Showing posts with label Bola. Show all posts
Showing posts with label Bola. Show all posts

Arema Incar Playmaker Berkarakter Seperti Konate Atau Roman


Fokusmalang.com - Salah satu posisi pemain asing yang tengah diburu Arema FC adalah gelandang serang alias playmaker. Rupanya Singo Edan mendambakan mendapatkan pemain dengan karakter seperti mantan pemain mereka, Makan Konate ataupun juga Roman Chemelo. 

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro. Menurut pria asli Malang tersebut karakter kedua pemain tersebut, yang cenderung lincah, punya umpan terobosan apik, serta jago mencetak gol sudah pas dengan gaya bermain Arema yang cenderung cepat dan keras. 

"Kalau bicara pemain asing, sampai sekarang kita berharap bisa mendapatkan pemain dengan gaya bermain yang kayak Konate (Makan) atau juga Roman (Chemelo). Mereka berdua ini lah tipikal playmaker yang paling pas buat Arema. Selain bisa membuka ruang, mereka juga lincah dan bisa memecah kebuntuan ketika dibutuhkan," beber Kuncoro kepada Fokusmalang

Kuncoro menilai bahwa playmaker dengan karakter flamboyan yang cenderung lambat, kurang cocok dengan gaya bermain Singo Edan saat ini. Hal tersebut, karena, Arema sekarang banyak diisi pemain muda yang gemar bermain mengandalkan kecepatan. 

"Kalau bisa jangan yang flamboyan, dan cenderung lebih suka memainkan dan menahan bola. Kurang pas dengan gaya bermain Arema," lanjut Kuncoro. 

Selain stopper, Kuncoro memang menyampaikan bahwa gelandang serang dan striker adalah prioritas pemain asing yang diincar Arema untuk musim 2021. Hingga saat ini menurutnya, pihak Singo Edan masih terus mendiskusikan, termasuk juga berkomunikasi dengan calon pelatih anyar Edudardo Almeida.

"Stopper sudah jelas ya (buruan Arema). tinggal berikutnya, kita mau playmaker atau striker (asing). Kalau memang sudah ada kiper asing, ya dalam pandangan saya kita harus pakai gelandang atau playmaker. Karena untuk posisi depan, sebenarnya kita sudah cukup. Namun semua keputusan tentu juga kita komunikasi dengan Eduardo,"pungkas Kuncoro. 

Soal posisi stopper, Arema kabarnya sudah menjalin kesepakatan dengan mantan bek nya asal Brasil Arthur Cunha da Rocha. Mantan pemain Mitra Kukar tersebut, diharapkan bisa gabung dengan latihan perdana Arema pasca libur Lebaran pada 20 Mei 2021 mendatang. 

Jika Kembali Ke Arema FC, Ternyata Begini Rencana Besar Milan Petrovic

 

Fokusmalang.com - Mantan pelatih Arema FC Milan Petrovic menaruh  harapan besar, agar dirinya bisa kembali menangani klub berlogo khas singa tersebut pada musim 2021. Bahkan pelatih asal Slovakia tersebut memiliki rencana detail dan jangka panjan di Arema.

Dalam perbincangan dengan Fokusmalang.com, melalui pesan instan. Milan Petrovic membenarkan bahwa dirinya memang tengah menjalin komunikasi dengan manajemen Arema FC. Termasuk Milan juga menyampaikan bahwa ia sangat tertarik kembali ke Arema. Hal tersebut langsung disampaikan kepada General Manager Arema FC Ruddy Widodo.

“Saya dengan Pak Ruddy sudah beberapa kali menjalin kontak. Saya sampaikan langsung kepada dia, bahwa saya berkeinginan untuk kembali ke Arema di musim 2021 ini. Namun tentu saja, semua keputusan ada di manajemen,” kata Milan.

Mantan pelatih Perseru Badak FC tersebut juga menyatakan, jika ia memang diberi kesempatan untuk kembali ke Arema dia sudah memiliki rencana jangka panjang untuk bisa membangun Arema sebagai tim kuat dalam dua tiga tahun ke depan.

“Saat ini di Arema sudah ada beberapa pemain senior berkualitas Timnas. Seperti Dendi Santoso, Al Farizi, Hanif dan Dedik. Saya juga tahu, bahwa di Akademi serta daerah sekitar Malang ada begitu banyak potensi pemain muda yang melimpah. Saya akan memadukan mereka, sebagai satu tim yang solid untuk musim ini,” lanjutnya.

Menurut Milan dengan rancangan rencana tersebut, Arema akan menjadi tim yang kuat di Indonesia dalam waktu dua tiga tahun lagi.

“Kita tidak berbicara jangka pendek. Dengan pemain muda, tentu adalah jangka panjang. Maka,jika saya diberi kesempatan, Arema akan bisa jadi tim kuat di Indonesia dalam waktu dua tiga tahun lagi. Karena Arema sudah punya kerangka tim yang bagus. Saya ingin jadi bagian sejarah baru Arema! ” kata Milan.

Soal kepastian dan peluang dirinya bergabung kembali ke Arema, Milan belum bisa memastikan. Ia hanya meminta semua pihak bersabar dan menunggu.

“Kita lihat saja bagaimana nantinya. Semoga ada yang terbaik bagi kita semua,” pungkas Milan.

Milan Petrovic bergabung dengan Arema pada awal musim 2018, sebagai bagian dari kepelatihan Arema, yang saat itu dipimpin oleh Joko Susilo. Namun hasil buruk Arema, membuat Joko Susilo harus mundur dari kursi kepelatihan, dan digantikan oleh Milan.

Bersama Milan, Arema yang saat itu terpuruk di papan bawah pelan tapi pasti mulai bangkit. Tambahan beberapa pemain baru di putaran kedua (Hamka Hamzah, Makan Konate dan Alfin Tuasalamony) membuat kekuatan Singo Edan makin solid. Pada Liga 1 2018, Arema akhirnya finish di peringkat ke-5.

Meskipun berhasil mengerek Singo Edan, namun manajemen memustkan tidak memperpanjang kontrak Milan untuk musim berikutnya. Ia digantikan Milomir Seslija. Milan sendiri akhirnya menukangi klub Perseru Badak Lampung di musim 2019.

Kembali Pimpin PSSI Askot Malang, Haris Thofly Segera Geber Konsolidasi Demi Prestasi

 

Istimewa 

Fokusmalang.com - Secara aklamasi Haris Thofly kembali memimpin PSSI Askot Malang, pada Kongres di Malang pada Rabu (10/03/21) pagi. Sejumlah program dan rencana pun siap digeber akademisi dari Universitas Muhammdiyah Malang tersebut.

Kepada Fokusmalang.com, hal pertama yang akan dilakukan Haris Thofly dalam waktu dekat, adalah melakukan konsolidasi di internal PSSI Askot Malang, khususnya dengan klub – klub anggota. Konsolidasi dilakukan sebagai langkah awal untuk menyusun kabinet yang akan membantunya menahkodai PSSI Askot Malang periode 2021-2025.

Ada beberapa hal yang diinginkan oleh pria yang juga Manajer Tim Futsal PON Jatim tersebut dalam kerangka kepengurusan PSSI Askot Malang ke depan. Pertama, Haris mengingin pengurus yang mau total fokus dan loyal dan ikhlas untuk memberikan sumbangan tenaga dan pikiran kepada pembinaan sepakbola di lingkungan PSSI Askot Malang.

Kemudian yang kedua Haris juga akan mengisi kabinetnya dengan sosok-sosok profesional dalam sepakbola, serta juga mereka yang ahli dan akrab dalam bidang teknologi informasi, serta juga sport science.

“Pertama adalah konsolidasi internal, demi bisa mendapat gambaran untuk kabinet di PSSI Askot Malang. Saya berharap bisa diisi sosok –sosok yang ikhlas dalam menjalankan roda organisasi dan pembinaan ke depannya,”

“Kemudian saya juga akan memberikan kesempatan kepada sosok-sosok profesional sepakbola Kota Malang untuk bisa berada dalam kabinet. Serta tidak lupa juga mereka yang sudah sangat paham dengan dunia IT dan sport science, karena ini sudah menjadi kewajiban dalam mengikuti perkembangan zaman sekarang ini,” beber Haris Thofly.

Setelah kabinet terbentuk, Haris juga akan langsung tancap gas untuk bisa berkonsolidasi dengan para pemangku kebijakan di Kota Malang. Seperti Walikota Malang, KONI dan juga Disporapar. Hal ini diperlukan dirinya, demi bisa membuat program jangka panjang yang tertata dengan skala prioritas yang jelas.

“Dalam Askot PSSI Malang 2021-2025 harus ada skala prioritas dalam program. Apakah mau fokus pembinaan, industri bola, Persema dan banyak hal lain. Untuk itulah kami perlu sowan dan berdiskusi dengan banyak pihak, seperti KONI, Disporapar, dan Pak Wali (Walikota Sutiaji). Kami akan mendengarkan usulan mereka juga untuk merancang program ke depan,” lanjutnya.

Dengan langkah – langkah tersebut, Haris berharap agas PSSI Askot Malang bisa memberikan kebangaan dan prestasi terbaik bagi warga di Kota Malang, serta terus membuat Malang jadi salah satu barometer pembinaan di level nasional.

“Kami akan langsung bekerja keras. Konsolidasi dan komunikasi, demi menemukan formulasi pembinaan, pengembangan dan peningkatkan prestasi terbaik bagi Kota Malang,” tutup Haris.

 

El Kepet Sebut Dua Sosok Ini Akan Gantikan Hendro Siswanto di Arema

Fokusmalang.com - Hengkangnya kapten Arema FC Hendro Siswanto dari klub asal Malang tersebut, memang memicu kehebodan di kalangan pendukung. Namun begitu salah satu Aremania Senior El Kepet menyebut bahwa kepindahan pemain berposisi gelandang tersebut tidak perlu dikhawatirkan. 

Menurut Sam Kepet, Hendro memang merupakan pemain yang cukup senior. Hal tersebut terlihat dari 9 tahun karir pemain asal Tuban tersebut meman dihabiskan berkostum Singo Edan. Perannya juga cukup sentral sebagai gelandang pengangkut air. 

Hanya saja Sam Kepet melihat bahwa manajemen Arema pasti sudah benar - benar berhitung, sehingga mau melepas pemain berlabel Timnas tersebut ke Borneo FC. Mantan dirigen Aremania ini menilai bahwa saat ini manajemen Arema mungkin sudah memiliki sosok pengganti Hendro, baik dari internal tim maupun eksternal. 

"Terimakasih Hendro sudah bahu membahu bersama Arema selama ini. Pemain keluar masuk dalam klub sepakbola profesional adalah hal wajar. Tidak perlu terus larut dalam kesedihan. Saya yakin manajemen (Arema) sudah punya sosok pengganti," ucap Kepet. 

Dalam pandangan Kepet, saat ini di Arema sendiri, sebenarnya sudah ada beberapa sosok pemain muda yang siap mnggantikan Hendro karena punya kemampuan dan karakter yang nyaris sama. Mereka adalah Jayus Haryono dan juga Hanif Sjahbandi. 

"Kalau saya sih tenang, karena di Arema masih ada stok pemain muda yang bisa gantikan Hendro. Mereka ada Jayus Haryono dan Hanif Sjahbandi. Bahkan Hanif sendiri juga berlabel Timnas. Sehingga memang kemampuan nya tidak perlu diragukan. Kalau Jayus tinggal jam terbang terus ditingkatkan," beber pria yang kini juga menekuni karir sebagai content creator tersebut. 

Soal pengganti Hendro dari luar, Kepet mengakui lebih percaya kepada manajemen dan pelatih Arema baru nanti. Hanya saja kalau dia menyarankan, Arema sudah tidak lagi perlu mencari pemain baru, karena memang sudah ada Jayus dan Hanif. 

Hendro Siswanto, pemain yang 9 tahun terakhir mengarungi karir bersama Arema, menjelang musim kompetisi 2021 memutuskan hengkang ke Borneo FC. Alasan pemain berusia 30 tahun tersebut menerima tawaran Borneo adalah karena Arema tidak bisa memberikan jaminan karir bagi dirinya dalam mengarungi musim 2021. 

"Arema belum berani memberikan kejelasan, hanya lisan saja. Nah ini mumpung ada klub yang membutuhkan saya, dan bisa menghargai saya dengan baik. Berani mengajukan kontrak, meskipun belum ada kejelasan kompetisi. Sudah tanda tangan kontrak dulu dan beres. Baru menunggu kepastian kompetisi," ujar Hendro Siswanto, seperti dilansir dari Kompas.com. 

PSSI Resmi Batalkan Liga 1 dan 2 Musim 2020-2021


sumber gambar; pssi.org

Asa klub-klub sepakbola profesional di Indonesia untuk kembali merasakan atmosfer kompetisi Liga 2020-2021 pupus sudah, setelah PSSI resmi membatalkan penyelenggaraan kompetisi di dua kasta (Liga 1 dan Liga 2) yang sempat berjalan beberapa waktu, sebelum ditunda hampir sembilan bulan terakhir, akibat pandemi global Covid-19.

Pembatalan status kompetisi tersebut, disampaikan PSSI melalui website resmi mereka pssi.org pada Rabu 20 Januari 2021. Keputusan diambil dalam rapat Exco yang dihelat di hari yang sama.

Hasil utama rapat tersebut adalah, pembatalan status kompetisi musim 2020-2021 karena kondisi force majeur, berkaitan dengan pandemi global.

Selain itu rapat di Jakarta tersebut, juga menhasilkan keputusan, bahwa kompetisi musim 2020-2021 tidak menghasilkan juara dan degradasi.

Kemudian hasil rapat berikutnya adalah, peserta di kompetisi Liga 1 dan 2 musim 2021 adalah klub kontestan dari musim sebelumnya.

Terakhir, rapat Exco juga memutuskan kontrak pemain diatur oleh klub dengan merujuk pada aturan keadaan force majeur yang sudah tertera dalam kontrak masing – masing klub.

Ketua PSSI Mochamad Iriawan menyampaikan, bahwa keputusan Exco PSSI ini merupakan suara dari berbagai klub Liga 1 dan 2. Sebelumnya pertemuan antar pimpinan klub sudah digelar pada 15 Januari 2021.

''Berdasarkan masukan dan kemudian Exco PSSI membahasanya, akhirnya diputuskan soal kejelasan Liga 1 dan 2 itu. Exco PSSI memutuskan kompetisi Liga 1 dan 2 musim 2020 dibatalkan,'' kata Iriawan.

Sementara, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita, menyampaikan, sebelum keputusan Exco PSSI, dirinya sudah berkomunikasi intens dengan semua klub Liga 1 dan 2 secara daring.

''PT LIB sudah mempresentasikan alasan kenapa liga tidak diizinkan, termasuk surat permohonan izin dan berbagai upaya yang sudah dilakukan termasuk melakukan kunjungan kepada petinggi/pejabat terkait,'' imbuhnya.

Sedangkan Direktur Operasional PT LIB Sudjarno menuturkan, pada pertemuan daring tersebut, klub Liga 1 dan 2 rata-rata menginginkan kompetisi musim 2020 dibatalkan. 

''Kesimpulannya klub-klub Liga 1 ingin menatap musim baru. Mereka menginginkan musim 2020 dibatalkan dan musim 2021 dimulai. Demikian pula dengan mayoritas klub Liga 2 sepakat agar kompetisi musim 2020 dibatalkan,'' ujar Sudjarno.

Klub-klub Liga 1 dan 2 juga menyarankan agar PT LIB sudah mengantongi izin dulu dari Mabes Polri, sehingga klub akan lebih mudah untuk mempersiapkan musim kompetisi 2021.

 

Nelly Apresiasi Prestasi PSSI di Porprov 2019


Pesta olahraga terbesar se-Jatim, Porprov 2019 sudah berakhir. Secara umum, Kota Malang memang mengalami degradasi prestasi, dengan merosot ke peringkat ke-4. 
Namun begitu, prestasi tim-tim PSSI Askot Malang ternyata cukup mendapat perhatian.

Dalam Porprov 2019, PSSI berjuang dalam tiga tim, yang kesemuanya lolos melalui babak pra. Yaitu sepakbola, futsal putra dan futsal putri. 

Ternyata tiga tim tersebut mampu menunjukkan performa yang menjanjikan. Tim sepakbola jadi semifinalis dan menduduki peringkat 4. Futsal putra meraih medali perak, serta futsal putri mendapatkan perunggu. 

Hasil ini mendapat apresiasi dari Humas KONI Kota Malang, Laily Fitriyah Liza Min Nelly. Menurutya, prestasi ini merupakan lompatan besar bagi PSSI dibandingkan Porprov V Banyuwangi. 

"Selamat buat PSSI Askot Malang. Mungkin secara target belum memenuhi. Tapi menempatkan tiga tim sebagai semifinalis, tentu adalah hal yang patut diapresiasi," kata wanita yang akrab disapa Nelly ini. 

"Apalagi saya ingat di 2015, sepakbola kita gagal melangkah ke fase gugur. Sehingga kalau sekarang kita bisa peringkat empat ini lompatan besar," lanjutnya. 

Nelly berharap PSSI bisa benar-benar menjaga performa semua atletnya. Sehingga bisa digenjot di Porprov berikutnya pada 2021 mendatang. 

"Porprov berikutnya ada di 2021. Bola, futsal ini olahraga yang populer di Kota Malang. Kalau melihat prestasi sekarang, ini wajib kita jaga. Sehingga bisa ditingkatkan nanti di Jember," pungkas Nelly. 

Sepakbola Kota Malang kalah dari juara Porprov 2019 Tuban 2-0 di babak semifinal, sebelum akhirnya ditekuk tuan rumah lainnya Lamongan di perebutan tempat ketiga 2-1. Sementara futsal pria harus mengakui keunggulan Surabaya di babak final dengan skor 4-1. Sedangkan tim futsal wanita meraih medali perunggu, setelah mengalahkan tim daerah tetangga 4-2.