ini sudah berjalan sesuai dengan rel nya. 
  • Berikut adalah pernyataan resmi lengkap dari Arema FC
Rilis Resmi Arema FC
IB Tidak Lagi CEO Arema FC

Dalam Kongres Biasa PSSI 2019 salah satu keputusannya menanggalkan jabatan Kepala Staf PSSI yang selama ini dijabat Iwan Budianto atau akrab dipanggil IB dan mengembalikan posisinya sebagai Waketum PSSI sesuai saat dipilih pada Kongres PSSI Nopember 2016. 

Karena berkomitmrn memajukan PSSI. Sejak terpilih, IB telah mengikhlaskan dengan tegas untuk tidak aktif mengelola klub kesayangannya Arema FC.

Namun IB sangat memahami dinamika publik berkembang pesat dan memunculkan perbedaan pendapat dan persepsi publik tentang kecurigaan aktifitasnya yg dianggap masih aktif baik di PSSI maupun klub kesayangannya.

Maka dalam kesempatan ini. IB kembali tegaskan bahwa pihaknya memastikan sudah tidak aktif dalam pengelolaan di Arema FC. 

Meskipun dalam badan hukum kepemilikan Klub Arema FC, IB tercatat sebagai salah satu pemegang sahamnya.

Dan untuk menjaga integritasnya, IB menyatakan sekaligus menegaskan bahwa IB tidak lagi menjabat CEO Arema FC

Pernyataan ini sekaligus menjadi komitmen PSSI pasca mundurnya Ketum PSSI Bapak Edy Rahmayadi agar PSSI lebih baik tentu menjadi motivasi tersendiri bagi IB untuk lebih memaksimalkan waktu tenaga dan pikirannya di PSSI.

Sikap ini juga dianggap perlu demi menjaga integritas PSSI dan sebagai tanggung jawab moral kepada para anggota yang memilihnya

Keputusan tidak lagi aktif sebagai CEO Arema FC, supaya juga tidak ada lagi hiruk pikuk orang yang secara tidak sengaja terseret berbuat dosa dengan melakukan fitnah terhadap dirinya

IB menambahkan selama tidak aktif di Arema FC sejak terpilih sebagai Waketum, meyakini bahwa Arema FC sebagai klub profesional telah mampu menjalankan pengelolaannya sesuai program yang disusun sekaligus memenuhi target yang dicanangkan. 

Dikarenakan Arema FC telah dikelola oleh tenaga profesional di bidangnya utamanya dalam pengelolaan sepakbola modern

Diakhir rilis ini, IB  memohon doa restu saran dan masukan dari seluruh masyarakat bola Indonesia agar dalam mengemban tugas di PSSI membawa kebaikan dan berprestasi. (**)

Bukan Unggulan, Klub Lawas Kota Malang Ini Justru Terus Melenggang Mulus di Liga 3, Apa Rahasianya?


FOKUSMALANG.COM - Persema 1953 sebelumnya sama sekali tidak diperhitungkan di Liga 3. Bahkan namanya kalah tenar dan dukungan dibanding tim sekota Arema Indonesia yang sama-  sama di kasta terendah sepak bola Indonesia tersebut. 
Namun hasil akhir harus bekata lain. Arema Indonesia yang ramai dukungan, justru melempem dan gagal lolos dari fase awal zona Jawa Timur. Sementara Persema 1953 terus melaju mulus hingga kini di ambang menuju babak 32 besar nasional.
Peluang Persema untuk menuju ke babak 32 besar, sekaligus membuka peluang bisa melangkah ke Liga 2 kini terbuka lebar, setelah pada babak pendahuluan, anak asuh Joko Kuspito ini sukses mengalahkan tamu nya PSKC Cimahi di Stadion Gajayana Malang pada Rabu (07/11) dengan skor 2-0.
Meskipun dinilai Ketua Umum PSSI Askot Malang Haris Tofly kemenangan ini belum aman, karena Persema masih harus berkunjung ke markas PSKC di Cimahi pada 17 November mendatang, namun ia sangat optimis Jaya Teguh Angga dkk bisa melewati hadangan pasukan Robby Darwis tersebut. 
"Kami masih belum bisa sepenuhnya tenang. Kemenangan 2-0 ini belum memastikan langkah kami aman. PSKC tim yang tangguh di kandangnya, kami juga berpotensi kehilangan beberapa pemain karena cedera. Karena itu, tim tidak boleh terlena," tutur Haris. 
"Meskipun mungkin berat, namun saya pribadi sangat optimis kami bisa melewati hadangan PSKC. Selama ini mental tanding anak - anak sudah terbukti. Meskipun Persema 1953 ini tidak diunggulkan sejak awal, namun karena motivasi kuat anak - anak, kami bisa terus melaju. Saya bangga, para pemain bisa terus bersemangat, meski sebenarnya secara manajemen tim ini belum maksimal," lanjutnya. 

Soal kekuatan tim, Haris juga berjanji, jika Persema bisa lolos ke fase berikutnya, maka ia akan menambah kekuatan dari pemain senior, sesuai dengan regulasi yang sudah ditetapkan. 
"Tim ini masih banyak kekurangan. Karenanya, kalau bisa melawati PSKC, kami akan menambah kekuatan. Tim pelatih sudah punya pandangan soal siapa - siapa pemain yang akan diusung memperkuat Persema di fase berikutnya. Tapi yang penting kami lolos dulu dari PSKC," tutup Haris.

SSB UMM Ditarget Emas Di Piala Menpora 2018


FOKUSMALANG.COM - Tim Sekolah Sepak Bola Universitas Muhammadiyah Malang (SSB UMM) punya target tinggi di ajang Piala Menpora U-12 di Balikpapan pada 28 Agustus 2018 mendatang. 

Tim asal Kota Malang tersebut ditargetkan bisa meraih juara pada turnamen level nasional tersebut.

Target tinggi bagi SSB UMM tersebut disampaikan langsung oleh pembina SSB UMM Haris Tofly.

Menurutnya dengan kemampuan yang ada, serta pemusatan latihan intens selama hampir dua pekan terakhir, ia bisa berharap kemampuan para pemainnya meningkat, dan mampu membawa pulang gelar juara. 

"Anak -anak ini luar biasa. Mereka punya fisik yang bagus. Apalagi TC kami gelar secara intens di kawasan UMM, dengan menginap di asrama, sehingga kerja sama tim dan fisik mereka sudah terbangun dengan baik. Kami yakin mereka akan bisa meraih emas," kata Haris kepada fokusmalang.com, saat ditemui di acara pelepasan SSB UMM di Lapangan UMM, Minggu (26/08).


Menurut pria yang juga Ketua Askot PSSI Kota Malang tersebut, dia memprediksi bahwa lawan berat yang bisa jadi ganjalan para pemainnya adalah tim asal Jakarta ASIOP Apacinti. 

"Insha Allah kami sudah siap. Mungkin ganjalan yang menghadang ada dari tim asal Jakarta, mereka ini adalah salah satu yang terbaik di Tanah Air. Tapi dengan kepercayaan diri tinggi anak - anak, saya yakin mereka bisa mengatasinya," lanjut Haris.

SSB UMM sendiri berhasil meraih tiket ke babak final, setelah berhasil menjadi juara Regional Jawa Timur pada 12 Agustus yang lalu di Lapangan Luar Stadion Gajayana. 

Juara dari Piala Menpora U-12 ini, nantinya akan mendapatkan tiket untuk mengikuti kejuaraan Singha Cup di Singapura.

Thiago Bukan El Loco


FOKUSMALANG.COM - Kini publik bola Malang Raya tengah punya tambatan hati baru, dia adalah penyerang Arema FC Thiago Furtuoso. Bahkan kini Aremania mulai membanding – bandingkan pemain asal Brasil tersebut, dengan salah satu penyerang tersubur Arema yang baru saja meninggalkan tim Cristian Gonzales. Bernakah Thiago pengganti yang tepat bagi El Loco?
Sebenarnya sangat tidak tepat ketika membandingkan seorang Thiago Furtuoso dengan Cristian Gonzales, kenapa? Karena keduanya punya karakter yang sangat berbeda, dan juga pendekatan sepakbola yang tak serupa.
Cristian Gonzales, merupakan seorang finisher sejati. Ia memang tidak punya speed yang luar biasa, serta gerakan yang cepat dan sporadis, namun soal penyelesaian akhir dia memang jagonya. Peluang sekecil apapun, akan selesai ketika bola mendarat dengan tepat di kaki pemain berusia 41 tahun tersebut.
Selain itu dengan senioritas dan pengalamannya, El Loco juga bisa bertindak sebagai perusak lini belakang lawan. Ia sangat sering mencoba mematahkan konsentrasi para bek dengan gaya dan permaiannnya yang membuat mereka tergoda untuk bertindak kasar kepada eks striker Persib Bandung tersebut.

Disamping El Loco juga memang punya kharisma yang membuatnya sangat dihormati dan disegani baik kawan maupun lawan di lapangan hijau.
Lalu bagaimana dengan Thiago Furtuoso? Nah pemain berusia 30 tahun ini juga sebenarnya bertipikal penyerang murni. Jago dalam bola udara, punya kecepatan dan juga ditunjang dengan fisik yang mumpuni, membuat mantan jagoan Bhayangkara FC tersebut jadi predator yang berbahaya.
Mendapatkan kembali posisi aslinya sebagai penyerang nomor 9 di Arema, rupanya juga memberikan Thiago semangat baru. Lantaran musim lalu bersama Madura United, ia lebih banyak difungsikan sebagai penyerang bayangan, alias ‘pelayan’ dari Peter Odemwingie. Ia sendiri mengaku sama sekali tidak menikmati perannya di Madura tersebut.
Rupanya reposisi ini yang membuat para lawan Arema selama di Piala Presiden lengah. Maklum saja, karena mereka sudah terbiasa melihat Thiago sebagai seorang gelandang serang. Sehingga penjagaan pun sedikit melemah kepada pemain yang memilih nomor 99 di Arema ini.

Lalu bagaimana komentar Thiago ketika dikomparasi dan dinilai sebagai pengganti El Loco? Nah atas hal ini, rupanya pria yang selalu menebar senyum ini lebih memilih merendah.
“Cristian (Gonzales)? Wah dia adalah pemain besar. Dia adalah pria yang hebat. Saya selalu kagum ketika bertemu dengannya. Sehingga rasanya saya tidak mungkin bisa menggantikan dia. Kalau saya dibandingkan dengan dia? Tentu saya akan merasa terhormat. Namun sekali lagi, saya tidak ingin menjadi penggantinya di Arema,” papar Thiago Furtuoso beberapa waktu yang lalu.

Jadi, apakah anda masih ingin membandingkan EL loco dengan Furtoso, atau menurut anda siapa yang lebih hebat diantara keduanya?