Showing posts with label Berita Utama. Show all posts
Showing posts with label Berita Utama. Show all posts

Jika Kembali Ke Arema FC, Ternyata Begini Rencana Besar Milan Petrovic

 

Fokusmalang.com - Mantan pelatih Arema FC Milan Petrovic menaruh  harapan besar, agar dirinya bisa kembali menangani klub berlogo khas singa tersebut pada musim 2021. Bahkan pelatih asal Slovakia tersebut memiliki rencana detail dan jangka panjan di Arema.

Dalam perbincangan dengan Fokusmalang.com, melalui pesan instan. Milan Petrovic membenarkan bahwa dirinya memang tengah menjalin komunikasi dengan manajemen Arema FC. Termasuk Milan juga menyampaikan bahwa ia sangat tertarik kembali ke Arema. Hal tersebut langsung disampaikan kepada General Manager Arema FC Ruddy Widodo.

“Saya dengan Pak Ruddy sudah beberapa kali menjalin kontak. Saya sampaikan langsung kepada dia, bahwa saya berkeinginan untuk kembali ke Arema di musim 2021 ini. Namun tentu saja, semua keputusan ada di manajemen,” kata Milan.

Mantan pelatih Perseru Badak FC tersebut juga menyatakan, jika ia memang diberi kesempatan untuk kembali ke Arema dia sudah memiliki rencana jangka panjang untuk bisa membangun Arema sebagai tim kuat dalam dua tiga tahun ke depan.

“Saat ini di Arema sudah ada beberapa pemain senior berkualitas Timnas. Seperti Dendi Santoso, Al Farizi, Hanif dan Dedik. Saya juga tahu, bahwa di Akademi serta daerah sekitar Malang ada begitu banyak potensi pemain muda yang melimpah. Saya akan memadukan mereka, sebagai satu tim yang solid untuk musim ini,” lanjutnya.

Menurut Milan dengan rancangan rencana tersebut, Arema akan menjadi tim yang kuat di Indonesia dalam waktu dua tiga tahun lagi.

“Kita tidak berbicara jangka pendek. Dengan pemain muda, tentu adalah jangka panjang. Maka,jika saya diberi kesempatan, Arema akan bisa jadi tim kuat di Indonesia dalam waktu dua tiga tahun lagi. Karena Arema sudah punya kerangka tim yang bagus. Saya ingin jadi bagian sejarah baru Arema! ” kata Milan.

Soal kepastian dan peluang dirinya bergabung kembali ke Arema, Milan belum bisa memastikan. Ia hanya meminta semua pihak bersabar dan menunggu.

“Kita lihat saja bagaimana nantinya. Semoga ada yang terbaik bagi kita semua,” pungkas Milan.

Milan Petrovic bergabung dengan Arema pada awal musim 2018, sebagai bagian dari kepelatihan Arema, yang saat itu dipimpin oleh Joko Susilo. Namun hasil buruk Arema, membuat Joko Susilo harus mundur dari kursi kepelatihan, dan digantikan oleh Milan.

Bersama Milan, Arema yang saat itu terpuruk di papan bawah pelan tapi pasti mulai bangkit. Tambahan beberapa pemain baru di putaran kedua (Hamka Hamzah, Makan Konate dan Alfin Tuasalamony) membuat kekuatan Singo Edan makin solid. Pada Liga 1 2018, Arema akhirnya finish di peringkat ke-5.

Meskipun berhasil mengerek Singo Edan, namun manajemen memustkan tidak memperpanjang kontrak Milan untuk musim berikutnya. Ia digantikan Milomir Seslija. Milan sendiri akhirnya menukangi klub Perseru Badak Lampung di musim 2019.

Peresmian Showroom di Malang oleh Pelopor Minyak Probiotik Sumber Waras

Fokusmalang.com - Minyak SW Sumber Waras meresmikan Showroom pertama. Showroom tersebut berlokasi di Karanglo, Kota Malang yang letaknya menjadi satu dengan outlet Malang Strudel Karanglo.



Creative Manage Minyak SW Sumber Waras Chilmi Karunia mengungkapkan peresmian yang berlangsung pada Jum'at (5/2) lalu ini lebih dari sebuah Showroom. Sebab, Showroom Minya SW ini memiliki kualitas layaknya sebuah galeri seni khas indonesia. Khususnya seni Jawa yang sekaligus memperkenalkan teknologi probiotik terkini.

"Di Showroom Minyak SW ini, kami menggunakan konsep tradisional-modern, lengkap dengan backsound gamelan dan pernak-pernik tradisional, tapi dikombinasikan dengan berbagai TV monitor untuk visualisasi cara penggunaan dan informasi teknologi probiotik dalam Minyak SW yang belum familiar untuk masyarakat Indonesia. karena, memang Minyak SW adalah pelopor minyak probiotik pertama di Indonesia," tutur Chilmi dalam keterangan tertulis,

Senin (15/2/2021).



Chilmi mengungkap pihaknya percaya akan perpaduan antara tradisional dalam tanaman herbal Nusantara yang sudah turun temurun ini digunakan oleh masyarakat Indonesia. Menurunya, teknologi probiotik modern ini akan menjadi solusi kesehatan masa depan dan itu tervisualisasi dalam Showroom Minyak SW.

"Tujuan kami membangun Showroom Minya SW ini adalah untuk membangun brand image bahwa Minyak SW Sumber Waras adalah memang balur tradisional, tapi juga mengandung teknologi tinggi masa depan hasil riset perusahaan bioteknologi asal Malang, karena itu kami menyebutnya bukan minyak balur biasa," imbuhnya.

Chilmi menjelaskan saat berkunjung ke Showroom Minyak SW pengunjung akan disuguhkan desain interior khas Jawa yang diiringi dengan musik gamelan dan aroma melati yang menenangkan,yang akan terasa seperti berada di dalam keraton.

"Kami berharap dengan konsep ini, pengunjung showroom dapat memahami bahwa Minyak SW memang bukan minyak balur biasa, sehingga mereka akan berkata ini minyaknya para sultan, selain itu nama Minyak Sumber Waras juga diambil dari nama Jawa yang bermakna pusat kesembuhan," kata Chilmi.



Chilmi menginformasikan bahwa pada periode Februari 2021, pengunjung Showroom Minyak Sumber Waras akan mendapatkan satu botol sampel Minyak SW gratis.

Jaga PPKM Mikro Berjalan Kondusif, Babinkamtibmas Desa Gunungsari Tajinan Gelar Warung Sosial

 

foto istimewa

Fokusmalang.com - Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro kini menjadi pendekatan Pemerintah Pusat dalam upaya terus menekan penyebaran virus covid-19. Sebagai salah satu wilayah yang menerapkan PPKM Mikro, Babinkamtibmas Desa Gunungsari Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang menggelar program Warung Sosial yang diperuntukkan bagi penduduk sekitar.

Warung Sosial sendiri, merupakan program bagi masyarakat sekitar untuk bisa makan secara gratis,  dengan tujuan untuk meringankan beban bagi warga yang khususnya secara ekonomi terdampak dari pandemi global dan PPMK Mikro yang rencana dihelat hingga 22 Februari mendatang ini.

Selain Babinkamtibmas setempat,program yang baru pertama kali dilaksanakan pada Jumat 19 Februari di Jalan Desa Gunungsari tersebut, juga mendapatkan dukungan langsung dari warga sekitar,  yang langsung mewujudkan nya dalam bentuk sumbangsih tenaga dan lokasi untuk Warung Sosial tersebut.

Pada pelaksanaan perdananya kali ini, Warung Sosial menyediakan tidak kurang dari 100 porsi nasi dan lauk pauk yang bisa dinikmati oleh warga sekitar atau siapapun yang melintas di jalan raya Desa Gunungsari.

Inisiator dari program Warung Sosial yaitu Bripka R. Agnes Bayu Andre, bahwa giat kali ini, selain untuk meringankan beban masyarakat dan juga menjadi wujud sinergi aparat setempat bersama warga,juga dimanfaatkan sebagai media sosialisasi dari PPKM Mikro dan juga pentingnya menerapkan protokol kesehatan 5 M di tengah lingkungan masyarakat, khususnya yang ada di wilayah Desa Gunungsari.

“Saya ingin bersilaturahmi tatap muka langsung dengan warga masyarakat agar terjalin komunikasi yang baik antara Polri dengan warga masyarakat dan harapan saya apabila ada informasi dan permasalahan sekecil apapun bisa diselesaikan. Bahkan apabila ada warga yang ingin konsultasi terkait masalah hukum, saya siap melayani dan memberikan solusi di warung Kamtibmas ini,” ungkap pria yang juga anggota Babinkamtibmas Desa Gunungsari Tajinan ini.

Bripka R. Agnes Bayu Andre (kanan)


“Kemudian dalam kesempatan kali ini saya juga mensosialisasikan Implementasi Instruksi Mendagri terkait pelaksanaan PPKM berskala mikro serta membagikan masker kepada setiap pengunjung,” imbuhnya.

Bripka Bayu sapaan akrabnya juga menyampaikan, bahwa ke depan,program ini akan diupayakan dilaksanakan secara reguler setiap hari Jumat. Karena dalam giat perdana ini sudah mendapatkan sambutan positif dari warga setempat.

“Untuk sementara hari ini saya pribadi menyediakan 100 porsi dan insyaAllah jumat depan akan bertambah karena tadi ada beberapa orang ngomong langsung ke saya siap untuk menjadi donator,” ujarnya.

“InsyaAllah rutin setiap jumat Pkl. 10.00 sampai selesai/ habis, doakan saja supaya bisa istiqomah,” pungkas pria yang juga berdinas di Polsek Tajinan tersebut.

Peduli Bencana dan Pandemi Yayasan Klenteng Eng An Kiong dan Korem 083/Bdj Serahkan 500 Paket Sembako

 

istimewa

Fokusmalang.com - Banyaknya bencana alam yang terjadi akhir - akhir ini membuat simpati banyak pihak. Salah satunya adalah Yayasan Klenteng Eng An Kiong. Bertempat di Aula Untung Suropati Makorem 083/Bdj Jl. Bromo 17 Kec. Klojen Kota Malang telah melaksanakan kegiatan menyerahkan 500 paket sembako dalam rangka Peduli Bencana Alam kerjasama antara Korem 083/Bdj bersama Yayasan Klenteng Eng An Kiong, Rabu (17/02).

Dalam Sambutan yang disampaikan Perwakilan Yayasan Klenteng Eng An Kiong (Mayor Purn Bambang, SH), Kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh Yayasan Klenteng sudah mulai berjalan, sejak tahun 2020 saat pandemi Covid 19. Kami telah memberikan Bansos kepada RS. yang ada di Kota Malang termasuk RST. Soepraoen, terangnya.

Lebih lanjut lagi, Kami telah membagikan APD sejumlah 27.600 dan Masker sejumlah 22.300 yang telah dibagikan kepada seluruh RS, Polresta Malang Kota, Kodim 083/Kota Malang dan Pos Pantau yang tersebar di Malang Raya. Yayasan pun juga telah membagikan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan dilokasi yang jauh berada dipelosok desa.

Selama pandemi ini, Yayasan sangat peduli bencana alam terhadap warga yang membutuhkan. Penyerahan paket sembako ini bertujuan untuk memberikan bansos kepada korban bencana alam bekerja sama dengan Korem 083/Bdj.

Dalam Sambutan Danrem 083/Bdj Kolonel Inf. Irwan Subekti menyampaikan, Ucapan terima kasih banyak terhadap Yayasan Klenteng Eng An Kiong dan Semoga niat baik dari Yayasan mendapat pahala dari Tuhan Yang Maha Esa.

Lebih lanjut, hingga saat ini kami telah memperoleh bantuan dari manapun yang tujuannya untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan, terlebih saat ini banyak terjadi bencana alam diwilayah Korem 083/Bdj. Saat ini seluruh komponen TNI telah banyak melakukan kegiatan sosial, tujuannya hanya ingin membantuMasyarakat yang kesulitan khususnya dimasa pandemi Covid 19 dan bencana alam saat ini, Jelasnya. (Ann)

Selebgram Malang D'Kadoor Diamankan di Jakarta Karena Narkoba

@d_kadoor


Fokusmalang.com -  Jagad hiburan di Malang dibuat geger. Setelah salah satu selebgram asli Bhumi Arema dengan follower jutaan, Abdul Kadir, atau yang dikenal dengan nama D'Kadoor ditangkap pihak kepolisan di Jakarta, diduga akibat penyalahgunaan narkoba pada 27 Januari 2021 lalu. 

Seperti dilansir dari detik.com, pemilik akun Instagram @d_kadoor ini diamankan oleh Polda Metro Jaya di sebuah hotel di kawasan Pancoran pada 27 Januari lalu. Kadoor diduga mengkonsumsi obat - obatan terlarang jenis amphetamin atau sabu-sabu. Ia bersama seorang rekannya dinyatakan sebagai tersangka setelah hasil tes urine mereka positif zat terlarang tersebut. 

"Ketangkapnya di kamar Hotel C Pancoran tanggal 27 kemarin," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, pada Senin (1/2) kepada awak media.

Batasi Akun Instagram 

@d_kadoor


Seiring dengan penetapan status tersangkanya, media sosial D'Kadoor juga langsung melakukan pembatasan komentar di setiap feed nya. Dari pantauan fokusmalang pada Senin (1/2) sore, akun dengan followers sebanyak 1,7 juta tersebut sudah dibatasi semua komentar. Sehingga para pengikut pria dengan nama asli Abdul Kadir ini sudah tidak bisa lagi memberikan komentar. 

Postingan terakhir dari D'Kadoor dibuat pada 10 Januari 2021 yang lalu. Dimana selebgram dengan ciri khas jadi emak - emak cerewet ini mengambil judul tentang 

"nyosop akhire yuk-yuk..." 

yang menceritakan tentang seseorang yang tidak pamit ketika keluar rumah, dan akhirnya terjatuh sampai hape nya hilang. Postingan ini sendiri sudah dilihat 267 ribu kali dan mendapat likes lebih daru 20 ribu.

D'Kadoor menjadi selebgram, setelah beberapa tahun terakhir, kerap membuat sketsa lucu dan unik, dengan mengambil karakter emak - emak cerewet yang ngomongnya khas Jawa Timuran. Tema menarik, dengan tingkahnya yang lucu serta natural, membuat setiap post nya di Instagram selalu dinanti banyak orang, dan membuatnya mendapatkan banyak followers.



PSSI Resmi Batalkan Liga 1 dan 2 Musim 2020-2021


sumber gambar; pssi.org

Asa klub-klub sepakbola profesional di Indonesia untuk kembali merasakan atmosfer kompetisi Liga 2020-2021 pupus sudah, setelah PSSI resmi membatalkan penyelenggaraan kompetisi di dua kasta (Liga 1 dan Liga 2) yang sempat berjalan beberapa waktu, sebelum ditunda hampir sembilan bulan terakhir, akibat pandemi global Covid-19.

Pembatalan status kompetisi tersebut, disampaikan PSSI melalui website resmi mereka pssi.org pada Rabu 20 Januari 2021. Keputusan diambil dalam rapat Exco yang dihelat di hari yang sama.

Hasil utama rapat tersebut adalah, pembatalan status kompetisi musim 2020-2021 karena kondisi force majeur, berkaitan dengan pandemi global.

Selain itu rapat di Jakarta tersebut, juga menhasilkan keputusan, bahwa kompetisi musim 2020-2021 tidak menghasilkan juara dan degradasi.

Kemudian hasil rapat berikutnya adalah, peserta di kompetisi Liga 1 dan 2 musim 2021 adalah klub kontestan dari musim sebelumnya.

Terakhir, rapat Exco juga memutuskan kontrak pemain diatur oleh klub dengan merujuk pada aturan keadaan force majeur yang sudah tertera dalam kontrak masing – masing klub.

Ketua PSSI Mochamad Iriawan menyampaikan, bahwa keputusan Exco PSSI ini merupakan suara dari berbagai klub Liga 1 dan 2. Sebelumnya pertemuan antar pimpinan klub sudah digelar pada 15 Januari 2021.

''Berdasarkan masukan dan kemudian Exco PSSI membahasanya, akhirnya diputuskan soal kejelasan Liga 1 dan 2 itu. Exco PSSI memutuskan kompetisi Liga 1 dan 2 musim 2020 dibatalkan,'' kata Iriawan.

Sementara, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita, menyampaikan, sebelum keputusan Exco PSSI, dirinya sudah berkomunikasi intens dengan semua klub Liga 1 dan 2 secara daring.

''PT LIB sudah mempresentasikan alasan kenapa liga tidak diizinkan, termasuk surat permohonan izin dan berbagai upaya yang sudah dilakukan termasuk melakukan kunjungan kepada petinggi/pejabat terkait,'' imbuhnya.

Sedangkan Direktur Operasional PT LIB Sudjarno menuturkan, pada pertemuan daring tersebut, klub Liga 1 dan 2 rata-rata menginginkan kompetisi musim 2020 dibatalkan. 

''Kesimpulannya klub-klub Liga 1 ingin menatap musim baru. Mereka menginginkan musim 2020 dibatalkan dan musim 2021 dimulai. Demikian pula dengan mayoritas klub Liga 2 sepakat agar kompetisi musim 2020 dibatalkan,'' ujar Sudjarno.

Klub-klub Liga 1 dan 2 juga menyarankan agar PT LIB sudah mengantongi izin dulu dari Mabes Polri, sehingga klub akan lebih mudah untuk mempersiapkan musim kompetisi 2021.

 

11 Januari PPKM Digelar Se Malang Raya, Pahami Beda Aturannya di Masing- Masing Daerah

 

Ilustrasi WFH

Mulai 11 Januari 2021 akan ada nuansa berbeda di wilayah Malang Raya. Pasalnya tiga daerah yang ada (Malang Kota, Malang Kabupaten dan Kota Batu) akan melaksanakan pembatasan kegiatan sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat hingga 25 Januari mendatang. Namun tiga daerah di Malang Raya, sepakat untuk melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan cara yang berbeda-beda. Seperti apa perbedaannya?

Kota Malang

Wali Kota Malang Sutiaji, menyampaikan, bahwa pihaknya sudah menerangkan pada rapat koordinasi Forkopimda Jawa Timur.Bahwa Malang Raya memilih untuk memodifikasi PSBB dari pusat, yang disesuaikan dengan kebijakan dan kearifan lokal.

"Kami sudah sampaikan kepada Ibu Gubernur, bahwa Malang Raya, memakai modifikasi, tidak sama sepenuhnya dengan instruksi Mendagri No 1 Tahun 2021, bahwa di sana ada beberapa ketentuan, mungkin diktum 2 yang tingkat kematiannya tinggi, dan kesiapan RS. Tapi kami di tengah-tengah, maka kami ambil jalan modifikasi PPKM," kata Sutiaji kepada wartawan, Sabtu (9/1/2021).

Jika mengacu pada peraturan pusat maka segala kegiatan (khususnya buka nya pusat perbelanjaan dan restoran) harus tutup pada pukul 19.00 WIB. Namun untuk Kota Malang, memilih memolorkannya satu jam. Di mana jam bukanya adalah 07.00-20.00 WIB.

Kota Batu

Sedangkan di Kota Batu, tempat – tempat wisata di sana, tetap akan buka seperti biasa. Hanya saja kuota pengunjungnya yang akan dibatasi dan diawasi dengan ketat.

Karena, menurut Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, tanpa adanya PPKM pun, selama ini pengelola tempat wisata sudah kesulitan untuk memenuhi kuota pengunjung. Meskipun hanya sampai 50%.

Menurut Dewanti, nantinya warga luar Malang hanya diwajibkan membawa rapid tes antibody saat berkunjung ke Kota Batu, ketika pelaksanaan PPKM selama dua pekan ke depan. Jika melihat ke belakang. Aturan ini sama persis dengan yang diterapkan selama libur Natal dan Tahun Baru 2020.

"Tempat wisata tempat buka nanti, hanya ada batasan jumlah pengunjung. Kunjungan wisata jauh dari target, meski itu hanya 50 persen. Fasum (fasilitas umum) tidak ada yang ditutup. Hanya kami akan memperketat Alun-Alun, karena selama ini menjadi tujuan masyarakat," kata Wali Kota Dewanti.

Kabupaten Malang

Sementara untuk Kabupaten Malang, Bupati Sanusi mengaku akan mengadopsi 100% aturan yang dibuat oleh Kemendagri, tanpa melakukan perubahan apapun, seperti dua tetangganya yang lain (Malang Kota dan Kota Batu).

"Untuk aturannya mengikuti Mendagri, tidak bisa ditawar," ujarnya, seperti dilansir dari Times  Indonesia.

Sanusi menambahkan, aturan itu untuk kepentingan bersama. "Ini dalam rangka pencegahan Virus Covid-19. Sekaligus mematuhi instruksi dari pemerintah pusat," kata Politisi PDI Perjuangan tersebut.

Sehingga aturan yang diterapkan di Kabupaten Malang (Sesuai dengan PSBB Pusat) adalah sebagai berikut:

·         Jam Malam pada pukul 19.00 WIB

·         Pusat perbelanjaan dan restauran dibatasi pengunjungnya 25%

·         Sekolah daring

·         Kegiatan konstruksi bisa berjalan 100% dengan prokes ketat

·         Fasum dan kegiatan sosial budaya dihentikan selama PPKM

·         Pembatasan tempat kerja. WFH 75%, WFO 25%

·         Tempat ibadah diisi jamaah maksimal 50%

·         Moda transportasi akan diatur lebih lanjut

 

12

Kota Malang Minta Jatah Vaksin Covid-19 Lebih Banyak, Apa Alasannya?



Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Malang menyatakan akan meminta jumlah vaksin Covid-19 bagi masyarakat lebih banyak dibanding dengan daerah lainnya. Namun apa alasannya?

Rupanya, menurut Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika, hal tersebut berkaitan dengan daerah dingin ini yang dinilai berpotensi besar terpapar virus asal Wuhan China tersebut.

“Prioritas vaksin Covid-19 di Jawa Timur ada 77.000 vaksin. Kita belum tahu dari jumlah tersebut, berapa yang diperuntukkan Kota Malang. Meskipun penentuan vaksin, akan dibuat merata, berdasar besaran potensi resiko wilayah. Saya kira, kami harus dapat lebih banyak,” beber pria yang akrab disapa Made tersebut, seperti dilansir dari Malangvoice.com.

Made juga menegaskan, bahwa Kota Malang memang sudah seharusnya mendapatkan jatah vaksin Covid-19 yang cukup besar. Karena wilayah ini merupakan jujugan wisatawan lokal dan mancanegara. Hal tersebut terbukti, ketika hari libur tiba, terjadi penumpukan jumlah wisatawan di Kota Pendidikan ini. 

“Walapun sudah ada aniten, wisatawan yang berlibur di Kota Batu, tetap menginapnya ya di Kota Malang juga. Kami mendorong Pemkot bisa mengajukan jatah vaksin yang lebih banyak,” ujarnya. 

Pria berdarah Bali ini sangat percaya diri, bahwa nantinya Kota Malang akan mendapatkan jumlah vaksin yang lebih banyak dari daerah lain di Jatim. Apalagi jika memperhatikan instruksi pemerintah pusat yang meminta Malang Raya dan Surabaya Raya melakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat mulai dari 11 Januari 2021. 

Dalam hal ini bisa ditarik kesimpulan, bahwa Kota Malang juga termasuk wilayah yang masuk skala prioritas penerima vaksin Covdi-19 dalam jumlah besar.


Masuki Era Kenormalan Baru, Hotel di Malang Mulai Bergeliat

el Hotel for Fokus Malang

FOKUSMALANG.COM - Memasuki “ New Normal “ setelah berakhirnnya PSBB Malang Raya pada 31 Mei 2020, berbagai aspek ekonomi kembali dibuka dan mulai beroperasi.
Salah satunya adalah sektor hunian, seperti hotel yang memang menjadi salah satu sumber penggerak ekonomi berbasis pariwisata di Bumi Arema. 

Seperti yang dilakukan oleh éL Hotel Grande Malang dengan eksistensinya kembali beroperasi pada Sabtu, 6 Juni 2020.

Segala hal yang menjadi ketentuan dalam New Normal sudah dipersiapkan demi memberikan rasa aman dan nyaman untuk tamu-tamu melakukan staycation ataupun tujuan kegiatan yang lain. 
“ Selama masa awal pandemi, kami gunakan untuk sterilisasi seluruh area, dan di masa new normal ini, kami siap untuk kembali berjuang. Tentu saja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan “ , ujar Tovid Agus Ivandi, General Manager eL Hotel Grande Malang. 

Mempersiapkan seluruh staff dengan Alat Pelindung Kesehatan yang lengkap, serta melengkapi sarana prasarana yang sesuai dengan protokoler kesehatan yang sudah menjadi ketetapan dari Pemkab Malang seperti penyediaan hand sanitizer di beberapa titik area publik, penggunaan bolpoin untuk kebutuhan registrasi tamu dan penyemprotan disinfektan secara berkala. 

Penerapan protokol mulai phisycal distancing seperti memberikan jarak antrian di lobby, di dalam lift, dan area tunggu di lobby sudah terlihat dengan beberapa sign penunjuk. Selain itu, area Resto juga sudah disulap untuk bisa memenuhi aturan protokoler kesehatan yang berlaku.

Pengecekan suhu badan juga dilakukan oleh staff Hotel untuk setiap karyawan , hal yang sama juga dilakukan untuk setiap tamu yang akan cek in. Sedangkan SOP new normal untuk tamu cek out adalah penyemprotan disinfektan kamar yang sudah digunakan oleh tamu. 
“ Dunia Pariwisata yang sempat mati suri di 3 bulan terakhir , sudah saatnya untuk bangkit kembali “ pungkasnya lagi. 

el-Hotel for Fokus Malang

Dengan dibukanya kembali beberapa sektor industri pariwisata di wilayah Kab Malang yang meliputi hotel, destinasi wisata, pusat oleh – oleh, serta rumah makan, tentu saja memberikan harapan baru bagi para pelaku pariwisata untuk tetap bertahan dalam masa pandemi dan siap berjuang kembali dengan melewati masa transisi new normal. Demikian pula dengan kami, éL Hotel Grande Malang sepenuhnya siap untuk kembali memberikan pelayan yang terbaik.

Siaran Pers Kontenporer Studio: Persepsi Masyarakat Malang Dalam PSBB di Malang Raya




Tidak Puas Dengan PSBB, Masyarakat Malang Raya Pilih Sumber Informasi Sosmed



Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan oleh Pemerintah pusat di Malang Raya, memang dimaksudkan untuk menekan persebaran dari virus Covid-19 yang kini memang menjadi pandemi global. Bahkan di Indonesia, status nya sudah ditetapkan sebagai bencana nasional non alam.

Untuk menangkap perspektif keefektifan dan kepuasan  masyarakat di Malang Raya yang sudah melaksanakan dan merasakan PSBB, selama hampir 14 hari, maka kami dari Kontenporer Studio mengadakan survey secara daring yang digelar pada tanggal 26-28 Mei 2020, atau bertepatan dengan hari ke 9-11 PSBB di Malang Raya.

Survey diikuti oleh 118 responden yang berasal dari 5 Kecamatan di Kota Malang, 12 Kecamatan di Kabupaten Malang dan dua Kecamatan di Kota Batu.

Dari survei tersebut, didapatkan hasil bahwa sosialisasi PSBB sudah berjalan baik, karena semua responden sudah bisa menjawab dengan tepat, terkait beberapa aturan dasar PSBB. Namun menariknya, ternyata sumber informasi PSBB justru tidak didapatkan dari informasi resmi pemerintah. Media sosial justru mendominasi sebagai referensi responden dengan 81,4%. Sementara informasi langsung dari pemerintah seperti iklan layanan masyarakat dan sosialisasi hanya menempati peringkat kedua dari bawah, sebagai sumber informasi responden dengan 33,2% yang mengakui mendapatkan informasi soal PSBB dan segala peraturannya langsung dari pemerintah
(responden bisa memilih lebih dari satu pilihan)



Dari sudut pandang kami, situasi ini tentu bukan situasi yang ideal. Mengingat media sosial bukanlah sumber informasi yang kredibilitas dan kebenarannya bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga tentu masih diperlukan peran serta lebih dari pemerintah, agar masyarakat mendapatkan informasi yang cukup terkait PSBB, Pandemi dan juga masa kenormalan baru yang akan segera kita masuki.

Apalagi dalam data kami selanjutnya, responden merasa sudah mendapatkan informasi dan data yang cukup, meskipun informasi, data, dan berita yang didapatkan hanya berdasar dari kabar di media sosial. 83,1% responden mengakui cukup mudah untuk mendapatkan informasi PSBB (dengan dominan dari media sosial).
Situasi ini tentu berbahaya, karena berpotensi membuat banyak misleading, disinformasi, bahkan hoax di masyarakat yang menyebar melalui media sosial.  Sekali lagi, ini perlu menjadi perhatian lebih khususnya dari pemerintah dan pemangku kebijakan industri media di Malang Raya.

Selanjutnya, terkait dengan tingkat kepuasan masyarakat dalam pelaksanaan PSBB di Malang Raya selama hampir dua pekan terakhir. Dalam respon penilaian linear yang kami berikan kepada responden dengan skala 1-10, dominan responden berada di skala 1-5 dengan terbanyak ada di skala 5 (16,9%), 1 (15,3%) 3 (14,4%), dengan persentase kumulatif mencapai 64.1%

Dalam data yang kami kumpulkan, persebaran tingkat kepuasan audiens atas pelaksanaan PSBB di Malang Raya sebenarnya cukup merata. Terlihat dari prosentase yang tidak ada yang mencapai angka 20%. Namun jika ditarik lebih dalam, maka persentase yang mendominasi ada di skala 1-5. Artinya masyarakat memang belum benar - benar puas

dengan pelaksanaan PSBB di Malang Raya, meskipun banyak juga audiens yang tidak mengambil kesimpulan bahwa PSBB juga tidak memuaskan. Terbukti dengan respon di skala 6-10, yang diakumulasi masih mencapai angka 38,9%
Data selanjutnya yang dapat kami jaring dari responden, adalah bagaimana tingkat efektivitas PSBB dari persepsi mereka. Dari respon dan survey kepada 118 responden, dengan menggunakan skala linear 1-10 untuk mengukur efektivitasnya, didapatkan data seperti berikut ini:

Bahwa 17,8% responden memilih angka satu yang artinya melihat PSBB di Malang Raya sangat tidak efektif. Pilihan ini adalah pilihan paling dominan dari skala linear yang anda. Setelah 1, skala terbanyak kedua yang dipilih responden adalah 5 (16,1%) dan 3 (12,7%).

Dari data tersebut, bisa ditarik kesimpulan, bahwa  dominan audiens merasa bahwa pelaksanaan PSBB di Malang Raya dinilai masih tidak efektif untuk bisa menurunkan angka pertumbuhan pasien Covid-19.

Sementara, apakah masyarakat masih setuju jika PSBB diperpanjang. Dominasi responden (45,8%) mengakui bahwa tidak perlu lagi PSBB untuk diperpanjang. Hal tersebut linier dengan keputusan pemerintah untuk tidak lagi memperpanjang PSBB dan memilih menerapkan normal baru