Showing posts with label Berita Utama. Show all posts
Showing posts with label Berita Utama. Show all posts

Jika Kembali Ke Arema FC, Ternyata Begini Rencana Besar Milan Petrovic

 

Fokusmalang.com - Mantan pelatih Arema FC Milan Petrovic menaruh  harapan besar, agar dirinya bisa kembali menangani klub berlogo khas singa tersebut pada musim 2021. Bahkan pelatih asal Slovakia tersebut memiliki rencana detail dan jangka panjan di Arema.

Dalam perbincangan dengan Fokusmalang.com, melalui pesan instan. Milan Petrovic membenarkan bahwa dirinya memang tengah menjalin komunikasi dengan manajemen Arema FC. Termasuk Milan juga menyampaikan bahwa ia sangat tertarik kembali ke Arema. Hal tersebut langsung disampaikan kepada General Manager Arema FC Ruddy Widodo.

“Saya dengan Pak Ruddy sudah beberapa kali menjalin kontak. Saya sampaikan langsung kepada dia, bahwa saya berkeinginan untuk kembali ke Arema di musim 2021 ini. Namun tentu saja, semua keputusan ada di manajemen,” kata Milan.

Mantan pelatih Perseru Badak FC tersebut juga menyatakan, jika ia memang diberi kesempatan untuk kembali ke Arema dia sudah memiliki rencana jangka panjang untuk bisa membangun Arema sebagai tim kuat dalam dua tiga tahun ke depan.

“Saat ini di Arema sudah ada beberapa pemain senior berkualitas Timnas. Seperti Dendi Santoso, Al Farizi, Hanif dan Dedik. Saya juga tahu, bahwa di Akademi serta daerah sekitar Malang ada begitu banyak potensi pemain muda yang melimpah. Saya akan memadukan mereka, sebagai satu tim yang solid untuk musim ini,” lanjutnya.

Menurut Milan dengan rancangan rencana tersebut, Arema akan menjadi tim yang kuat di Indonesia dalam waktu dua tiga tahun lagi.

“Kita tidak berbicara jangka pendek. Dengan pemain muda, tentu adalah jangka panjang. Maka,jika saya diberi kesempatan, Arema akan bisa jadi tim kuat di Indonesia dalam waktu dua tiga tahun lagi. Karena Arema sudah punya kerangka tim yang bagus. Saya ingin jadi bagian sejarah baru Arema! ” kata Milan.

Soal kepastian dan peluang dirinya bergabung kembali ke Arema, Milan belum bisa memastikan. Ia hanya meminta semua pihak bersabar dan menunggu.

“Kita lihat saja bagaimana nantinya. Semoga ada yang terbaik bagi kita semua,” pungkas Milan.

Milan Petrovic bergabung dengan Arema pada awal musim 2018, sebagai bagian dari kepelatihan Arema, yang saat itu dipimpin oleh Joko Susilo. Namun hasil buruk Arema, membuat Joko Susilo harus mundur dari kursi kepelatihan, dan digantikan oleh Milan.

Bersama Milan, Arema yang saat itu terpuruk di papan bawah pelan tapi pasti mulai bangkit. Tambahan beberapa pemain baru di putaran kedua (Hamka Hamzah, Makan Konate dan Alfin Tuasalamony) membuat kekuatan Singo Edan makin solid. Pada Liga 1 2018, Arema akhirnya finish di peringkat ke-5.

Meskipun berhasil mengerek Singo Edan, namun manajemen memustkan tidak memperpanjang kontrak Milan untuk musim berikutnya. Ia digantikan Milomir Seslija. Milan sendiri akhirnya menukangi klub Perseru Badak Lampung di musim 2019.

Peresmian Showroom di Malang oleh Pelopor Minyak Probiotik Sumber Waras

Fokusmalang.com - Minyak SW Sumber Waras meresmikan Showroom pertama. Showroom tersebut berlokasi di Karanglo, Kota Malang yang letaknya menjadi satu dengan outlet Malang Strudel Karanglo.



Creative Manage Minyak SW Sumber Waras Chilmi Karunia mengungkapkan peresmian yang berlangsung pada Jum'at (5/2) lalu ini lebih dari sebuah Showroom. Sebab, Showroom Minya SW ini memiliki kualitas layaknya sebuah galeri seni khas indonesia. Khususnya seni Jawa yang sekaligus memperkenalkan teknologi probiotik terkini.

"Di Showroom Minyak SW ini, kami menggunakan konsep tradisional-modern, lengkap dengan backsound gamelan dan pernak-pernik tradisional, tapi dikombinasikan dengan berbagai TV monitor untuk visualisasi cara penggunaan dan informasi teknologi probiotik dalam Minyak SW yang belum familiar untuk masyarakat Indonesia. karena, memang Minyak SW adalah pelopor minyak probiotik pertama di Indonesia," tutur Chilmi dalam keterangan tertulis,

Senin (15/2/2021).



Chilmi mengungkap pihaknya percaya akan perpaduan antara tradisional dalam tanaman herbal Nusantara yang sudah turun temurun ini digunakan oleh masyarakat Indonesia. Menurunya, teknologi probiotik modern ini akan menjadi solusi kesehatan masa depan dan itu tervisualisasi dalam Showroom Minyak SW.

"Tujuan kami membangun Showroom Minya SW ini adalah untuk membangun brand image bahwa Minyak SW Sumber Waras adalah memang balur tradisional, tapi juga mengandung teknologi tinggi masa depan hasil riset perusahaan bioteknologi asal Malang, karena itu kami menyebutnya bukan minyak balur biasa," imbuhnya.

Chilmi menjelaskan saat berkunjung ke Showroom Minyak SW pengunjung akan disuguhkan desain interior khas Jawa yang diiringi dengan musik gamelan dan aroma melati yang menenangkan,yang akan terasa seperti berada di dalam keraton.

"Kami berharap dengan konsep ini, pengunjung showroom dapat memahami bahwa Minyak SW memang bukan minyak balur biasa, sehingga mereka akan berkata ini minyaknya para sultan, selain itu nama Minyak Sumber Waras juga diambil dari nama Jawa yang bermakna pusat kesembuhan," kata Chilmi.



Chilmi menginformasikan bahwa pada periode Februari 2021, pengunjung Showroom Minyak Sumber Waras akan mendapatkan satu botol sampel Minyak SW gratis.

Jaga PPKM Mikro Berjalan Kondusif, Babinkamtibmas Desa Gunungsari Tajinan Gelar Warung Sosial

 

foto istimewa

Fokusmalang.com - Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro kini menjadi pendekatan Pemerintah Pusat dalam upaya terus menekan penyebaran virus covid-19. Sebagai salah satu wilayah yang menerapkan PPKM Mikro, Babinkamtibmas Desa Gunungsari Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang menggelar program Warung Sosial yang diperuntukkan bagi penduduk sekitar.

Warung Sosial sendiri, merupakan program bagi masyarakat sekitar untuk bisa makan secara gratis,  dengan tujuan untuk meringankan beban bagi warga yang khususnya secara ekonomi terdampak dari pandemi global dan PPMK Mikro yang rencana dihelat hingga 22 Februari mendatang ini.

Selain Babinkamtibmas setempat,program yang baru pertama kali dilaksanakan pada Jumat 19 Februari di Jalan Desa Gunungsari tersebut, juga mendapatkan dukungan langsung dari warga sekitar,  yang langsung mewujudkan nya dalam bentuk sumbangsih tenaga dan lokasi untuk Warung Sosial tersebut.

Pada pelaksanaan perdananya kali ini, Warung Sosial menyediakan tidak kurang dari 100 porsi nasi dan lauk pauk yang bisa dinikmati oleh warga sekitar atau siapapun yang melintas di jalan raya Desa Gunungsari.

Inisiator dari program Warung Sosial yaitu Bripka R. Agnes Bayu Andre, bahwa giat kali ini, selain untuk meringankan beban masyarakat dan juga menjadi wujud sinergi aparat setempat bersama warga,juga dimanfaatkan sebagai media sosialisasi dari PPKM Mikro dan juga pentingnya menerapkan protokol kesehatan 5 M di tengah lingkungan masyarakat, khususnya yang ada di wilayah Desa Gunungsari.

“Saya ingin bersilaturahmi tatap muka langsung dengan warga masyarakat agar terjalin komunikasi yang baik antara Polri dengan warga masyarakat dan harapan saya apabila ada informasi dan permasalahan sekecil apapun bisa diselesaikan. Bahkan apabila ada warga yang ingin konsultasi terkait masalah hukum, saya siap melayani dan memberikan solusi di warung Kamtibmas ini,” ungkap pria yang juga anggota Babinkamtibmas Desa Gunungsari Tajinan ini.

Bripka R. Agnes Bayu Andre (kanan)


“Kemudian dalam kesempatan kali ini saya juga mensosialisasikan Implementasi Instruksi Mendagri terkait pelaksanaan PPKM berskala mikro serta membagikan masker kepada setiap pengunjung,” imbuhnya.

Bripka Bayu sapaan akrabnya juga menyampaikan, bahwa ke depan,program ini akan diupayakan dilaksanakan secara reguler setiap hari Jumat. Karena dalam giat perdana ini sudah mendapatkan sambutan positif dari warga setempat.

“Untuk sementara hari ini saya pribadi menyediakan 100 porsi dan insyaAllah jumat depan akan bertambah karena tadi ada beberapa orang ngomong langsung ke saya siap untuk menjadi donator,” ujarnya.

“InsyaAllah rutin setiap jumat Pkl. 10.00 sampai selesai/ habis, doakan saja supaya bisa istiqomah,” pungkas pria yang juga berdinas di Polsek Tajinan tersebut.

Peduli Bencana dan Pandemi Yayasan Klenteng Eng An Kiong dan Korem 083/Bdj Serahkan 500 Paket Sembako

 

istimewa

Fokusmalang.com - Banyaknya bencana alam yang terjadi akhir - akhir ini membuat simpati banyak pihak. Salah satunya adalah Yayasan Klenteng Eng An Kiong. Bertempat di Aula Untung Suropati Makorem 083/Bdj Jl. Bromo 17 Kec. Klojen Kota Malang telah melaksanakan kegiatan menyerahkan 500 paket sembako dalam rangka Peduli Bencana Alam kerjasama antara Korem 083/Bdj bersama Yayasan Klenteng Eng An Kiong, Rabu (17/02).

Dalam Sambutan yang disampaikan Perwakilan Yayasan Klenteng Eng An Kiong (Mayor Purn Bambang, SH), Kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh Yayasan Klenteng sudah mulai berjalan, sejak tahun 2020 saat pandemi Covid 19. Kami telah memberikan Bansos kepada RS. yang ada di Kota Malang termasuk RST. Soepraoen, terangnya.

Lebih lanjut lagi, Kami telah membagikan APD sejumlah 27.600 dan Masker sejumlah 22.300 yang telah dibagikan kepada seluruh RS, Polresta Malang Kota, Kodim 083/Kota Malang dan Pos Pantau yang tersebar di Malang Raya. Yayasan pun juga telah membagikan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan dilokasi yang jauh berada dipelosok desa.

Selama pandemi ini, Yayasan sangat peduli bencana alam terhadap warga yang membutuhkan. Penyerahan paket sembako ini bertujuan untuk memberikan bansos kepada korban bencana alam bekerja sama dengan Korem 083/Bdj.

Dalam Sambutan Danrem 083/Bdj Kolonel Inf. Irwan Subekti menyampaikan, Ucapan terima kasih banyak terhadap Yayasan Klenteng Eng An Kiong dan Semoga niat baik dari Yayasan mendapat pahala dari Tuhan Yang Maha Esa.

Lebih lanjut, hingga saat ini kami telah memperoleh bantuan dari manapun yang tujuannya untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan, terlebih saat ini banyak terjadi bencana alam diwilayah Korem 083/Bdj. Saat ini seluruh komponen TNI telah banyak melakukan kegiatan sosial, tujuannya hanya ingin membantuMasyarakat yang kesulitan khususnya dimasa pandemi Covid 19 dan bencana alam saat ini, Jelasnya. (Ann)

Selebgram Malang D'Kadoor Diamankan di Jakarta Karena Narkoba

@d_kadoor


Fokusmalang.com -  Jagad hiburan di Malang dibuat geger. Setelah salah satu selebgram asli Bhumi Arema dengan follower jutaan, Abdul Kadir, atau yang dikenal dengan nama D'Kadoor ditangkap pihak kepolisan di Jakarta, diduga akibat penyalahgunaan narkoba pada 27 Januari 2021 lalu. 

Seperti dilansir dari detik.com, pemilik akun Instagram @d_kadoor ini diamankan oleh Polda Metro Jaya di sebuah hotel di kawasan Pancoran pada 27 Januari lalu. Kadoor diduga mengkonsumsi obat - obatan terlarang jenis amphetamin atau sabu-sabu. Ia bersama seorang rekannya dinyatakan sebagai tersangka setelah hasil tes urine mereka positif zat terlarang tersebut. 

"Ketangkapnya di kamar Hotel C Pancoran tanggal 27 kemarin," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, pada Senin (1/2) kepada awak media.

Batasi Akun Instagram 

@d_kadoor


Seiring dengan penetapan status tersangkanya, media sosial D'Kadoor juga langsung melakukan pembatasan komentar di setiap feed nya. Dari pantauan fokusmalang pada Senin (1/2) sore, akun dengan followers sebanyak 1,7 juta tersebut sudah dibatasi semua komentar. Sehingga para pengikut pria dengan nama asli Abdul Kadir ini sudah tidak bisa lagi memberikan komentar. 

Postingan terakhir dari D'Kadoor dibuat pada 10 Januari 2021 yang lalu. Dimana selebgram dengan ciri khas jadi emak - emak cerewet ini mengambil judul tentang 

"nyosop akhire yuk-yuk..." 

yang menceritakan tentang seseorang yang tidak pamit ketika keluar rumah, dan akhirnya terjatuh sampai hape nya hilang. Postingan ini sendiri sudah dilihat 267 ribu kali dan mendapat likes lebih daru 20 ribu.

D'Kadoor menjadi selebgram, setelah beberapa tahun terakhir, kerap membuat sketsa lucu dan unik, dengan mengambil karakter emak - emak cerewet yang ngomongnya khas Jawa Timuran. Tema menarik, dengan tingkahnya yang lucu serta natural, membuat setiap post nya di Instagram selalu dinanti banyak orang, dan membuatnya mendapatkan banyak followers.



PSSI Resmi Batalkan Liga 1 dan 2 Musim 2020-2021


sumber gambar; pssi.org

Asa klub-klub sepakbola profesional di Indonesia untuk kembali merasakan atmosfer kompetisi Liga 2020-2021 pupus sudah, setelah PSSI resmi membatalkan penyelenggaraan kompetisi di dua kasta (Liga 1 dan Liga 2) yang sempat berjalan beberapa waktu, sebelum ditunda hampir sembilan bulan terakhir, akibat pandemi global Covid-19.

Pembatalan status kompetisi tersebut, disampaikan PSSI melalui website resmi mereka pssi.org pada Rabu 20 Januari 2021. Keputusan diambil dalam rapat Exco yang dihelat di hari yang sama.

Hasil utama rapat tersebut adalah, pembatalan status kompetisi musim 2020-2021 karena kondisi force majeur, berkaitan dengan pandemi global.

Selain itu rapat di Jakarta tersebut, juga menhasilkan keputusan, bahwa kompetisi musim 2020-2021 tidak menghasilkan juara dan degradasi.

Kemudian hasil rapat berikutnya adalah, peserta di kompetisi Liga 1 dan 2 musim 2021 adalah klub kontestan dari musim sebelumnya.

Terakhir, rapat Exco juga memutuskan kontrak pemain diatur oleh klub dengan merujuk pada aturan keadaan force majeur yang sudah tertera dalam kontrak masing – masing klub.

Ketua PSSI Mochamad Iriawan menyampaikan, bahwa keputusan Exco PSSI ini merupakan suara dari berbagai klub Liga 1 dan 2. Sebelumnya pertemuan antar pimpinan klub sudah digelar pada 15 Januari 2021.

''Berdasarkan masukan dan kemudian Exco PSSI membahasanya, akhirnya diputuskan soal kejelasan Liga 1 dan 2 itu. Exco PSSI memutuskan kompetisi Liga 1 dan 2 musim 2020 dibatalkan,'' kata Iriawan.

Sementara, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita, menyampaikan, sebelum keputusan Exco PSSI, dirinya sudah berkomunikasi intens dengan semua klub Liga 1 dan 2 secara daring.

''PT LIB sudah mempresentasikan alasan kenapa liga tidak diizinkan, termasuk surat permohonan izin dan berbagai upaya yang sudah dilakukan termasuk melakukan kunjungan kepada petinggi/pejabat terkait,'' imbuhnya.

Sedangkan Direktur Operasional PT LIB Sudjarno menuturkan, pada pertemuan daring tersebut, klub Liga 1 dan 2 rata-rata menginginkan kompetisi musim 2020 dibatalkan. 

''Kesimpulannya klub-klub Liga 1 ingin menatap musim baru. Mereka menginginkan musim 2020 dibatalkan dan musim 2021 dimulai. Demikian pula dengan mayoritas klub Liga 2 sepakat agar kompetisi musim 2020 dibatalkan,'' ujar Sudjarno.

Klub-klub Liga 1 dan 2 juga menyarankan agar PT LIB sudah mengantongi izin dulu dari Mabes Polri, sehingga klub akan lebih mudah untuk mempersiapkan musim kompetisi 2021.

 

11 Januari PPKM Digelar Se Malang Raya, Pahami Beda Aturannya di Masing- Masing Daerah

 

Ilustrasi WFH

Mulai 11 Januari 2021 akan ada nuansa berbeda di wilayah Malang Raya. Pasalnya tiga daerah yang ada (Malang Kota, Malang Kabupaten dan Kota Batu) akan melaksanakan pembatasan kegiatan sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat hingga 25 Januari mendatang. Namun tiga daerah di Malang Raya, sepakat untuk melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan cara yang berbeda-beda. Seperti apa perbedaannya?

Kota Malang

Wali Kota Malang Sutiaji, menyampaikan, bahwa pihaknya sudah menerangkan pada rapat koordinasi Forkopimda Jawa Timur.Bahwa Malang Raya memilih untuk memodifikasi PSBB dari pusat, yang disesuaikan dengan kebijakan dan kearifan lokal.

"Kami sudah sampaikan kepada Ibu Gubernur, bahwa Malang Raya, memakai modifikasi, tidak sama sepenuhnya dengan instruksi Mendagri No 1 Tahun 2021, bahwa di sana ada beberapa ketentuan, mungkin diktum 2 yang tingkat kematiannya tinggi, dan kesiapan RS. Tapi kami di tengah-tengah, maka kami ambil jalan modifikasi PPKM," kata Sutiaji kepada wartawan, Sabtu (9/1/2021).

Jika mengacu pada peraturan pusat maka segala kegiatan (khususnya buka nya pusat perbelanjaan dan restoran) harus tutup pada pukul 19.00 WIB. Namun untuk Kota Malang, memilih memolorkannya satu jam. Di mana jam bukanya adalah 07.00-20.00 WIB.

Kota Batu

Sedangkan di Kota Batu, tempat – tempat wisata di sana, tetap akan buka seperti biasa. Hanya saja kuota pengunjungnya yang akan dibatasi dan diawasi dengan ketat.

Karena, menurut Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, tanpa adanya PPKM pun, selama ini pengelola tempat wisata sudah kesulitan untuk memenuhi kuota pengunjung. Meskipun hanya sampai 50%.

Menurut Dewanti, nantinya warga luar Malang hanya diwajibkan membawa rapid tes antibody saat berkunjung ke Kota Batu, ketika pelaksanaan PPKM selama dua pekan ke depan. Jika melihat ke belakang. Aturan ini sama persis dengan yang diterapkan selama libur Natal dan Tahun Baru 2020.

"Tempat wisata tempat buka nanti, hanya ada batasan jumlah pengunjung. Kunjungan wisata jauh dari target, meski itu hanya 50 persen. Fasum (fasilitas umum) tidak ada yang ditutup. Hanya kami akan memperketat Alun-Alun, karena selama ini menjadi tujuan masyarakat," kata Wali Kota Dewanti.

Kabupaten Malang

Sementara untuk Kabupaten Malang, Bupati Sanusi mengaku akan mengadopsi 100% aturan yang dibuat oleh Kemendagri, tanpa melakukan perubahan apapun, seperti dua tetangganya yang lain (Malang Kota dan Kota Batu).

"Untuk aturannya mengikuti Mendagri, tidak bisa ditawar," ujarnya, seperti dilansir dari Times  Indonesia.

Sanusi menambahkan, aturan itu untuk kepentingan bersama. "Ini dalam rangka pencegahan Virus Covid-19. Sekaligus mematuhi instruksi dari pemerintah pusat," kata Politisi PDI Perjuangan tersebut.

Sehingga aturan yang diterapkan di Kabupaten Malang (Sesuai dengan PSBB Pusat) adalah sebagai berikut:

·         Jam Malam pada pukul 19.00 WIB

·         Pusat perbelanjaan dan restauran dibatasi pengunjungnya 25%

·         Sekolah daring

·         Kegiatan konstruksi bisa berjalan 100% dengan prokes ketat

·         Fasum dan kegiatan sosial budaya dihentikan selama PPKM

·         Pembatasan tempat kerja. WFH 75%, WFO 25%

·         Tempat ibadah diisi jamaah maksimal 50%

·         Moda transportasi akan diatur lebih lanjut

 

12

Kota Malang Minta Jatah Vaksin Covid-19 Lebih Banyak, Apa Alasannya?



Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Malang menyatakan akan meminta jumlah vaksin Covid-19 bagi masyarakat lebih banyak dibanding dengan daerah lainnya. Namun apa alasannya?

Rupanya, menurut Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika, hal tersebut berkaitan dengan daerah dingin ini yang dinilai berpotensi besar terpapar virus asal Wuhan China tersebut.

“Prioritas vaksin Covid-19 di Jawa Timur ada 77.000 vaksin. Kita belum tahu dari jumlah tersebut, berapa yang diperuntukkan Kota Malang. Meskipun penentuan vaksin, akan dibuat merata, berdasar besaran potensi resiko wilayah. Saya kira, kami harus dapat lebih banyak,” beber pria yang akrab disapa Made tersebut, seperti dilansir dari Malangvoice.com.

Made juga menegaskan, bahwa Kota Malang memang sudah seharusnya mendapatkan jatah vaksin Covid-19 yang cukup besar. Karena wilayah ini merupakan jujugan wisatawan lokal dan mancanegara. Hal tersebut terbukti, ketika hari libur tiba, terjadi penumpukan jumlah wisatawan di Kota Pendidikan ini. 

“Walapun sudah ada aniten, wisatawan yang berlibur di Kota Batu, tetap menginapnya ya di Kota Malang juga. Kami mendorong Pemkot bisa mengajukan jatah vaksin yang lebih banyak,” ujarnya. 

Pria berdarah Bali ini sangat percaya diri, bahwa nantinya Kota Malang akan mendapatkan jumlah vaksin yang lebih banyak dari daerah lain di Jatim. Apalagi jika memperhatikan instruksi pemerintah pusat yang meminta Malang Raya dan Surabaya Raya melakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat mulai dari 11 Januari 2021. 

Dalam hal ini bisa ditarik kesimpulan, bahwa Kota Malang juga termasuk wilayah yang masuk skala prioritas penerima vaksin Covdi-19 dalam jumlah besar.


Masuki Era Kenormalan Baru, Hotel di Malang Mulai Bergeliat

el Hotel for Fokus Malang

FOKUSMALANG.COM - Memasuki “ New Normal “ setelah berakhirnnya PSBB Malang Raya pada 31 Mei 2020, berbagai aspek ekonomi kembali dibuka dan mulai beroperasi.
Salah satunya adalah sektor hunian, seperti hotel yang memang menjadi salah satu sumber penggerak ekonomi berbasis pariwisata di Bumi Arema. 

Seperti yang dilakukan oleh éL Hotel Grande Malang dengan eksistensinya kembali beroperasi pada Sabtu, 6 Juni 2020.

Segala hal yang menjadi ketentuan dalam New Normal sudah dipersiapkan demi memberikan rasa aman dan nyaman untuk tamu-tamu melakukan staycation ataupun tujuan kegiatan yang lain. 
“ Selama masa awal pandemi, kami gunakan untuk sterilisasi seluruh area, dan di masa new normal ini, kami siap untuk kembali berjuang. Tentu saja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan “ , ujar Tovid Agus Ivandi, General Manager eL Hotel Grande Malang. 

Mempersiapkan seluruh staff dengan Alat Pelindung Kesehatan yang lengkap, serta melengkapi sarana prasarana yang sesuai dengan protokoler kesehatan yang sudah menjadi ketetapan dari Pemkab Malang seperti penyediaan hand sanitizer di beberapa titik area publik, penggunaan bolpoin untuk kebutuhan registrasi tamu dan penyemprotan disinfektan secara berkala. 

Penerapan protokol mulai phisycal distancing seperti memberikan jarak antrian di lobby, di dalam lift, dan area tunggu di lobby sudah terlihat dengan beberapa sign penunjuk. Selain itu, area Resto juga sudah disulap untuk bisa memenuhi aturan protokoler kesehatan yang berlaku.

Pengecekan suhu badan juga dilakukan oleh staff Hotel untuk setiap karyawan , hal yang sama juga dilakukan untuk setiap tamu yang akan cek in. Sedangkan SOP new normal untuk tamu cek out adalah penyemprotan disinfektan kamar yang sudah digunakan oleh tamu. 
“ Dunia Pariwisata yang sempat mati suri di 3 bulan terakhir , sudah saatnya untuk bangkit kembali “ pungkasnya lagi. 

el-Hotel for Fokus Malang

Dengan dibukanya kembali beberapa sektor industri pariwisata di wilayah Kab Malang yang meliputi hotel, destinasi wisata, pusat oleh – oleh, serta rumah makan, tentu saja memberikan harapan baru bagi para pelaku pariwisata untuk tetap bertahan dalam masa pandemi dan siap berjuang kembali dengan melewati masa transisi new normal. Demikian pula dengan kami, éL Hotel Grande Malang sepenuhnya siap untuk kembali memberikan pelayan yang terbaik.

Siaran Pers Kontenporer Studio: Persepsi Masyarakat Malang Dalam PSBB di Malang Raya




Tidak Puas Dengan PSBB, Masyarakat Malang Raya Pilih Sumber Informasi Sosmed



Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan oleh Pemerintah pusat di Malang Raya, memang dimaksudkan untuk menekan persebaran dari virus Covid-19 yang kini memang menjadi pandemi global. Bahkan di Indonesia, status nya sudah ditetapkan sebagai bencana nasional non alam.

Untuk menangkap perspektif keefektifan dan kepuasan  masyarakat di Malang Raya yang sudah melaksanakan dan merasakan PSBB, selama hampir 14 hari, maka kami dari Kontenporer Studio mengadakan survey secara daring yang digelar pada tanggal 26-28 Mei 2020, atau bertepatan dengan hari ke 9-11 PSBB di Malang Raya.

Survey diikuti oleh 118 responden yang berasal dari 5 Kecamatan di Kota Malang, 12 Kecamatan di Kabupaten Malang dan dua Kecamatan di Kota Batu.

Dari survei tersebut, didapatkan hasil bahwa sosialisasi PSBB sudah berjalan baik, karena semua responden sudah bisa menjawab dengan tepat, terkait beberapa aturan dasar PSBB. Namun menariknya, ternyata sumber informasi PSBB justru tidak didapatkan dari informasi resmi pemerintah. Media sosial justru mendominasi sebagai referensi responden dengan 81,4%. Sementara informasi langsung dari pemerintah seperti iklan layanan masyarakat dan sosialisasi hanya menempati peringkat kedua dari bawah, sebagai sumber informasi responden dengan 33,2% yang mengakui mendapatkan informasi soal PSBB dan segala peraturannya langsung dari pemerintah
(responden bisa memilih lebih dari satu pilihan)



Dari sudut pandang kami, situasi ini tentu bukan situasi yang ideal. Mengingat media sosial bukanlah sumber informasi yang kredibilitas dan kebenarannya bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga tentu masih diperlukan peran serta lebih dari pemerintah, agar masyarakat mendapatkan informasi yang cukup terkait PSBB, Pandemi dan juga masa kenormalan baru yang akan segera kita masuki.

Apalagi dalam data kami selanjutnya, responden merasa sudah mendapatkan informasi dan data yang cukup, meskipun informasi, data, dan berita yang didapatkan hanya berdasar dari kabar di media sosial. 83,1% responden mengakui cukup mudah untuk mendapatkan informasi PSBB (dengan dominan dari media sosial).
Situasi ini tentu berbahaya, karena berpotensi membuat banyak misleading, disinformasi, bahkan hoax di masyarakat yang menyebar melalui media sosial.  Sekali lagi, ini perlu menjadi perhatian lebih khususnya dari pemerintah dan pemangku kebijakan industri media di Malang Raya.

Selanjutnya, terkait dengan tingkat kepuasan masyarakat dalam pelaksanaan PSBB di Malang Raya selama hampir dua pekan terakhir. Dalam respon penilaian linear yang kami berikan kepada responden dengan skala 1-10, dominan responden berada di skala 1-5 dengan terbanyak ada di skala 5 (16,9%), 1 (15,3%) 3 (14,4%), dengan persentase kumulatif mencapai 64.1%

Dalam data yang kami kumpulkan, persebaran tingkat kepuasan audiens atas pelaksanaan PSBB di Malang Raya sebenarnya cukup merata. Terlihat dari prosentase yang tidak ada yang mencapai angka 20%. Namun jika ditarik lebih dalam, maka persentase yang mendominasi ada di skala 1-5. Artinya masyarakat memang belum benar - benar puas

dengan pelaksanaan PSBB di Malang Raya, meskipun banyak juga audiens yang tidak mengambil kesimpulan bahwa PSBB juga tidak memuaskan. Terbukti dengan respon di skala 6-10, yang diakumulasi masih mencapai angka 38,9%
Data selanjutnya yang dapat kami jaring dari responden, adalah bagaimana tingkat efektivitas PSBB dari persepsi mereka. Dari respon dan survey kepada 118 responden, dengan menggunakan skala linear 1-10 untuk mengukur efektivitasnya, didapatkan data seperti berikut ini:

Bahwa 17,8% responden memilih angka satu yang artinya melihat PSBB di Malang Raya sangat tidak efektif. Pilihan ini adalah pilihan paling dominan dari skala linear yang anda. Setelah 1, skala terbanyak kedua yang dipilih responden adalah 5 (16,1%) dan 3 (12,7%).

Dari data tersebut, bisa ditarik kesimpulan, bahwa  dominan audiens merasa bahwa pelaksanaan PSBB di Malang Raya dinilai masih tidak efektif untuk bisa menurunkan angka pertumbuhan pasien Covid-19.

Sementara, apakah masyarakat masih setuju jika PSBB diperpanjang. Dominasi responden (45,8%) mengakui bahwa tidak perlu lagi PSBB untuk diperpanjang. Hal tersebut linier dengan keputusan pemerintah untuk tidak lagi memperpanjang PSBB dan memilih menerapkan normal baru

Dukung UMKM Di Masa Pandemi, Facebook Luncurkan 'Facebook Shops'



Salah satu platform media sosial terbesar di muka bumi, Facebook membuat gebrakan di tengah pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia. Perusahaan dengan warna khas biru tersebut meluncurkan fitur terbaru untuk membantu bisnis kecil bernama ‘Facebook Shops’.
Dalam launchingnya, pada Rabu dini hari (waktu Indonesia) CEO Facebook Mark Zuckerberg menjelaskan bahwa saat ini kondisi ekonomi dunia yang banyak ditopang bisnis kecil dan rumahan (UMKM) menjadi perhatian khusus perusahaannya. Menurutnya sektor UMKM lah yang paling banyak mendapatkan imbas dari pandemi Covid-19.
Hal tersebut, yang mendasari Tim Facebook akhirnya membuat layanan baru yang diperuntukkan bagi UMKM bernama Facebook Shops.
“Pandemi yang tidak kunjung berakhir, menjadi pukulan berat bagi rekan – rekan pelaku usaha kecil. Sehingga kami harus segera mengambil langkah, agar rekan – rekan tetap bisa berbisnis dalam situasi saat ini, yaitu dengan Facebook Shops,” kata Mark dalam rilis secara online di Facebook, Rabu 20 Mei 2020.
Menurut Mark, Facebook Shops akan sangat berbeda dengan Facebook Marketplace yang sudah lebih dahulu diluncurkan. Bila Marketplace hanya menghimpun barang dagangan dari individu, maka Facebook Shops, bisa dibilang merupakan toko virtual dalam bentuk landing page.
Nantinya, pengguna Facebook Shops, akan bisa mendisplay barang, mengatur pengiriman, stok, hingga menerima pembayaran dari satu platform. Istimewanya, Facebook Shops yang rencana bisa diakses melalui Fan Pages ini, juga akan langsung terintegrasi dengan halaman Instagram, serta WhatsApp.
Diharapkan semua pengguna media sosial di bawah Facebook akan bisa bertransaksi dan berbelanja dari satu platform yaitu Facebook Shops.

Facebook Shops sendiri memang sudah diluncurkan di Amerika Serikat. Hanya dari pantauan penulis, Indonesia masih belum mendapatkan aksesnya. Dari keterangan Mark Zuckerberg, dalam waktu dekat semua pengguna Facebook dan Instagram di seluruh dunia akan segera bisa memanfaatkan Facebook Shops.
“Kami berharap, mereka – mereka yang punya bisnis kecil, dan selama ini tidakbisa berjualan secara offline karena terkena  pandemi, sekarang bisa mulai bangkit dan kembali mendapatkan transaksi bersama Facebook Shops,” pungkas Mark.



Nelly Sayangkan Pemkot Pilih Startup Asal Tanggerang Untuk Digitalisasi Angkot



FOKUSMALANG.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang membuat terobosan, dengan melakukan digitalisasi (online) terhadap Angkutan Kota (Angkot) yang keberadaannya terus tergerus seiring perkembangan zaman dan semakin maraknya angkutan berbasis online. 

Namun ternyata kerjasama Pemkot dengan pengembang aplikasi asal Tanggerang bernama TRON tersebut menuai pertanyaan. Salah satunya dari Ketua DPD Perindo Kota Malang,  Laily Fitriyah Liza Min Nelly. 

Wanita yang akrab disapa Nelly ini mempertanyakan, mengapa Pemkot lebih memilih perusahaan rintisan dari luar Kota Malang, dibanding para pengembang aplikasi asal Malang sendiri. Pasalnya sudah sejak pertengahan tahun 2019 ini, Kota Malang sudah ditetapkan sebagai Kota dengan sub sektor andalan industri kreatif aplikasi dan gim versi Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF).

"Saya sepenuhnya mendukung rencana Pemkot untuk bisa memodernkan Angkot. Kasihan memang mereka, semakin kesini juga semakin terhimpit dengan banyaknya angkutan berbasis online," tutur Nelly.

"Namun saya juga heran, dengan keputusan Pemkot untuk menunjuk pengembang aplikasi asal Tanggerang, bukan Arek Malang sendiri. Padahal kapabilitas pengembang Malang juga sudah diakui, bahkan Pemkot sendiri sudah mendapat pengakuan secara nasional, sebagai kota dengan sub sektor andalan aplikasi dan gim," lanjut wanita dengan dua buah hati ini. 

Menurut Nelly, idealnya jika memang Malang adalah kota dengan basis app dan gim, maka idealnya berbagai keperluan aplikasi maupun gim, khususnya yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat bisa diserahkan juga kepada pengembang aplikasi lokal.

"Malang kan gudangnya pembuat gim dan aplikasi. Bahkan setahu saya sudah banyak perusahaan nasional dan luar negeri yang mempercayakan pengerjaan aplikasi maupun gim di Malang. Lha ini kok malah Pemkot menggandeng perusahaan dari luar Malang," kata wanita yang juga pengusaha kuliner ini. 

Photo Credit: Kompas.com

"Bisa jadi kalau untuk menghindari penunjukan langsung, Pemkot kan bisa membuat sayembara/ kompetisi untuk aplikasi ini, seperti yang sebelumnya dilakukan mereka kala membuat maskot OSI-JI. Saya yakin aplikasi bikinan Arek - Arek Malang juga bagus. Apalagi ada 20 lebih kampus berbasis IT di Malang," ucapnya. 

Ke depan Nelly berharap, agar Pemkot bisa lebih serius dalam berkomitmen kepada industri kreatif berbasis aplikasi dan gim tersebut, karena potensi nya yang besar, dan sudah diakui secara nasional.

"Semoga peristiwa seperti ini tidak lagi terjadi. Sebenarnya kan malu juga, sebagai kota dengan industri kreatif aplikasi dan gim yang sudah diakui pemerintah nasional, tapi malah pesan aplikasi dari luar," Pungkas Nelly.

Mengenal Cross Fit, Gim Olahraga Tentara Amerika Yang Mulai Digemari Warga Malang



Dikenal sebagai latihan untuk menggembleng ketangguhan tentara Amerika, kini Cross Fit jadi olahraga yang mulai dikenal oleh warga Malang Raya.

Hari Minggu (06/10), lalu kawasan Vila Puncak Tidar yang biasanya sepi, sedikit heboh. Khususnya berasal dari pusat kebugaran Valor Persitance Triumph (VPT) Gym. Dimana saat itu, VPT Gym tengah menggelar kejuaraan Cross Fit yang pertama di Malang Raya.

Diikuti tidak kurang dari 50 peserta pria dan wanita yang berasal tidak hanya dari Malang, melainkan juga seperti Surabaya dan Sidoarjo, kejuaraan cross fit ini berlangsung seru, dengan banyak dihiasi applause dan juga teriakan -teriakan penyemangat, baik dari peserta lainm maupun penonton kepada peserta yang tengah berlomba.

Dalam arena cross fit, tampak sederet peralatan gym dijajar. Dimana para peserta bergantian menggunakan peralatan tersebut dalam jangka waktu tertentu. Siapa peserta yang bisa paling cepat menyelesaikan tantangan dialah yang menjadi pemenangnya. Lalu apakah cross fit hanya sekedar adu kekuatan di gym saja?

Ternyata bukan. Menurut pemilik VPT Gym, sekaligus juga trainer berserifikat cross fit Inez, olahraga yang satu ini berbeda dengan kegiatan fitness yang biasa dilakoni oleh masyarakat kebanyakan.

Inez saat memberikan pengarahan kepada salah satu peserta kompetisi cross fit di VPT Gym Malang


Menurut Inez, jika kebanyakan fitness adalah media seseorang untuk bisa mendapatkan massa, dan bentuk otot yang besar dan bagus, atau juga menghilangkan massa lemak dari tubuh, maka cross fit punya lebih banyak fungsi yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari - hari, dan bukan sekedar estetika.

"Cross fit tidak lalu membuat otot kita menjadi besar, seperti binaraga, Namun cross fit lebih berfungsi menambah kekuatan dan juga daya tahan tubuh yang kita perlukan dalam kehidupan sehari - hari. Misal ibu - ibu yang punya anak kecil, itu tentu butuh banyak energi, apalagi jika suami bekerja. Mungkin dia harus gendong anak, angkat galon dan lain sebagainya. Dengan cross fit, tenaga dan daya tahan tersebut bisa dia dapatkan," bebernya. 

Soal perkembangan cross fit sendiri di Kota Malang khususnya, Inez menyebut belum terlalu merakyat, dan komunitasnya masih sangat minim. Bahkan VPT Gym menjadi pusat kebugaran pertama yang ditujukan untuk cross fit. 

Namun melihat animo peserta lomba pertama kali ini, Inez sangat yakin cross fit akan bisa cepat berkembang di Malang dan sekitarnya. 

"Kalau di Malang, karena kita masih baru, animonya belum terlalu besar ya. Namun kalau melihat bagaimana lomba saat ini, saya optimis cross fit bisa berkembang luas, dan banyak diterima masyarakat di Malang ke depannya," pungkas Inez.

Nah, jadi bagaimana, apakah anda juga sudah siap mencoba sensasi cross fit? 




Ekonomi Kreatif Jadi Senjata Baru Pemkot Entaskan Pengangguran Terbuka


Wali Kota Malang Sutiaji tengah berusaha memaksimalkan potensi Ekonomi Kreatif yang tengah berkembang pesar di Kota Malang. Ia menilai sektor ini bisa menjadi solusi untuk menekan angka pengagguran terbuka yang terhitung cukup masive di Kota Pendidikan.
Pengangguran terbuka menjadi salah satu masalah yang tahunan yang tak kunjung bisa terselesaikan oleh pemerintah. Hal tersebut dikarenakan banyaknya lulusan universitas yang memilih menetap di Kota Malang meskipun belum memiliki pekerjaan. Padahal setiap tahunnya tidak kurang dari 400.000 mahasiswa baru datang untuk mendaftar di 62 perguruan tinggi yang tersebar. Situasi ini terus berulang setiap tahunnya sehingga memunculkan siklus yang tidak diketahui akhirnya.
Menjawab tantangan tersebut, Sutiaji membuka trobosan baru dengan berusaha memaksimalkan potensi Ekonomi Kreatif yang sedang menjadi trend dilakangan generasi muda. Ia menilai sektor ini bakal sangat cocok bagi pengangguran terbuka yang tersebar di Kota Malang.
“Ekonomi Kreatif ini sebenarnya diterapkan untuk menjadi solusi diberbagai sektor masalah, salah satunya juga masalah pengangguran terbuka ini,” ujarnya dalam acara BEKRAF Developer Day di Hotel Harris, Sabtu (3/8/2019)
Pertimbangannya ada pada kualifikasi pengangguran terbuka itu sendiri. Dimana ia meyakini bahwa pengangguran terbuka ini bukanlah orang-orang dengan SDM rendah, namun justru orang berpotensi yang sudah terkualifikasi dibidangnya masing-masing.
Sutiaji menilai yang dibutuhkan penggaguran terbuka ini sebenarnya adalah kesempatan. Karena masalah utama yang mereka hadapi bukanlah kurangnya kompetensi, namun sedikitnya kesempatan. Karena itu ia tidak menganggap pengangguran terbuka ini sebagai masalah, namun justru potensi untuk menjadikan Kota Malang sebagai Kota Ekonomi Kreatif yang mapan. 
Karena dengan pengarahan yang tepat dan stimulasi yang terus-menerus, bibit-bibit start up bakal bermunculan dari pengangguran terbuka. Dan Pemerintah Kota Malang siap memaksimalkan potensi  ini.
“Sebenarnya pengangguran terbuka ini bukan orang yang tidak memiliki skill, karena mereka merupakan lulusan perguran tinggi yang sudah berkompetnsi. Justru mereka ini berpotensi menjadi pelopor startup-startup baru di Kota Malang,” imbuhnya

Dukungan Alumnus Porprov Banyuwangi, Jadi Spirit Tim Basket Putri Kota Malang Raih Perunggu di Gresik


Bola basket putri Kota Malang catatkan prestasi cantik pada Porprov VI 2019. Dimana, mereka berhasil merebut peringkat ketiga, alias medali perunggu, setelah menyudahi perlawanan Kota Madiun 50-36 di Gresik, Sabtu (13/07). 

Catatan ini berarti tim basket putri Kota Malang berhasil memperbaiki catatan dari Porprov terakhir di Banyuwangi pada tahun 2015 lalu. Dimana tim asal Kota Pendidikan tersebut hanya mampu berada di posisi ke-4, setelah kalah dari Kota Kediri dengan skor cukup telak 42-18. 

Namun rupanya ada keterkaitan erat ternyata, antara tim basket Porprov 2015 dengan 2019 saat ini. Menurut Ketua Umum Perbasi Kota Malang Hessy Tamin. Ternyata keberhasil tim putri 2019, justru sama sekali tidak bisa dilepaskan dari skuad 2015 Banyuwangi. 

Hessy menceritakan, selama berjuang di ajang Porprov 2019, para alumnus Porprov Banyuwangi, tidak pernah berhenti memberikan dukungan. Baik secara spontan datang ke GOR, maupun juga dukungan melalui alat komunikasi dan media sosial. 

"Alhamdullilah, akhirnya kami bisa meraih medali perunggu. Ini adalah perjuangan luar biasa dari tim putri. Serta juga tidak lepas dari dukungan masyarakat Kota Malang. Mohon Maaf kami belum bisa jadi yang terbaik dengan emas," kata Hessy.

"Saya juga berterima kasih kepada orangtua atlet yang sangat total dalam memberikan suport kepada perjuangan kami di sini. Juga kepada para mantan pemain Porprov 2015 yang tidak pernah lelah dalam memberikan dukungan dan juga masukan kepada adik -adiknya sekarang, hingga akhirnya perunggu bisa kami raih," lanjutnya. 

"Bahkan mantan kapten tim putri 2015, yang kini sedang ada di Jerman, hampir setiap hari memantau dan mengirimkan dukungan lewat media sosial. Alhamdullilah dukungan - dukungan tersebut tidak sia - sia dengan keberhasilan ini," ucap Hessy. 

Perjalanan tim putri Kota Malang hingga berada di posisi ke-3 bisa dibilang tidak mudah. Pada babak grup, mereka sudah menghadapi lawan - lawan tangguh, seperti: Kab. Jember, Kab. Banyuwangi dan Kab. Pasuruan, Namun ketiga tim tersebut bisa dilalui dengan mulus oleh tim asuhan Oey Akiat ini.

Pada babak 8 besar tim putri Kota Malang juga berhasil menggulingkan perlawanan dari Kab. Pamekasan. Baru pada semifinal, akhirnya tim Kota Malang harus mengakui keunggulan lawan unggulan Kota Surabaya, dengan skor tipis 51-53. 

Sementara tim putri sudah sukses meraih perunggu, tim putra Kota Malang, masih akan berjuang di babak final melawan tim tangguh Kota Surabaya, di Gresik pada Sabtu, (13/07) siang. 


Ini Kata Nelly, Soal Terpilihnya Eddy Wahyono Sebagai Ketum KONI Kota Malang


KONI Kota Malang punya pimpinan baru, setelah Eddy Wahyono terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum dalam musorkot di Hotel Savana, Sabtu (23/06). Harapan pun tercurah untuk pria yang juga sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum PBVSI Kota Malang tersebut.

Salah satunya tersirat dari wakil sekretaris KONI Kota Malang Laily Fitriyah Liza Min Nelly. Wanita yang akrab disapa Nelly ini menyebut Eddy merupakan sosok yang tepat dalam mengawal perjalanan KONI Kota Malang ke depan.

"Selamat atas terpilih nya Pak Eddy wahyono sebagai Ketum KONI Kota Malang 
Semoggah dgn kepemimpinan beliau bisa lebih bagus lagi untuk memajukan olah raga Kota Malang," kata Nelly.


Bagi Nelly olah raga adalah alat yang paling tepat untuk pemersatu bangsa saat ini. Sehingga diperlukan sosok yang pas, seperti Eddy Wahyono dalam mengawalnya.

"Olah raga adalah salah satu pemersatu, 
Harapan kami dengan kepemimpinan beliau lebih banyak lagi atlet atlet muda yang bisa dibina dan membanggakan Kota Malang," pungkas mantan atlet tenis meja ini.

KONI Kota Malang Punya Pemimpin Baru, Ini Sosoknya!


Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang, akhirnya berpindah tampuk pimpinan. Setelah sebelumnya diketuai oleh Bambang DH Suyono, kini induk olahraga tersebut dipimpin oleh Eddy Wahyono.

Sejatinya dalam musyawarah olahraga kota (musorkot) di Hotel Savana, Sabtu (23/06), 45 cabor pemilik hak suara awalnya masih menginginkan  Bambang DH Suyono kembali memimpin KONI untuk periode 2018-2022.


Namun Bambang sendiri menolak untuk kembali dicalonkan, dengan alasan ingin agar ada penyegaran di kubu organisasi yang sebelumnya ia pimpin dalam empat tahun terakhir tersebut. 

Hingga akhirnya, secara bulat, suara cabor dialihkan kepada Eddy Wahyono, yang sebelumnya memang juga diajukan oleh sejumlah cabor, untuk menjadi bakal calon ketua unum.

Tidak butuh waktu lama, pria yang juga penghobi motor besar itu, akhirnya dinyatakan terpilih secara aklamasi oleh pimpinan sidang musorkot. 

Eddy sendiri menyatakan, bukan pekerjaan mudah untuk bisa menjadi pimpinan KONI Kota Malang. Apalagi selama ini Kota Malang sudah dikenal dengan prestasi olahraga nya yang cukup mengkilat di level nasional.

Meskipun begitu, ia merasa siap, karena selama ini sudah menjadi pengurus KONI dan berbagai cabor, selama 16 tahun terakhir.

"Target terdekat kami jelas mempertahankan posisi dan meningkatkan torehan medali di Porprov 6. Saya punya keyakinan bisa memimpin KONI karena solidnya kebersamaan di organisasi ini, serta sudah bagusnya sistem yang dibangun Pak Bambang (DH Suyono). Sehingga saya sekarang tinggal melanjutkan saja," beber Eddy Wahyono.

Sebelumnya, KONI Kota Malang, mempercepat agenda musorkot yang sejatinya dilaksanakan November 2018, menjadi Bulan Juni, dengan pertimbangan, kepengurusan baru, bisa lebih maksimal dalam persiapan Porprov 2019.

Jadi Kenyataan! Perindo Akhirnya Resmi Alihkan Dukungan Kepada SAE


FOKUSMALANG.COM-Jelang agenda Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang 27 Juni, Partai Perindo melakukan manuver politik. 
Partai yang didirikan oleh pengusaha media Hary Tanoesoedibjo (HT) ini mengalihkan dukungan. Jika sebelumnya mereka mendukung pasangan petahana Moch Anton - Syamsul (ASIK), maka kini Perindo mengalihkan dukungan kepada Pasangan Sutiaji - Sofyan Edy Jarwoko (SAE).
Dijelaskan oleh Ketua DPD Perindo Kota Malang Laily Fitriyah Liza Min Nelly, pengalihan dukungan ini sudah sesuai petunjuk langsung dari Ketua Umum Hary Tanoesoedibjo. 
Bahkan kepastian dukungan ini, disampaikan langsung oleh HT, yang pada Kamis (13/06) memanggil langsung SAE yang diwakili Sofyan Edy Jarwoko, bersama Ridwan Hisjam, dan didampingi oleh Nelly.
"Ini adalah perintah partai. Pak HT pasti punya pertimbangan matang sendiri atas peralihan ini. Hari ini, Pak HT yang menyampaikan langsung, bahwa Perindo sekarang resmi dukung SAE," kata Nelly yang dihubungi fokusmalang.com, via sambungan telepon.
Menurut Nelly, pihak DPD Perindo Kota Malang, juga sudah mengajak komunikasi tim ASIK, untuk 'berpamitan'.
"Saya sudah perintah teman - teman Perindo di Malang untuk komunikasi dengan mereka. Saya sendiri belum sempat, karena langsung dipanggil Pak HT kemarin," lanjutnya.
Berikutnya, Nelly menegaskan, bahwa Perindo akan all out untuk mendukung SAE di sisa waktu yang ada.
"Kami akan kerahkan semua kemampuan, untuk bisa membawa SAE ke kursi kemenangan. Waktunya memang sempit, tapi kami yakin bisa," pungkas Nelly.
Sebelumnya memang tanda-tanda SAE meminta dukungan dari Perindo memang sudah terlihat. Setelah beberapa kali pihak partai berlogo burung garuda tersebut bertemu dengan Sutiaji dan tim nya. 
Hanya saja selama ini pihak Perindo belum secara terbuka mengungkapkan keinginannya mengalihkan dukungan. 
x

PERPANI Sukses Besar Helat Dua Kejuaraan Di Akhir Tahun 2017 Ini



FOKUSMALANG.COM - Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI) Kota Malang, sukses menggelar Kejuaraan Panahan Walikota Malang Cup 2017, yang dikemas dalam akhir pekan lalu (23-24 Desember 2017). Selain menjadi seri puncak sirkuit panahan Kota Malang, event ini juga diramaikan dengan lomba panahan tradisional, yang dihelat unik dengan menggunakan pakaian khas daerah.
Sebagai sirkuit kelas pelajar Kota Malang, PERPANI sudah sukses menggelarnya dalam dua tahun terakhir. Dimana pada tahun ini final sirkuit dihelat pada Sabtu (23/12) di Lapangan Cengger Ayam Kota Malang.
Menurut Ketua PERPANI Kota Malang, Yudi Purwanto, melalui sirkuit ini, pihaknya  mendapatkan banyak keuntungan. Selain mudah mencari bakat – bakat baru di cabor panahan, sirkuit ini juga sangat berguna dalam mengasah skill bertanding para pemanah Kota Malang yang sudah tergabung di PERPANI pada khususnya.
“Memasuki tahun kedua digelar, kami sudah mulai menuai hasil dari sirkuit panahan ini. Saat ini PERPANI Kota Malang lebih mudah dalam menemukan bibit  - bibit atlet baru yang bisa diturunkan dalam berbagai kejuaraan. Selain mental tanding anak – anak juga lebih terasah dengan kejuaraan yang kami gelar secara reguler ini,” kata Yudi Purwanto.

Sementara, disamping kejuaraan antar pemanah pelajar se Kota Malang, pada hari kedua, Minggu (24/12) PERPANI juga menggelar lomba memanah nomor tradisional. Seru nya, dalam lomba kali ini semua peserta diwajibkan mengenakan pakaian adat alias tradisional.
Kejuaraan yang terbilang jarang dihelat ini sendiri, diikuti 130 an peserta dari berbagai kota dan kabupaten se Jawa Timur. Tujuan PERPANI Kota Malang menggelar kejuaraan ini, adalah untuk kembali menumbuhkan minat para pemanah dari kelas tradisional.

“Dasar kita (memanah modern) kan sebenarnya dari yang tradisional ini. Dimana memanah memang sudah dilakukan oleh nenek moyang kita dan menjadi tradisi. Hal inilah yang sekarang ingin kami lestarikan. Apalagi sekarang nomor lomba tradisional terbilang semakin jarang dilombakan,” imbuh Yudi.

Melihat animo peserta yang tinggi, Yudi pun menyatakan bahwa PERPANI Kota Malang siap menjadikan lomba panahan tradisional ini jadi agenda rutin tahunan. Bahkan ia mengatakan siap menaikkan level kejuaraan dari propinsi jadi nasional atau open.

“Animo nya bagus sekali. Para peserta sangat bersemangat. Kami pasti akan menggelar kembali secara reguler. Bahkan kalau bisa kami naikkan levelnya jadi nasional,” pungkas pria ramah ini.