Kolaborasi Dengan KPU, Bawaslu dan Kepolisian, IJTI Korda Malang Raya Gelar Diskusi Publik Jurnalisme Positif

 

Fokusmalang.com - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang Raya bakal menggelar diskusi publik bertema "Jurnalisme Positif Menuju Pemilu Damai" di gedung Amphitheater, Malang Creative Center, Selasa (19/12/23). Diskusi tersebut menghadirkan narasumber dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, KPU Kabupaten Malang, KPU Kota Batu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang, Bawaslu Kota Malang, Polresta Malang Kota, dan Polres Malang.


Ketua IJTI Korda Malang Raya, M. Tiawan, mengatakan bahwa diskusi tersebut diadakan untuk meningkatkan pemahaman jurnalisme tentang jurnalisme positif. Menurutnya, jurnalisme positif merupakan salah satu cara untuk mengajak masyarakat agar bisa menjaga integritas bangsa, sekaligus membangun literasi masyarakat yang lebih baik ditengah kontestasi Pemilu tahun 2024 mendatang. 


Bagi IJTI sendiri jurnalisme positif adalah sebuah  gagasan atas produk jurnalistik yang tidak hanya sekedar menyampaikan berita atau informasi belaka, namun sebuah berita yang juga harus memberikan harapan kepada masyarkat yang tetap berpegang teguh pada kaidah-kaidah dan etik jurnalis. 


"Sehingga dalam kontestasi pemilu ini, diharapkan setiap pemberitaan yang dilakukan teman-teman media, terutama anggota IJTI harus menghindari unsur-unsur provokatif yang bisa berdampak tidak baik pada iklim pemilu,"kata pria yang juga jurnalis Kompas TV wilayah Malang Raya ini, Senin (18/12/23). 


Diskusi publik tersebut diikuti oleh beragam jurnalis dari berbagai media massa di Malang Raya, serta perwakilan Pers Mahasiswa (Persma) se-Malang Raya. 



Fauzi berharap bahwa diskusi tersebut dapat memberikan manfaat bagi para jurnalis untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang jurnalisme positif.


Senada dengan ketua IJTI Korda Malang Raya, Deni Irwansyah selaku ketua panitia diskusi mengatakan jika perhelatan Pemilu 2024, menjadi momen tepat, bahwa salah satu faktor yang bisa membuat jalannya pemilu damai, adalah dengan menerapkan jurnalisme positif. 


"Digelarnya sharing session ini agar seluruh stakeholder mampu menjabarkan kendala yang ada di tiap wilayah (Malang Raya) dan menemukan solusi," bebernya.


Pria yang juga jurnalis dari media INewsTV itu menambahkan bahwa digandengnya Pers Mahasiswa (Persma) yang ada di Malang menjadi langkah awal bagi kaum milenial agar mampu menulis dan berpartisipasi secara kritis terkait Pemilu yang bakal berlangsung pada 2024 mendatang. 


"Digandengnya Pers Mahasiswa, karena Persma merupakan jalan awal generasi milenial menulis kritis, dan mampu berkarya sesuai kaidah jurnalistik," tambah Deni. 


Dalam diskusi kali ini, IJTI Korda Malang juga mengajak kawan-kawan Persma untuk mengikuti lomba karya jurnalistik sesuai tema yang diangkat. 


"Penghargaan yang diberikan dalam Persma Awards diharap memicu kreatifitas rekan Persma, dan turut mewujudkan pemilu damai, melalui karya jurnalistik yang mereka buat,"pungkasnya.(humas ijti Korda Malang Raya)

SSB Castindo FA, Bersiap Harumkan Nama Kota Malang di Barati Cup 2024

 


Fokusmalang.com - Sebagai salah satu sekolah sepabola yang berbasis di Kota Malang, Castindo mendapatkan kehormatan terpilih menjadi salah satu peserta turnamen nasional Barati Cup 2024 yang rencana diadakan di Bali pada akhir bulan Februari 2024. Beragam persiapan pun dilaksanakan oleh SSB yang bermarkas di Lapangan Caliber Lesanpuro tersebut.

Menurut Owner dari Castindo FA Malang, Ali Nurdin, pihaknya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa berlaga di Barati Cup yang akan mempertemukan puluhan SSB dari beragam provinsi di Indonesia tersebut. Apalagi menurutnya untuk bisa berpartisipasi dalam Barati Cup 2024 tidak mudah, karena SSB harus mengikuti serangkaian seleksi teknis dan administrasi dari penyelenggara turnamen U-12 tersebut. 

"Kami akan bekerja keras di Barati Cup nanti. Semoga target masuk semifinal bisa terpenuhi. Karena ini adalah kesempatan yang berharga setelah seleksi ketat yang kami ikuti sebelum ini," ucapnya ketika ditemui tim Fokusmalang belum lama ini. 

Ali Nurdin - Owner Castindo FA


Ditambahkan Ali Nurdin, bahwa demi bisa mewujudkan target tersebut, pihaknya juga siap menggelar pemusatan latihan, termasuj ujicoba, serta juga mengikuti turnamen pra musim. 

"Persiapan teknis jelas akan kami laksanakan dengan baik. Mulai dari TC, pertandingan ujicoba hingga nanti mengukuti turnamen regional, sebelum nanti benar - benar kami terjun di Barati Cup 2024," lanjutnya.

Soal chemistry pemain, Ali Nurdin melihat tidak ada masalah, karena tim yang akan diturunkan di Barati adalah skuad yang sudah berkumpul bersama dalam tiga tahun terakhir. 

"Chemistry anak - anak sudah pasati OK ya, karena sesuai umur SSB ini tiga tahun, selama itulah mereka juga sudah berkumpul. Sehingga ke depan yang perlu ditingkatkan adalah pengalaman tanding dan pemahaman taktik strategi, karena mereka tentu akan bertanding melawan tim yang karakter nya berbeda - beda di Barati," imbuhnya. 



SSB Castindo FA sendiri terbilang sekolah sepakbola baru. Baru berusia sekitar tiga tahun, anggota PSSI Askot Malang tersebut, saat ini sudah memiliki 50an siswa yang terdiri dari beragam kelompok usia. 

Bekal untuk Sukses Akademik: Mahasiswa STAH Santika Dharma Malang Dapat Pelatihan Menulis Ilmiah

 

Di balik sorotan dunia akademik yang sering kali menyoroti hasil-hasil penelitian, ada sebuah upaya yang tak kalah penting, yaitu pengabdian masyarakat. Bertempat di Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Santika Dharma Malang, Tim Dosen Administrasi Publik Universitas Merdeka Malang menyelenggarakan sebuah kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk membantu mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan menulis ilmiah dan manajemen referensi.


Kegiatan pengabdian masyarakat ini bukan hanya sekadar seminar atau pelatihan biasa. Ini adalah sebuah aktivitas yang melibatkan mahasiswa secara aktif dalam proses pembelajaran, menggali pengetahuan dan keterampilan yang mendalam tentang karya ilmiah dan manajemen referensi.


Kegiatan dimulai dengan pengenalan karya tulis ilmiah kemudian dilanjut dengan program pelatihan yang berfokus pada keterampilan menulis karya ilmiah dan manajemen referensi yang efektif. Sebelum acara ini, mayoritas peserta belum memiliki pengetahuan tentang aplikasi Mendeley, alat manajemen referensi yang umum digunakan dalam dunia akademik. Namun, setelah mengikuti pelatihan, mereka menjadi akrab dengan alat ini.


Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah memberikan pemahaman dasar kepada mahasiswa tentang karya ilmiah, manajemen referensi, dan penggunaan tools penulisan karya ilmiah seperti Mendeley. Selama pelatihan, mahasiswa diajak untuk terlibat aktif dalam diskusi, studi kasus, dan latihan praktis.

 Mereka diberikan panduan langkah demi langkah tentang cara melakukan penulisan ilmiah yang efektif dan mengelola referensi dengan benar menggunakan manajemen referensi Mendeley. Demikian, Sebagian besar peserta merasa bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru atau pemahaman yang lebih dalam tentang penulisan karya ilmiah dan manajemen referensi.

Lebih dari sekadar hasil akhir, keberhasilan kegiatan ini terletak pada pengembangan keterampilan dan pemahaman mahasiswa serta peningkatan awareness dalam perkembangan teknologi pendukung penulisan ilmiah. Kegiatan ini adalah investasi dalam pendidikan tinggi, membantu mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan menulis ilmiah yang kuat dan manajemen referensi yang baik, yang akan membawa manfaat dalam perkembangan intelektual mereka dan masa depan akademik yang cerah.


Pengabdian masyarakat seperti ini adalah contoh nyata bagaimana sebuah institusi pendidikan tinggi dapat membantu mahasiswa dari berbagai lintas akademik dengan lebih dari sekadar teori, tetapi dengan keterampilan yang akan membawa mereka jauh dalam dunia akademik dan profesional.


Tentang Penulis:

Artikel ini disusun oleh tim dari Program Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka (UNMER) Malang dengan dukungan materi dan moril penuh dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang (LPPM) UNMER. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kami untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat akademik dan pendidikan. Tim penelitian terdiri dari mahasiswa dan dosen dari jurusan Administrasi Publik UNMER yang bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Santika Dharma Malang sebagai mitra pengabdian masyarakat.

Emas Pertama Kota Malang Dipersembahkan Aqilah dari Taekwondo

 



Medali emas pertama bagi Kota Malang di ajang Porprov Jatim VIII 2023, akhirnya didapatkan pada hari ke-2 pertandingan cabang olahraga taekwondo yang digelar di Kabupaten Jombang, Selasa (05/09). Emas perdana bagi Bhumi Arema dipersembahkan taekwondoin putri Aqilah Putri Azza dari kelas kyorugi putri F-57.


Aqilah berhasil mendapatkan medali emas, setelah di babak final menundukkan lawannya yang berasal dari Kabupaten Malang. Kemenangan ini sendiri langsung disambut gempita oleh Aqilah dan seluruh ofisial taekwondo yang hadir di arena pertandingan. 


Menurut Aqilah laga final ini tidak mudah. Apalagi di Porprov sebelumnya (2022) langkahnya hanya terhenti di babak perempatfinal. Sehingga ia mengungkapkan sempat merasa tegang dan grogi sebelum bertanding di partai puncak. Apalagi ini merupakan peluang emas perdana bagi Kota Malang.


“Untuk pertandingan porprov sendiri, ini proprov kedua saya. Tantangan terbesar adalah  dikarenakan lawan saya juga bagus mainnya. Agak deg-degan juga sih. Tp saya mendengarkan apa kata pelatih saya. Saya tidak mungkin berhasil tanpa arahan dari pelatih,” ungkap alumnus SMAN 7 Malang ini.



Atas hasil emas tersebut, Aqilah merasa sangat bangga dan berharap torehannya di Porprov Jatim VIII, akan menjadi motivasi bagi para atlet lain yang akan berlaga untuk bisa meraih hasil terbaik bagi Kota Malang. 


“Saya bangga bisa mewakili kota malang di ajang porprov VIII kali ini. Dan alhamdulillah atas hasil.yg sudah kami raih.

Hasil.tersebut juga atas berkat bimbingan para sabeumnim dan suport dari KONI Kota malang juga .Tak lupa kami panjjatkan puji syukur yg tak terhingga  kepada Allah SWT yang mana telah memberikan kesempatan kpd saya utk mendapatkan medali emas kali ini. Terima kasih juga kepada kedua orang tua saya jg keluarga yg selalu mendukung saya,” ucap remaja putri yang kini tengah mengejar cita – cita menjadi anggota Polwan atau TNI tersebut.


Hingga Selasa (05/09) sore, Kota Malang sudah mengumpulkan 1 medali emas, 2 medali perak, dan  8 perunggu. Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah, karena Rabu (06/09) cabor taekwondo, masih akan melangsungkan pertandingan. 


Candi Karang Besuki (ꦕꦟ꧀ꦝꦶꦏꦫꦁꦧꦼꦱꦸꦏꦶ) Pesona yang Tersembunyi



Candi Karang Besuki atau Candi Vasuki merupakan candi peninggalan Kerajaan Kanjuruhan. Candi Karangbesuki terletak di sudut timur laut pemakaman umum di Dusun Gasek, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Jaraknya sekitar enam kilometer di sebelah barat pusat kota Malang atau sekitar 500 meter di sebelah utara Candi Badut. Saat ini, kondisinya tinggal reruntuhan, hanya menyisakan struktur pondasi batu andesit berukuran 7 x 7 meter. Bangunan candi berada di lembah Kali Metro. Diperkirakan, bangunan candi setinggi 8 meter dengan posisi menghadap ke barat.

Menurut seorang sejarahwan,  Hendrik yang juga merupakan anggota PPBI, candi Karangbesuki diperkirakan telah berdiri bersamaan dengan Candi Badut, yakni sejak abad 8 Masehi. Kondisi candi berupa tumpukan bebatuan, tidak utuh, hanya tersisa kaki dan pondasi candi. Namun, bangunan candi diperkirakan setinggi 8 meter menghadap ke barat. Bersamaan dengan candi, juga ditemukan arca Resi Agastya, arca Ganesha, arca Durga dan sebuah Yoni. Arca Durga dan bagian lingga sudah hilang, sedangkan ketiga lainnya berhasil diselamatkan. Arca Resi Agastya disimpan di Museum Mpu Purwa dan arca Ganesya dipindah ke situs Watu Gong.



Candi Karangbesuki merupakan peninggalan dari kerajaan Kanjuruhan yang merupakan sebuah kerajaan Hindu yang berpusat di daerah sekitar Kota Malang. Masyarakat sekitar mempercayai bahwa Candi Vasuki bisa membawa kesejahteraan dan keselamatan pada Masyarakat. Dalam situs candi Karangbesuki ini terdapat tulisan jawa kuno yang disebut Aksara Kawi. Aksara Kawi atau Aksara Jawa Kuno merupakan bentuk aksara yang digunakan untuk menuliskan Bahasa Jawa Kuno atau Bahasa Kawi dan berkembang di Nusantara pada abad VIII – XVI.

Profesor J.G. de Casparis dari Belanda, yaitu pakar paleografi atau ahli ilmu sejarah aksara, mengutarakan bahwa aksara hanacaraka itu dibagi menjadi lima masa utama, yaitu:

Aksara Pallawa Aksara Pallawa itu berasal dari India Selatan. Jenis aksara ini mulai digunakan sekitar abad ke 4 dan abad ke 5 masehi. Salah satu bukti penggunaan jenis aksara ini di Nusantara adalah ditemukannya prasasti Yupa di Kutai, Kalimantan Timur. Aksara ini juga digunakan di Pulau Jawa, yaitu di Tatar Sundha di Prasasti tarumanegara yang ditulis sekitar pada tahun 450 M. di tanah Jawa sendiri, aksara ini digunakan pada Prasasti Tuk Mas dan Prasasti Canggal. Aksara Pallawa ini menjadi ibu dari semua aksara yang ada di Nusantara, termasuk aksara hanacaraka. Kalau diperhatikan, aksara Pallawa ini bentuknya segi empat.





 Dalam bahasa Inggris, perkara ini disebut sebagai huruf box head atau square head-mark. Walaupun aksara Pallawa ini sudah digunakan sejak abad ke-4, namun bahasa Nusantara asli belum ada yang ditulis dalam aksara ini.

Seperti yang dapat dilihat pada gambar diatas, adalah gambaran pada saat Candi Karangbesuki ditemukan pada tahun 1900-an. Masih terlihat terawat dan indah sebelum tersisa reruntuhan akibat dari kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pelestarian cagar budaya.

Tentang Penulis:

Artikel ini di susun atas dasar pengabdian kami kelompok 11 KKN Universitas Merdeka Malang 2023 kepada masyarakat di RW 06 Karangbesuki. Tujuan dari artikel ini adalah memperkenalkan candi Karangbesuki serta memberikan pengetahuan sejarah mengenai candi tersebut.

Pernyataan Terbuka Pernah Dihukum Pidana Penjara: Sdr Mahmudi


 

Untuk memenuhi syarat pencalonan diri dalam bakal calon legislatif Kota Malang, Jawa Timur 2024, maka ,dengan ini saya :

Nama : Mahmudi
Tpt Tgl. Lahir : Malang, 08 - 12- 1985
Alamat : Jl. Laks Martadinata I/ 01, RT 004/ RW 003

Dengan ini secara jujur dan terbuka mengumumkan kepada publik, terutama masyarakat Kota Malang, bahwa saya pernah melakukan tindak pidana sehingga dijatuhi hukuman pidana penjara selama 4 (empat) tahun sesuai dengan putusan pengadilan negeri malang no 436/Pid.B/2013/PN.Mlg tanggal 07 Januari 2014, yaitu tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan pada 2013, sesuai dengan sesuai pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHPidana dan di proses sampai ke pengadilan negri malang.

9 tahun yang silam, saya dinyatakan bersalah dan di hukum penjara selama 4 ( empat ) dan saya telah menjalani dengan baik sesuai putusan hukum yang berlaku tersebut dan dibebaakan ( bersyarat ) pada tgl  10 September 2015 dan saya selesaikan putusan sesuai dengan hukum di atas pada tanggal 06 September 2017, serta saat ini telah kembali berkumpul bersama keluarga dan berkegiatan di tengah masyarakat dengan baik. 

Serta tidak akan lagi melakukan pelanggaran hukum yang sama ataupun tindak pidana lain yang berakibat hukum kepada saya.

Demikian pernyataan terbuka  ini saya sampaikan, terima kasih atas perkenalannya


Malang, 7 Juli 2023


Mahmudi


Lho, Gara - Gara Hal Ini, Musorkot KONI Kota Malang Harus Stop Ditengah Jalan dan Ditunda

 

Fokusmalang.com – Musyawarah Olahrahga Kota (Musorkot) KONI Kota Malang yang berlangsung pada Sabtu (17/12) di Hotel Savana Malang, tidak berlangsung seperti yang diharapkan. Forum untuk memilih Ketua Umum baru KONI Kota Malang tersebut justru dihentikan di tengah jalan, lantaran dinilai banyak melanggar AD/ART organisasi.

Dari pantauan Fokusmalang, nuansa berbeda memang terlihat pada Musorkot kali ini. Sejak pagi puluhan aparat gabungan TNI/POLRI sudah berjaga, baik dengan seragam maupun dengan baju bebas.

Tidak lama kemudian, musyawarah yang sejatinya dihadari oleh para pelaku olahraga di Kota Malang tersebut, justru didatangi oleh sejumlah orang yang terindikasi dari sejumlah organisasi massa, di luar keolahragaan.

Selanjutnya, ketidakberesan Musorkot juga terlihat dari molornya jadwal pelaksanaan. Dari semestinya dimulai pukul 08.00 WIB ternyata justru molor hingga pukul 11.00 WIB. Ketika Musorkot dimulai, panitia juga sempat melarang beberapa media yang hadir untuk masuk ke ruang sidang.

Di luar kebiasaan, Musorkot kali Ini, juga tidak dihadiri oleh Walikota Malang, ataupun perwakilannya, begitu juga Ketua DPRD atau yang mewakili. Hal ini tergolong tidak biasa, karena pada Musorkot tahun – tahun sebelumnya, dua pemangku kebijakan dan anggaran ini selalu hadir, ataupun diwakili bila berhalangan.

Setelah jeda Ishoma, Musorkot kembali molor. Sidang baru dimulai sekitar pukul 14.00 WIB, mengejutkannya dalam sidang ini, Ketua Umum KONI Kota Malang Eddy Wahyono di depan anggota KONI Kota Malang yang terdiri dari 50an cabor dan tamu undangan, justru mengumumkan bahwa Musorkot ternyata ditunda, dengan alasan bahwa Musorkot kali ini masih belum sesuai dengan AD/ART organisasi.

“Agar Musorkot ini berjalan legal, maka kami mengumumkan agar ditunda terlebih dahulu. Hasil konsultasi dengan KONI Jatim dan sejumlah pihak mengindikasikan masih ada AD/ART yang belum terpenuhi, apakah anda setuju?” ucap Eddy Wahyono di hadapan peserta, yang langsung mendapat persetujuan dari hadirin yang ada.

Seusai penundaan Musorkot, Eddy Wahyono menyampaikan, bahwa sebelum pihaknya bisa membuat Musorkot lanjutan, pengurus KONI yang saat ini harus mendapat perpanjangan dari KONI Jatim terlebih dahulu, karena masa berlakunya memang berakhir pada Desember 2022.

“Kami akan secepat mungkin meminta perpanjangan masa jabatan ke KONI Jatim. Selanjutnya, hal – hal dalam AD/ART yang ditengarai belum terpenuhi akan kami selesaikan. Sehingga secepatnya Musorkot akan kembali bisa digelar,” jelas Eddy.

Terindikasi AD/ART yang dilanggar oleh Panitia Musorkot KONI Kota Malang adalah, terkait dengan undangan dan juga bahan Musorkot. Untuk undangan seharusnya dikirim ke peserta selambatnya H-14, sedangkanbahan Musorkot harus diterima peserta pada H-7, namun pada kenyataannya, undangan baru diserahkan H-3/4 kepada peserta, begitu juga bahan Musorkot. 

Indikasi pelanggaran lain juga berada pada LPJ KONI Kota Malang yang belum diserahkan kepada Walikota sebelum pelaksanaan Musorkot.



DOK! 45 Kursi Bakal Diperebutkan Pada Pemilihan Legislatif Kota Malang 2024

ilustrasi


Fokusmalang.com - Komite Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang sudah memastikan tidak akan pergeseran jumlah kursi anggota DPRD pada pemilihan umum 2024 mendatang, yaitu jumlahnya masih tetap sama dengan 2019, yaitu 45 kursi. 

Disampaikan oleh Ketua KPU Kota Malang Aminah Asminingtya, bahwa pihaknya menetapkan jumlah kursi tersebut berdasarkan kecamatan yang ada di Kota Malang.

"Alokasi kursi anggota DPRD di Kota Malang dengan jumlah penduduk sekitar 867.042 jiwa, alokasinya 45 kursi," kata Aminah, Selasa, 13 Desember 2022. 

 Dia mengatakan, pihaknya dalam langkah awal melakukan Uji Publik atas Rancangan Penataan Daerah Pemilihan atau Dapil Anggota DPRD dalam Pemilu 2024. 

Aminah menekankan hal itu dengan  menghadirkan akademisi, anggota DPRD Kota Malang, anggota Parpol hingga organisasi kemasyarakatan di Kota Malang.  Lalu, hasil penyusunan Dapil akan dilaporkan ke KPU RI. 



Bersyukur Kembali Raih Poin, Arema FC Tak Mau Jumawa

sumber foto: Official Arema FC


Fokusmalang.com - Arema FC kembali menorehkan hasil positif pada laga lanjutan BRI Liga 1 2022, setelah pada Minggu (11/12) Singo Edan sukses menaklukkan Persis Solo dengan skor 2-1. Sebelumnya, Arema juga berhasil merontokkan perlawanan tim Dewa United dengan skor dua gol tanpa balas. 

Hasil ini jelas membuat semua anggota tim Singo Edan bisa makin bersemangat, di tengah rasa kedukaan terkait dengan tragedi Kanjuruhan, yang hingga kini masih belum sepenuhnya terungkap. 

Menurut pelatih Arema FC Javier Roca, kemenangan atas Persis Solo tidak bisa diraih dengan mudah. Karena tim dengan kostum kebangaan merah tersebut ia nilai juga terus berkembang dan menunjukkan perlawanan yang ketat ketika bersua Singo Edan.

"Pertandingan yang sangat susah ya, kekuatan persis solo lama-lama ini semakin bagus jadi kita tetap bersyukur planning pertandingan kita jalan seperti prediksi  sekali lagi. Tapi yang pertama saya ucapkan selamat terimakasih keapda pemain, sekali lagi untuk teman-teman kita di Malang, Aremania dan Aremanita," tutur pelatih asal Chile tersebut. 

Roca juga mengingatkan agar hasil positif di lanjutan putaran pertama, yang digelar dengan sistem bubble ini tidak serta merta membuat para anggota tim menjadi besar kepala. Ia meminta kepada seluruh pemainnya agar tetap berkonsentrasi dan fokus kepada sisa 4 laga yang akan dijalani Arema di putaran pertama BRI Liga 1 2022.

Mantan pemain berposisi gelandang ini, berharap Arema bisa bermain dengan konsisten, hingga bisa finish di putaran pertama pada posisi yang baik di Liga 1.

"Iya  sebenarnya pemain punya motivasi  tersendiri motivasi paling bagus di sepak bola kalau kjita dapat hasil terbaik, motivasi itu sebenarnyas udah ada, kalau kita dapatkan poin penuh  itu motivasi datang sendiri semoga kita bisa konsistehn selama beberapa pekan kedepan supaya kita bisa meraih hasil maksimal," ujarnya. 

Saat ini, Arema FC sendiri masih tertahan di papan tengah. Manajemen di bawah Manajer baru Wiebie Andriyas mentargetkan agar Singo Edan bisa lebih berprestasi, khususnya pada putaran pertama, sebagai langkah awal.


SDN Purwantoro 2, Ungkapkan Kesedihan Atas Tragedi 1 Oktober Kanjuruhan Malang



Fokusmalang.com – Keluarga besar SDN Purwantoro 2 Kota Malang, turut tenggelam dalam kesedihan, terkait dengan tragedi Stadion Kanjuruhan pada Sabtu 01 Oktober 2022, yang memakan korban jiwa sedikitnya 127 orang. Hal terlihat ketika segenap guru dan siswa SDN Purwantoro 2 menggelar aksi bela sungkawa dan sholat ghaib di halaman sekolah pada Selasa (04/10).

Pecah tangis kesedihan beberapa murid dan guru tidak tertahankan lagi, ketika seorang guru dari SDN Purwantoro 2 membuka acara dengan orasi dan juga membawakan lagu “Salam Satu Jiwa” yang selama ini menjadi kebangaan Aremania secara bersama – sama.

Meskipun terdata tidak ada keluarga besar SDN Purwantoro 2 yang menjadi korban, namun rasa simpati dan kesedihan dirasakan oleh guru dan para murid, mengingat bagaimana para Aremania yang meninggal dunia usai laga big match Jatim, yang dimenangkan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 tersebut.

“Saya merasa sedih sekali, mengingat bagaimana yang meninggal di sana (Kanjuruhan) begitu juga dengan keluarga yang ditinggalkan,” ucap Lavenia Siswi Kelas 5 yang terlihat menagis tersedu – sedu.

Selain orasi dan menyayikan salah satu chant Aremania secara bersamaan, ungkapan duka yang digelar secara mendadak ini, juga diisi dengan memberikan tangkai bunga di bawah mistar gawang futsal, yang diikat dengan syal dan juga banner Arema.

Serta ditutup dengan Sholat Ghaib yang dilangsungkan oleh segenap guru, serta perwakilan murid – murid, khususnya dari kelas V dan VI.

Menurut Kepala Sekolah SDN Purwantoro 2, Pitono, ungkapan kedukaan ini diadakan tanpa persiapan dan merupakan spontanitas dari para guru bersama murid. Karena menurutnya selama ini Arema dan Aremania sudah cukup lekat dengan sekolahan.

“Kami adakan dadakan, karena kami merasa sedih dan terpukul dengan peristiwa ini. Semoga Aremania yang mendahului kita diberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Serta tragedi  ini tidak sampai menyurutkan semangat anak – anak yang bercita – cita menjadi pemain sepakbola,” kata Pitoyo.

Ditambahkan Pitoyo moment peringatan dan sholat Ghaib ini juga penting bagi pengembangan karakter siswa khususnya berbasis Pancasila.

Harapan kami para siswa dan siswi bisa lebih mau besimpati kepada kondisi sekitar, serta mereka lebih waspada dengan kondisi lingkungannya,” tutupnya.