Arema Incar Playmaker Berkarakter Seperti Konate Atau Roman


Fokusmalang.com - Salah satu posisi pemain asing yang tengah diburu Arema FC adalah gelandang serang alias playmaker. Rupanya Singo Edan mendambakan mendapatkan pemain dengan karakter seperti mantan pemain mereka, Makan Konate ataupun juga Roman Chemelo. 

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro. Menurut pria asli Malang tersebut karakter kedua pemain tersebut, yang cenderung lincah, punya umpan terobosan apik, serta jago mencetak gol sudah pas dengan gaya bermain Arema yang cenderung cepat dan keras. 

"Kalau bicara pemain asing, sampai sekarang kita berharap bisa mendapatkan pemain dengan gaya bermain yang kayak Konate (Makan) atau juga Roman (Chemelo). Mereka berdua ini lah tipikal playmaker yang paling pas buat Arema. Selain bisa membuka ruang, mereka juga lincah dan bisa memecah kebuntuan ketika dibutuhkan," beber Kuncoro kepada Fokusmalang

Kuncoro menilai bahwa playmaker dengan karakter flamboyan yang cenderung lambat, kurang cocok dengan gaya bermain Singo Edan saat ini. Hal tersebut, karena, Arema sekarang banyak diisi pemain muda yang gemar bermain mengandalkan kecepatan. 

"Kalau bisa jangan yang flamboyan, dan cenderung lebih suka memainkan dan menahan bola. Kurang pas dengan gaya bermain Arema," lanjut Kuncoro. 

Selain stopper, Kuncoro memang menyampaikan bahwa gelandang serang dan striker adalah prioritas pemain asing yang diincar Arema untuk musim 2021. Hingga saat ini menurutnya, pihak Singo Edan masih terus mendiskusikan, termasuk juga berkomunikasi dengan calon pelatih anyar Edudardo Almeida.

"Stopper sudah jelas ya (buruan Arema). tinggal berikutnya, kita mau playmaker atau striker (asing). Kalau memang sudah ada kiper asing, ya dalam pandangan saya kita harus pakai gelandang atau playmaker. Karena untuk posisi depan, sebenarnya kita sudah cukup. Namun semua keputusan tentu juga kita komunikasi dengan Eduardo,"pungkas Kuncoro. 

Soal posisi stopper, Arema kabarnya sudah menjalin kesepakatan dengan mantan bek nya asal Brasil Arthur Cunha da Rocha. Mantan pemain Mitra Kukar tersebut, diharapkan bisa gabung dengan latihan perdana Arema pasca libur Lebaran pada 20 Mei 2021 mendatang. 

Jika Kembali Ke Arema FC, Ternyata Begini Rencana Besar Milan Petrovic

 

Fokusmalang.com - Mantan pelatih Arema FC Milan Petrovic menaruh  harapan besar, agar dirinya bisa kembali menangani klub berlogo khas singa tersebut pada musim 2021. Bahkan pelatih asal Slovakia tersebut memiliki rencana detail dan jangka panjan di Arema.

Dalam perbincangan dengan Fokusmalang.com, melalui pesan instan. Milan Petrovic membenarkan bahwa dirinya memang tengah menjalin komunikasi dengan manajemen Arema FC. Termasuk Milan juga menyampaikan bahwa ia sangat tertarik kembali ke Arema. Hal tersebut langsung disampaikan kepada General Manager Arema FC Ruddy Widodo.

“Saya dengan Pak Ruddy sudah beberapa kali menjalin kontak. Saya sampaikan langsung kepada dia, bahwa saya berkeinginan untuk kembali ke Arema di musim 2021 ini. Namun tentu saja, semua keputusan ada di manajemen,” kata Milan.

Mantan pelatih Perseru Badak FC tersebut juga menyatakan, jika ia memang diberi kesempatan untuk kembali ke Arema dia sudah memiliki rencana jangka panjang untuk bisa membangun Arema sebagai tim kuat dalam dua tiga tahun ke depan.

“Saat ini di Arema sudah ada beberapa pemain senior berkualitas Timnas. Seperti Dendi Santoso, Al Farizi, Hanif dan Dedik. Saya juga tahu, bahwa di Akademi serta daerah sekitar Malang ada begitu banyak potensi pemain muda yang melimpah. Saya akan memadukan mereka, sebagai satu tim yang solid untuk musim ini,” lanjutnya.

Menurut Milan dengan rancangan rencana tersebut, Arema akan menjadi tim yang kuat di Indonesia dalam waktu dua tiga tahun lagi.

“Kita tidak berbicara jangka pendek. Dengan pemain muda, tentu adalah jangka panjang. Maka,jika saya diberi kesempatan, Arema akan bisa jadi tim kuat di Indonesia dalam waktu dua tiga tahun lagi. Karena Arema sudah punya kerangka tim yang bagus. Saya ingin jadi bagian sejarah baru Arema! ” kata Milan.

Soal kepastian dan peluang dirinya bergabung kembali ke Arema, Milan belum bisa memastikan. Ia hanya meminta semua pihak bersabar dan menunggu.

“Kita lihat saja bagaimana nantinya. Semoga ada yang terbaik bagi kita semua,” pungkas Milan.

Milan Petrovic bergabung dengan Arema pada awal musim 2018, sebagai bagian dari kepelatihan Arema, yang saat itu dipimpin oleh Joko Susilo. Namun hasil buruk Arema, membuat Joko Susilo harus mundur dari kursi kepelatihan, dan digantikan oleh Milan.

Bersama Milan, Arema yang saat itu terpuruk di papan bawah pelan tapi pasti mulai bangkit. Tambahan beberapa pemain baru di putaran kedua (Hamka Hamzah, Makan Konate dan Alfin Tuasalamony) membuat kekuatan Singo Edan makin solid. Pada Liga 1 2018, Arema akhirnya finish di peringkat ke-5.

Meskipun berhasil mengerek Singo Edan, namun manajemen memustkan tidak memperpanjang kontrak Milan untuk musim berikutnya. Ia digantikan Milomir Seslija. Milan sendiri akhirnya menukangi klub Perseru Badak Lampung di musim 2019.

Okupansi Hotel di Kota Malang Terus Naik, Pendapatan Belum Maksimal.

 


Malang,05/04/2021- Okupansi hotel di Kota Malang perlahan mulai naik setelah sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19. Saat libur panjang, okupansi hotel bisa mencapai 60 persen. Meski begitu, pendapatan hotel masih rendah karena harga sewa kamar masih murah. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki mengatakan, okupansi hotel mulai meningkat saat hari libur, termasuk libur panjang Paskah pada Jumat-Minggu (02 - 04 April 2021).

"Rata-rata setiap weekend dan libur panjang, okupansi ada peningkatan. Namun demikian, sampai dengan saat ini protokol kesehatan harus tetap terjaga," kata Agoes, Minggu (04/04/2021).

Meski okupansi mulai meningkat, sambung Agoes, pendapatan yang dihasilkan pengelola hotel belum signifikan. "Harga kamar rata-rata hotel masih memberlakukan harga atau rate pandemi atau harga masih murah," ujar dia. Menururnya, rata-rata harga sewa kamar hotel di Kota Malang turun sebesar 50 persen selama pandemi. Baca juga: Itinerary Wisata Seharian di Kota Malang Bersama Anak Pihaknya pun meminta supaya wisatawan yang bermalam di Kota Malang tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.


4 Bulan Ditutup, Pendakian Gunung Semeru Dibuka kembali dengan Kuota 180 Orang

 Malang,(30/03/2021). Pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) akan membuka kembali jalur Pendakian Gunung Semeru, Jawa Timur pada Kamis,1 April 2021 mendatang.

Sebelumnya, pendakian menuju puncak tertinggi Pulau Jawa ditutup sejak 30 November 2020 atau empat bulan yang lalu.

Saat itu, gunung tersebut erupis dengan mengeluarkan awan panas guguran dan awan panas letusan sejauh 11 Km ke arah Lumajang.

Pembukaan kembali jalur pendakian itu sesuai dengan Pengumuman nomor: PG.08/T.8/BIDTEK/BIDTEK.1/KSA/3/2021.

Pit Kepala BB TNBTS,Agus Budi Santosa mengatakan, pembukaan jalur pendakian itu berdasarkan pada hasil rapat koordinasi pada Senin (29/03/2021) kemarin.

"Pendakian Gunung Semeru pada masa adaptasi kebiasaan baru di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dibuka kembali pada Kamis 1 April 2021," kata Agus, melalui keterangan tertulis, pada Selasa (30/03/2021).

Jalur Pendakian dibuka dengan menerapkan standar operasional prosedur pendakian di masa adaptasi kebiasaan baru.

Kuota pendaki hanya dibatasi sebanyak 180 orang per hari atau 30 persen dari daya tampung. Kemudian diadakan monitoring dan evaluasi untuk kuota pendakian di bulan berikutnya," Katanya.

Rentang waktu pendakian maksimal tiga hari dua malam. Pendaki dilarang menuju ke Puncak Mahameru yang berada di ketinggian 3.676 meter dia atas permukaan laut.

"Batas maksimal pendakian maksimal adalah hingga kalimati," ujar Agus.

Sementara itu, pendaki bisa mendapatkan tiket melalui booking online di laman resmi BBTNBTS, yakni bookingsemeru.bromotenggersemeru.org.

Pendakian Gunung Semeru ditutup sejak 30 November 2020 saat gunung tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik.

Pendakian menuju puncak tertinggi Pulau Jawa itu tidak dibuka kembali sampai pada penutupan rutin untuk pemulihan ekosistem, yakni pada Januari hingga Maret.


Tingkatkan Literasi Hukum di Masyarakat, Dosen UMM pun Ciptakan Aplikasi ini

Semakin maju perkembangan zaman, pemeritah meluncurkan regulasi untuk mengatur masyarakat.

Misalnya semenjak perkembangan teknologi internet makin maju, pemerintah pun menerbitkan Undang-Undang ITE.

Namun demikian, belum semua kalangan masyarakat paham terkait aturan atau hukum yang berlaku di Negara ini.

Bahkan masih ada masyarakat yang terjerat kasus hukum karena kurangnya literasi mengenai hukum.


Ciptakan Aplikasi Maduhukum

Berawal dari permasalahan ini, tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan aplikasi bernama Maduhukum, akronim dari Masyarakat Peduli Hukum.

Tim dosen terdiri dari Nur Putri Hidayah, Galih W. Wicaksono serta satu programmer profesional yaitu Muhammad Andi Al-Rizki.

Putri mengatakan, aplikasi ini diciptakan sebagai sarana memperluas literasi masyarakat mengenai hukum. Melalui fitur-fitur yang tersedia, aplikasi ini dapat memberikan pengetahuan secara cepat dan akurat. Aplikasi ini juga sebagai saranan advokasi berbasis digital.

"Data dalam aplikasi ini telah terjamin akurat karena berasal dari undang-undang, artikel ilmiah, serta putusan-putusan hakim. Selain itu aplikasi ini juga menhubungkan masyarakat kepada para pakar hukum sehingga masyarakat dapat berkonsultasi terkait permasalahan yang dialami," Kata dosen Fakultas Hukum (FH) seperti dikutip dari laman UMM.ac.id, pada Sabtu (27/03/2021).


Penggunaan aplikasi

Putri menerangkan, penggunaan aplikasi Maduhukum bisa dilakukan dengan langak sebagai berikut :

1. Masyarakat harus mendaftarkan diri terlebih dahulu.

2. Mengikuti atau membuat kelompok dalam aplikasi Maduhukum.

3. Masyarakat bisa mengakses informasi yang telah disediakan maupun berkonsultasi kepada pakar hukum di dalam kelompok tersebut.

"Seperti yang kita tahu, adat istiadat di Indonesia sangat beraneka ragam. Oleh karenanya pembagian masyarakat dalam kelompok-kelompok tertentu akan membuat informasi yang diberikan menjadi tepat sasaran," tandas Putri.

Hingga saat ini, sudah ada delapan kelompok yang terbentu di Maduhukum. Sedangkan pakar yang telah bergabung sudah ada tujuh orang.

Tingkatkan literasi hukum masyarakat

Aplikasi ini merupakan produk penelitian yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) UMM. Maduhukum dapat diakses dengan mudah oleh Masyarakat melalui Google Play Store.

Putri berharap aplikasi ini dapat membantu permasalahan yang ada di masyarakat sekaligus memberikan literasi tentang hukum.

"Jika masyarakat mengetahui hukum dengan baik maka secara alami masyarakat akan menghindari hal-hal yang melanggar hukum. Saya berharap kedepannya aplikasi ini akan terus berkembang dan digunakan oleh Masyarakat luas," tutup Putri.

Siap - Siap, Kota Malang akan Terapkan Tilang Elektronik di 15 Titik

Kota Malang bersiap untuk menerapkan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) pada bulan Juni Mendatang.

Sejumlah langkah telah dilakukan untuk merealisasikan rencana tersebut.

Kasatlantas Polresta Malang Kota Kompol Ramadhan Nasution mengatakan, pihaknya sudah studi banding ke Surabaya terkait penerapan tilang elektronik tersebut.

Selain itu, Polresta Malang juga sudah berkoordinasi dengan Pemkot Malang untuk pengadaan dan pemasangan kamera pengawas untuk tilang elektronik.

Saat ini, penerapan tilang elektronik itu masih menunggu kamera pengawas yang dibutuhkan, yang mampu menangkap pelanggaran lalu lintas.

Saat ini, Pemkot Malang melalui Dinas Perhubungan masih menyusun anggaran pengadaan kamera yang dibutuhkan.

Rencananya, akan ada 10 hingga 15 titik yang akan dipasangi kamrea pengawas. Namun, rama masih belum menjelaskan lokasi yang bakal dipasangi kamera pengawas.

"Pengajuan kami kurang lebih antara 10 sampai 15 titik. Nanti yang disetujui yang mana, menunggu dari Dishub. Informasinya Juni atau Juli baru bisa terpasang," kata Rama, melalui sambungan telepon, pada Senin (22/03/2021).

Smart City

Penerapan tilang elektronik di Kota Malang mengusung konsep smart city

Kamera pengawas yang terpasang akan terhubung dengan Command Center yang ada di Polresta Malang Kota.

"Pada intinya kamera-kamera baru yang akan dipasang ini harus mempunyai kemampuan menangkap pelanggaran lalu lintas," ujarnya.

Sampai saat ini, kamera pengawas yang terpasang di Kota Malang hanya berupa closed-circuit television (CCTV).

Kamera tersebut tidak bisa menangkap pelangggar lalu lintas sehingga dibutuhkan pemasangan kamera pengawas baru yang mampu menangkap adanya pelanggaran lalu lintas.

"Kalau CCTV di Kota Malang sudah banyak, ada 70 titik kalau tidak salah. Itu dari Diskominfo dan Dishub. Cuma yang mampu menangkap pelanggaran lalu lintas belum ada. Hanya kamera pantau saja yang ada," ujarnya.

Setiap titik akan dipasang dua kamera pengawas.

Namun, hal ini bergantung pada kemampuan Pemerintah Kota Malang untuk pengadaan kamera pengawas tersebut.

Sedangkan titik jalan yang akan dipasangi kamera pengawasan adalah ruas jalan yang menjadi kawasan tertib lalu lintas.

"Yang kami utamakan adalah Jalur KTL, kawasan tertib lalu lintas. Mulai dari alun-alun sampai ke utara itu Jalur KTL. Terus juga di Jalan Soekarno-Hatta, Tlogomas dan Dinoyo," ujarnya.

Seperti diketahui, penerapan tilang elektronik menjadi program prioritas Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo.

Dia menargetkan setidaknya 10 polda siap menerapkan tilang elektronik dalam 100 hari masa jabatannya.

"Saya harapkan dalam 100 hari ini minimal ada 10 polda yang bisa melakukan pelayanan tilang ELTE," kata Sigit.

Polres Malang Larang Nobar Piala Menpora 2021



Malang,18/3/2021 - Polres melarang kegiatan nonton bareng Piala Menpora 2021.

Polisi juga memastikan tak ada supporter yang datang ke Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, yang menjadi salah satu venue pertandingan.

"Tidak ada nonton bareng pada saat pelaksanaan pertandingan dan tidak ada supporter di lapangan," kata Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar dalam rapat koordinasi kesiapan pengamanan Piala Menpora di Gedung Sanika Satyawada Polres Malang, pada Kamis (18/3/2021).

Hendri meminta jajarannya untuk berkoordinasi dengan Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) untuk memastikan tak ada warga yang menggaelar nonton bareng.

"Untuk seluruh Kapolsek jajaran koordinasi dengan Muspika untuk memastikan tidak ada nonton bareng di wilayahnya," jelasnya.

Tidak hanya itu saja, jajarannya juga diminta fokus saat berjaga di dalam stadion ketika pertandingan sedang berlangsung.

Malang merupakan salah satu daerah yang memiliki supporter sepakbola terbesar di Indonesia, yakni Aremania. Klub kebanggaan mereka, Arema FC yang tergabung di Grup A, akan berlaga di Stadion Manahan Solo.

Panitia pelaksana pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Abdul Haris menyerahkan pengamanan pertandingan kepada Polres Malang.

"Terkait dengan pengamanan akan diserahkan kepada pihal kepolisian dan dibatasi sebanyak 200 personel, akan dibagi di masing-masing pintu," Katanya.

Seluruh pemain akan menjalani tes usap Covid-19 sehari sebelum pertandingan. Sedangkan seluruh panitia pertandingan akan divaksin pada H-2 sebelum pertandingan. "Sebelum pelaksanaan pertandingan pada H-1 akan dilaksanakan swab kepada seluruh pemain. Untuk seluruh panpel akan dilaksanakan vaksin pada H-2," jelasnya.

Sepak mula Piala menpora 2021 dilakukan di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Pada Minggu (21/3/2021).
Tim dari Grup A akan bertanding di Stadion Manahan Solo, diantaranya, Arema FC, Tira Persikabo, PSIS Semarang, dan Barito Putera.

Sedangkan pertandingan di Stadion Kanjuruhan akan dimulai pada Senin (22/3/2021). Klub yang akan bertanding di tempat itu berasal dari Grup B, yakni Bhayangkara Solo, Borneo FC, Persija Jakarta dan PSM Makassar.

Pertandingan juga akan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, untuk Grup C yang terdiri dari Madura United, PSS Sleman, Persebaya, Surabaya dan Persik Kediri.

Adapun Grup D yang terdiri dari Persiraja Banda Aceh, Persita Tangerang, Persib Bandung dan Bali United akan berlangsung di Stadion Maguwoharjo,Sleman.

Banjir di Kota Malang Menggenangi Stasiun, Pelayanan Penumpang Terganggu


(Malang,14/3/2021) Banjir akibat hujan deras di Kota Malang juga menggenangi Stasiun Malang.

Meski begitu, pemberangkaran kereta api (KA) tidak terganggu.

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan,

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banjir di Kota Malang Menggenangi Stasiun, Pelayanan Penumpang Terganggu", banjir menggenangi ruang tunggu, baik ruang tunggu luar dan dalam yang menjadi tempat pelayanan penumpang sebelum pemberangkatan.

"(Yang tergenang) ruang tunggu saja, infonya memang hujan deras dan angin kencang tadi sore," kata Luqman.

Akibat banjir tersebut, pelayanan terhadap penumpang yang datang ke stasiun sempat terganggu. Ketinggian air di ruang tunggu sekitar 2 - 3 sentimeter. "Pelayanan ke penumpang terganggu akibat banjir tersebut. PT KAI mohon maaf atas ketidaknyamannnya dan banjir tersebut sudah surut tidak lama setelah hujan reda," ujar dia. Meski tergenang banjir, jadwal pemberangkatan kereta tidak terganggu. Kereta di stasiun tersebut berangkat sesuai dengan jam pemberangkatannya. "Tidak sampai mengganggu jadwal keberangkatan KA," Katanya.


Luqman mengatakan, area tempat rangkaian rel kereta atau emplasemen aman dari banjir sehingga pemberangkatan kereta tidak terkendala.

"Emplasemen aman dan tidak sampai mengganggu operasional KA. KA berangkat dari Malang tepat sesuai jadwal," Katanya.

Diketahui, hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan Kota Malang menyebabkan banjir dan pohon tumbang di sejumlah titik, Minggu (14/3/2021) sekitar pukul 14.00 WIB

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mencatat, ada 4 rumah dan 3 motor yang rusak akibat banjir dan pohon tumbang.

Kembali Pimpin PSSI Askot Malang, Haris Thofly Segera Geber Konsolidasi Demi Prestasi

 

Istimewa 

Fokusmalang.com - Secara aklamasi Haris Thofly kembali memimpin PSSI Askot Malang, pada Kongres di Malang pada Rabu (10/03/21) pagi. Sejumlah program dan rencana pun siap digeber akademisi dari Universitas Muhammdiyah Malang tersebut.

Kepada Fokusmalang.com, hal pertama yang akan dilakukan Haris Thofly dalam waktu dekat, adalah melakukan konsolidasi di internal PSSI Askot Malang, khususnya dengan klub – klub anggota. Konsolidasi dilakukan sebagai langkah awal untuk menyusun kabinet yang akan membantunya menahkodai PSSI Askot Malang periode 2021-2025.

Ada beberapa hal yang diinginkan oleh pria yang juga Manajer Tim Futsal PON Jatim tersebut dalam kerangka kepengurusan PSSI Askot Malang ke depan. Pertama, Haris mengingin pengurus yang mau total fokus dan loyal dan ikhlas untuk memberikan sumbangan tenaga dan pikiran kepada pembinaan sepakbola di lingkungan PSSI Askot Malang.

Kemudian yang kedua Haris juga akan mengisi kabinetnya dengan sosok-sosok profesional dalam sepakbola, serta juga mereka yang ahli dan akrab dalam bidang teknologi informasi, serta juga sport science.

“Pertama adalah konsolidasi internal, demi bisa mendapat gambaran untuk kabinet di PSSI Askot Malang. Saya berharap bisa diisi sosok –sosok yang ikhlas dalam menjalankan roda organisasi dan pembinaan ke depannya,”

“Kemudian saya juga akan memberikan kesempatan kepada sosok-sosok profesional sepakbola Kota Malang untuk bisa berada dalam kabinet. Serta tidak lupa juga mereka yang sudah sangat paham dengan dunia IT dan sport science, karena ini sudah menjadi kewajiban dalam mengikuti perkembangan zaman sekarang ini,” beber Haris Thofly.

Setelah kabinet terbentuk, Haris juga akan langsung tancap gas untuk bisa berkonsolidasi dengan para pemangku kebijakan di Kota Malang. Seperti Walikota Malang, KONI dan juga Disporapar. Hal ini diperlukan dirinya, demi bisa membuat program jangka panjang yang tertata dengan skala prioritas yang jelas.

“Dalam Askot PSSI Malang 2021-2025 harus ada skala prioritas dalam program. Apakah mau fokus pembinaan, industri bola, Persema dan banyak hal lain. Untuk itulah kami perlu sowan dan berdiskusi dengan banyak pihak, seperti KONI, Disporapar, dan Pak Wali (Walikota Sutiaji). Kami akan mendengarkan usulan mereka juga untuk merancang program ke depan,” lanjutnya.

Dengan langkah – langkah tersebut, Haris berharap agas PSSI Askot Malang bisa memberikan kebangaan dan prestasi terbaik bagi warga di Kota Malang, serta terus membuat Malang jadi salah satu barometer pembinaan di level nasional.

“Kami akan langsung bekerja keras. Konsolidasi dan komunikasi, demi menemukan formulasi pembinaan, pengembangan dan peningkatkan prestasi terbaik bagi Kota Malang,” tutup Haris.

 

Mahasiswa UIN Malang Meninggal Dunia, Diduga Kelelahan Ikuti Diklat Pagar Nusa

 Mahasiswa Universitas Islam Negeri Malang (UIN Malang), Miftah Rizki Pratama (20) meninggal dunia di Kota Batu, Sabtu (6/3/2021). Diduga korban kelelahan saat mengikuti proses pendidikan dan pelatihan (diklat) rekrutmen anggota baru organisasi pencak silat, Pagar Nusa.

Mahasiswa asal Jalan Turangga Dalam II Kota Bandung tersebut dilaporkan sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit (RS) Karsa Husada Kota Batu. Namun, nyawanya tetap tak tertolong.

Korban bersama puluhan mahasiswa UIN Malang yang merupakan anggota baru Pagar Nusa mengikuti kegiatan rekrutmen di Luar kampus, tepatnya di kawasan Wisata Coban Rais, Kota Batu.

Diduga korban kelelahan dan sakit usai mengikuti rangkaian kegiatan anggota baru perguruan silat Pagar Nusa.

Kepala RPH Perhutani Oro - Oro Ombo Hadi Mustofa membenarkan kabar kegiatan diklat organisasi pencak silat yang diikuti korban dan 25 temannya. Dijelaskannya, mereka (peserta diklat) berjalan kaki dari Desa Tlekung menuju wisata Coban Rais atau berjarak sekitar 3 kilometer, sekitar pukul 11.00 WIB, Sabtu (6/3/2021).

"Mahasiswa dari UIN Maulana Maliki Malang kan mengadakan perekrutan anggota baru silat Pagar Nusa, itu terus ada semacam penerimaan anggota baru jadi jalan dari Desa Tlekung menuju ke Wisata Coban Rais, perjalanan sekitar 3 kilometer dari Desa Tlekung itu mungkin karena kelelahan atau apa, salah satu peserta itu mengeluhkan dadanya sakit dan sesak napas," beber Hadi Mustofa, Minggu (7/3/2021).

Ia melanjutkan, sekitar pukul 15.00 WIB, Korban dilaporkan mengeluh sakit di kawasan ground camping, Wana Wisata Coban Rais.

"Sempat dilakukan pertolongan pertama oleh petugas kami di sana, diberikan oksigen tapi karena tidak ada perkembangan dibawa ke RS Karsa Husada Batu dengan kondisi sadar menggunakan sepeda motor," ujarnya.

Pihaknya membantah bila korban meninggal akibat kecelakaan di kawasan Wisata Coban Rais. Mengingat korban dan rombongan hanya berada di arena camping ground, bukan di area cobannya.

"Belum sampai di area Cobannya. Korban mengeluh sakit di situ (camping ground Coban Rais) akhirnya kita bawa ke rumah sakit," Ungkapnya.

Terpisah, Ketua Cabang Pagar Nusa Malang Khoirul dikonfirmai tentang kabar meninggalnya mahasiswa UIN malang saat mengikuti diklat Pagar Nusa mengaku belum mengetahui informasi tersebut.

"Saya juga belum jelas. Saya konfirmasi dulu ke teman - teman. Sampai sejauh mana kebenarannya," katanya.

Hingga berita ini ditulis, baik pihak Polres Batu dan pihak UIN Maliki Malang melalui Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr. Isroqunnajah, belum bisa dikonfirmasi mengenai insiden yang dialami mahasiswanya.